Petani minta pemerintah bantu penjualan tembakau
Senin, 10 September 2012 - 13:19 WIB
Petani minta pemerintah bantu penjualan tembakau
A
A
A
Sindonews.com - Petani tembakau meminta pemerintah daerah Bojonegoro membantu memasarkan hasil panen tembakau pada tahun ini. Pasalnya, petani kesulitan menjual tembakau pada pabrikan rokok.
Pariadi, 65, petani di Desa Mojo, Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro, menuturkan, kini petani mulai memanen tembakau. Namun, kata dia, harga jual daun tembakau pada petikan pertama ini anjlok. Harga jual daun tembakau basah kini hanya Rp1.000 per kilogram, sementara harga jual daun tembakau pada musim panen sebelumnya berkisar Rp3.500/kg.
Menurutnya, pemerintah daerah harus turun tangan membantu mengatasi anjloknya harga tembakau. Pemerintah, kata dia, harus mengupayakan agar hasil panen tembakau bisa diserap oleh pabrikan. “Kalau dibiarkan terus, harga jual daun tembakau saat musim panen kali ini akan benar-benar jeblok,” ujarnya.
Ia menuturkan, menurunnya harga tembakau dipengaruhi belum adanya pabrikan yang mau mengambil tembakau dari petani. Di sisi lain, kata dia, adanya permainan harga tembakau dari para tengkulak. “Petani terpaksa menjual tembakau dengan harga murah lantaran terdesak kebutuhan ekonomi,” ujarnya.
Kabupaten Bojonegoro selama ini dikenal sebagai daerah penghasil tembakau dengan kualitas baik. Saat musim kemarau ini, daerah di Bojonegoro yang ditanami tembakau jenis virginia dan jawa seluas 11 ribu hektare.
Kepala Bidang Perkebunan, Dinas Perkebunan dan Perhutanan (Dishutbun) Pemkab Bojonegoro, Khoirul Insan, mengatakan, pihaknya terus berupaya agar hasil panen tembakau dari petani itu dapat diserap oleh pabrikan rokok. “Kami terus melakukan lobi dengan pabrikan agar menyerap hasil panen tembakau petani,” ujarnya.
Menurutnya, berdasarkan data kebutuhan tembakau di sejumlah pabrikan diketahui target penyerapan tembakau tahun ini masih tinggi. Pabrikan rokok menentukan harga daun tembakau kering rosok Rp20.000 per kilogram, sedangkan harga daun tembakau kering rajangan Rp14 ribu hingga Rp21.000 per kilogram. “Tahun ini pengusaha dan pabrikan rokok masih membutuhkan tembakau dalam jumlah besar,” ujarnya.
Pabrikan rokok diperkirakan masih membutuhkan tembakau hasil panen sekitar 11 ribu hingga 12 ribu ton. Sedangkan, hasil panen tembakau di Bojonegoro tahun ini diperkirakan sekitar 3 ribu ton.
Hasil panen tembakau saat musim kemarau ini memang ada yang tidak bagus. Sebab, kata dia, banyak daun tembakau yang kerdil atau kering karena kekurangan air. Daerah penghasil tembakau di Bojonegoro yakni Kecamatan Sumberejo, Kepohbaru, Temayang, Kapas, Balen, Dander, Tambakrejo, Ngraho, dan Purwosari.
Pariadi, 65, petani di Desa Mojo, Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro, menuturkan, kini petani mulai memanen tembakau. Namun, kata dia, harga jual daun tembakau pada petikan pertama ini anjlok. Harga jual daun tembakau basah kini hanya Rp1.000 per kilogram, sementara harga jual daun tembakau pada musim panen sebelumnya berkisar Rp3.500/kg.
Menurutnya, pemerintah daerah harus turun tangan membantu mengatasi anjloknya harga tembakau. Pemerintah, kata dia, harus mengupayakan agar hasil panen tembakau bisa diserap oleh pabrikan. “Kalau dibiarkan terus, harga jual daun tembakau saat musim panen kali ini akan benar-benar jeblok,” ujarnya.
Ia menuturkan, menurunnya harga tembakau dipengaruhi belum adanya pabrikan yang mau mengambil tembakau dari petani. Di sisi lain, kata dia, adanya permainan harga tembakau dari para tengkulak. “Petani terpaksa menjual tembakau dengan harga murah lantaran terdesak kebutuhan ekonomi,” ujarnya.
Kabupaten Bojonegoro selama ini dikenal sebagai daerah penghasil tembakau dengan kualitas baik. Saat musim kemarau ini, daerah di Bojonegoro yang ditanami tembakau jenis virginia dan jawa seluas 11 ribu hektare.
Kepala Bidang Perkebunan, Dinas Perkebunan dan Perhutanan (Dishutbun) Pemkab Bojonegoro, Khoirul Insan, mengatakan, pihaknya terus berupaya agar hasil panen tembakau dari petani itu dapat diserap oleh pabrikan rokok. “Kami terus melakukan lobi dengan pabrikan agar menyerap hasil panen tembakau petani,” ujarnya.
Menurutnya, berdasarkan data kebutuhan tembakau di sejumlah pabrikan diketahui target penyerapan tembakau tahun ini masih tinggi. Pabrikan rokok menentukan harga daun tembakau kering rosok Rp20.000 per kilogram, sedangkan harga daun tembakau kering rajangan Rp14 ribu hingga Rp21.000 per kilogram. “Tahun ini pengusaha dan pabrikan rokok masih membutuhkan tembakau dalam jumlah besar,” ujarnya.
Pabrikan rokok diperkirakan masih membutuhkan tembakau hasil panen sekitar 11 ribu hingga 12 ribu ton. Sedangkan, hasil panen tembakau di Bojonegoro tahun ini diperkirakan sekitar 3 ribu ton.
Hasil panen tembakau saat musim kemarau ini memang ada yang tidak bagus. Sebab, kata dia, banyak daun tembakau yang kerdil atau kering karena kekurangan air. Daerah penghasil tembakau di Bojonegoro yakni Kecamatan Sumberejo, Kepohbaru, Temayang, Kapas, Balen, Dander, Tambakrejo, Ngraho, dan Purwosari.
(gpr)
Lihat Juga :