Mentan perintahkan Pemda konsumsi buah lokal
Senin, 10 September 2012 - 16:10 WIB
Mentan perintahkan Pemda konsumsi buah lokal
A
A
A
Sindonews.com - Menteri Pertanian (Mentan) Suswono menyatakan, pihaknya sudah menyampaikan surat berisi instruksi tentang tidak mengkonsumsi buah impor kepada Pemerintah Daerah (Pemda). Pemda diimbau harus menggunakan buah-buahan lokal.
"Kami sudah menyampaikan surat (instruksi tidak konsumsi buah impor) secara resmi, kepada Gubernur, Wali Kota dan Bupati," kata Suswono, usai membuka September Horti Ceria 2012 di Lapangan Gasibu, Jalan Diponegoro, Bandung, Senin (10/9/2012).
Surat imbauan tersebut menurutnya, direspon cukup baik oleh Pemda setempat. Mentan sendiri pernah mengunjungi daerah yang tidak lagi menampilkan buah impor. "Saya apresiasi kepala daerah yang respon," ujarnya.
Dia mengklaim, pemerintah pusat sendiri sering menyampaikan himbauan itu. "Dan buah-buahan di istana sendiri sudah lokal," katanya.
Dengan tidak mengkonsumsi buah impor, maka pemda bisa menganggarkan melalui APBD-nya untuk membeli buah-buahan lokal produk petani lokal.
"Jadi kalau udah memulai, tingkat provinsi, kota dan kabupaten bisa menggalang itu," ujar politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini.
Data Badan Pusat Statistik, impor buah-buahan ke Indonesia mengalami trend meningkat selama 5 tahun terakhir ini. Pada 2011, nilai impor buah-buahan mencapai Rp3,7 triliun atau Rp308 miliar perbulan. Pada Januari-Agustus 2012, nilai buah-buahan mencapai Rp140 miliar.
"Ini (impor) tentu saja menguras devisa. Kalau bisa, ditekan dengan buah-buahan lokal, kalau kita mencintai buah lokal," katanya.
Lanjutnya, volume impor produk hortikultura memang masih relatif, yakni 6-7 persen. Tetapi nilai ini jangan sampai terus meningkat.
Maka untuk mendorong usaha agribisnis hortikultura sekaligus meningkatkan konsumsi masyarakat terhadap produk hortikultura nusantara, Kementerian Pertanian (Kementan) dengan pihak lainnya menyelenggarakan bulan promosi Hortikultura Nusaantara, seperti September Horti Ceria 2012.
"Kami sudah menyampaikan surat (instruksi tidak konsumsi buah impor) secara resmi, kepada Gubernur, Wali Kota dan Bupati," kata Suswono, usai membuka September Horti Ceria 2012 di Lapangan Gasibu, Jalan Diponegoro, Bandung, Senin (10/9/2012).
Surat imbauan tersebut menurutnya, direspon cukup baik oleh Pemda setempat. Mentan sendiri pernah mengunjungi daerah yang tidak lagi menampilkan buah impor. "Saya apresiasi kepala daerah yang respon," ujarnya.
Dia mengklaim, pemerintah pusat sendiri sering menyampaikan himbauan itu. "Dan buah-buahan di istana sendiri sudah lokal," katanya.
Dengan tidak mengkonsumsi buah impor, maka pemda bisa menganggarkan melalui APBD-nya untuk membeli buah-buahan lokal produk petani lokal.
"Jadi kalau udah memulai, tingkat provinsi, kota dan kabupaten bisa menggalang itu," ujar politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini.
Data Badan Pusat Statistik, impor buah-buahan ke Indonesia mengalami trend meningkat selama 5 tahun terakhir ini. Pada 2011, nilai impor buah-buahan mencapai Rp3,7 triliun atau Rp308 miliar perbulan. Pada Januari-Agustus 2012, nilai buah-buahan mencapai Rp140 miliar.
"Ini (impor) tentu saja menguras devisa. Kalau bisa, ditekan dengan buah-buahan lokal, kalau kita mencintai buah lokal," katanya.
Lanjutnya, volume impor produk hortikultura memang masih relatif, yakni 6-7 persen. Tetapi nilai ini jangan sampai terus meningkat.
Maka untuk mendorong usaha agribisnis hortikultura sekaligus meningkatkan konsumsi masyarakat terhadap produk hortikultura nusantara, Kementerian Pertanian (Kementan) dengan pihak lainnya menyelenggarakan bulan promosi Hortikultura Nusaantara, seperti September Horti Ceria 2012.
(gpr)
Lihat Juga :