Harga Pertamax di Solo tembus Rp10 ribu/liter
Senin, 10 September 2012 - 12:24 WIB
Harga Pertamax di Solo tembus Rp10 ribu/liter
A
A
A
Sindonews.com - Harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi jenis Pertamax di kota Solo, Jawa Tengah menembus angka Rp10 ribu per liter. Kondisi ini tentunya memberatkan bagi para konsumen pengguna BBM Pertamax.
Seperti di SOBU jalan Bhayangkara ini, harga pertamax per liter mencapai Rp10 ribu. Harga tersebut sudah bertahan sejak beberapa waktu terakhir ini, setelah sebelumnya harga Pertamax per liter Rp9.800, atau naik per liter Rp200.
Harga Rp10 ribu per liter ini, berlaku di Pertamina regional empat, yaitu Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Pengelola SPBU tersebut tidak mengetahui penyebab kenaikan harga Pertamax .
Manager SPBU, Maryanto menambahkan, permintaan Pertamax sendiri telah mengalami kenaikan hingga 50 persen, dari saat sebelum pemerintah mewajibkan mobil plat merah menggunakan BBM nonsubsidi. Dari sebelumnya 8 Kilo liter (KL) kini dalam sebulan mencapai 32 KL yang dikeluarkan SPBU ini.
Sementara menurut salah satu konsumen Pertamax, Hari, kenaikan ini memberatkan, apalagi harga Pertamax di Indonesia sudah tergolong tinggi. Hari membandingkan dengan harga BBM sejenis Pertamax di Malaysia, yang hanya lima ribuan rupiah per liter.
Hari berharap, pemerintah bisa menurunkan harga BBM jenis Pertamax ini karena dirasa sangat memberatkan.
Seperti di SOBU jalan Bhayangkara ini, harga pertamax per liter mencapai Rp10 ribu. Harga tersebut sudah bertahan sejak beberapa waktu terakhir ini, setelah sebelumnya harga Pertamax per liter Rp9.800, atau naik per liter Rp200.
Harga Rp10 ribu per liter ini, berlaku di Pertamina regional empat, yaitu Jawa Tengah, dan Jawa Timur. Pengelola SPBU tersebut tidak mengetahui penyebab kenaikan harga Pertamax .
Manager SPBU, Maryanto menambahkan, permintaan Pertamax sendiri telah mengalami kenaikan hingga 50 persen, dari saat sebelum pemerintah mewajibkan mobil plat merah menggunakan BBM nonsubsidi. Dari sebelumnya 8 Kilo liter (KL) kini dalam sebulan mencapai 32 KL yang dikeluarkan SPBU ini.
Sementara menurut salah satu konsumen Pertamax, Hari, kenaikan ini memberatkan, apalagi harga Pertamax di Indonesia sudah tergolong tinggi. Hari membandingkan dengan harga BBM sejenis Pertamax di Malaysia, yang hanya lima ribuan rupiah per liter.
Hari berharap, pemerintah bisa menurunkan harga BBM jenis Pertamax ini karena dirasa sangat memberatkan.
(gpr)
Lihat Juga :