Intiland bidik lahan 150 hektare

Selasa, 11 September 2012 - 10:29 WIB
Intiland bidik lahan...
Intiland bidik lahan 150 hektare
A A A
Sindonews.com - PT Intiland Development Tbk (DILD) membidik lahan untuk kawasan industri seluas 100–150 hektare hingga dua tahun ke depan. Lahan tersebut berada di kawasan Ngoro, Mojokerto, Jawa Timur.

“Sumber pendanaan akuisisi berasal dari kas internal karena cashflow perusahaan masih cukup,” ujar Executive Director Capital & Invesment Management DILD Archied Noto Pradono di Jakarta kemarin.

Intiland saat ini memiliki kawasan industri di Ngoro yang diberi nama Ngoro Industrial Park. Ada tiga tahap pengembangan yang dilakukan perseroan. Pada tahap pertama, perseroan sudah menjual lahan industri seluas 220 hektare sejak 1995.Proyek ini bekerja sama dengan RSEA Engineering Corporation dengan penyertaan masing-masing sebesar 50 persen.

Pengembangan tahap pertama ini masih menyisakan lahan seluas 3 hektare. Adapun, penjualan tahap kedua dengan total luas 225 hektare mulai dilakukan sejak 2011. Proyek tahap kedua ini digarap Intiland tanpa mitra dengan sisa lahan yang belum terjual sebesar 150 hektare.

Archied mengungkapkan, rata-rata tiap tahun perseroan menjual sekitar 25–30 hektare di kawasan industri. “Tahun ini kami targetkan kawasan industri berkontribusi sebesar 15 persen terhadap total pendapatan,” paparnya.

Dia mengungkapkan, hingga semester I/2012 perseroan membukukan marketing sales sebesar Rp1,5 triliun. Dari total itu, sebesar 50 persen mendapat kontribusi dari industrial.

Archied mengakui, kontribusi industrial tahun ini memang lebih kecil dibandingkan tahun lalu, tetapi harga jual mengalami pertumbuhan lebih baik, karena trennya bagus. Dan, hingga saat ini perseroan mencatatkan sisa lahan seluas 150 hektare, maka pihaknya berencana menambah lahan. “Tahun lalu kontribusinya mencapai 20 persen,” katanya.

Corporate Secretary DILD Theresia Rustandi menambahkan, hingga akhir semester I/2012 realisasi belanja modal (capital expenditure/capex) sebesar Rp500 miliar atau masih di bawah 50 persen dari capex yang dianggarkan perseroan sebesar Rp1,4–1,5 triliun. “Capex tersebut kami sebar untuk proyek-proyek yang sedang berjalan saat ini,” katanya.

Dia memastikan, hingga akhir tahun akan ada dua tambahan hotel yang beroperasi, yaknidiKelapaGading,Jakarta, dan Nusa Dua,Bali. Seperti diketahui, saat ini perseroan sedang berencana membangun 29 hotel.

Dalam hal ini,perseroan memperhatikanwilayah- wilayah yang mempunyai padat transportasi untuk dijadikan transit.Dari total hotel itu perseroan sudah melakukan studi dan mengalokasi investasi. Menurut Theresia, 29 hotel itu bervariasi, dan hingga saat ini sudah ada tiga hotel yang beroperasi yakni di Yogyakarta, Semarang, dan Kuta. “Anggaran setiap hotel mencapai USD4–5 juta atau Rp40–50 miliar,” katanya.

Sementara, wilayah-wilayah yang sudah ada di pipeline perseroan untuk didirikan hotel, antara lain Balikpapan, Palembang, Manado,dan Bali.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Garap Proyek SOHO, Intiland...
Garap Proyek SOHO, Intiland Development Gelontor Rp150 Miliar
Pasca Putusan Pailit,...
Pasca Putusan Pailit, Cowell Utamakan Kepentingan Konsumen dan Karyawan
Ciputra Development...
Ciputra Development Bagikan Dividen Rp148,3 Miliar
Intiland Raih Empat...
Intiland Raih Empat Penghargaan PropertyGuru Indonesia Property Awards 2021
Intiland Gelar Topping...
Intiland Gelar Topping Off Apartemen SQ Res
Intiland Gelar Rapat...
Intiland Gelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahun 2024
Berita Terkini
Percepat Terbentuknya...
Percepat Terbentuknya Ekosistem Pasar Karbon Nasional yang Kredibel, Transparan, dan Berdaya Saing
4 jam yang lalu
Bio Farma Luncurkan...
Bio Farma Luncurkan Bio-TCV, Perkuat Kedaulatan Vaksin Lewat Kolaborasi Akademisi dan Industri
4 jam yang lalu
Kucuran Investasi Rp1.010,6...
Kucuran Investasi Rp1.010,6 Triliun di Paruh Pertama 2026 Serap 1,4 Juta Tenaga Kerja
4 jam yang lalu
Gerak Cepat, BRI Insurance...
Gerak Cepat, BRI Insurance Serahkan Klaim Asuransi Alat Berat Rp322 Juta ke Nasabah Pangkal Pinang
5 jam yang lalu
Pegadaian Perluas Program...
Pegadaian Perluas Program Pande Emas Perkuat Ekosistem Bullion Services
5 jam yang lalu
Bahlil Sebut Kehadiran...
Bahlil Sebut Kehadiran Blok Masela Mampu Dongkrak PDB Nasional hingga Rp2.477 Triliun
5 jam yang lalu
Infografis
5 Aksi Kontroversial...
5 Aksi Kontroversial Houthi, Pernah Bidik Makkah dengan Rudal
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved