Indofarma siap masuk Kazakhstan
Selasa, 11 September 2012 - 10:38 WIB
Indofarma siap masuk Kazakhstan
A
A
A
Sindonews.com - PT Indofarma Tbk (INAF) menargetkan bisa mulai melakukan ekspor produk obatnya ke Kazakhstan pada semester II tahun depan.
Direktur Riset dan Pemasaran Indofarma Elfiano Rizaldi mengatakan, perseroan akan memperbesar pasar ekspor obat ke sejumlah negara. Ekspor ke Kazakhstan, Kamboja, dan Vietnam akan dimulai pada tahun depan. “Untuk Kazakhstanmasihprosesregistrasi, tapi kami harapkan bisa masuk pada semester II tahun depan,” kata dia di Jakarta kemarin.
Dia mengungkapkan, jenis obat yang diekspor ke Kazakhstan sebanyak 20 jenis produk, semuanya merupakan obat generik. Dengan dimulainya ekspor ke negara tersebut, maka nilai penjualan obat untuk pasar luar negeri akan meningkat.
Adapun, produksi obat baru perseroan pada tahun ini mencapai 25,69 juta,dengan rincian obat generik sebanyak 6,9 juta, obat branded sebesar 7,33 juta, dan sisanya mencapai 11,44 juta merupakan obat bebas (OTC).
Direktur Utama INAF Djakfaruddin Junus mengatakan, masuknya INAF ke Kazakhstan akan membuka peluang bagi Indofarma untuk memasarkan produk obatnya ke pasar Eropa. Kazakhstan selama ini melakukan impor obat generik dari China.
Disinggung penerbitan surat utang jangka menengah (medium term notes/MTN) senilai Rp100–200 miliar, Djakfaruddin menuturkan, perseroan telah memperoleh peringkat dari lembaga Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo).
“Kami sudah peroleh peringkat dari Pefindo, dengan peringkat di atas BBB,” ujarnya. Dia berharap MTN itu bisa diterbitkan pada kuartal III tahun ini.
Direktur Riset dan Pemasaran Indofarma Elfiano Rizaldi mengatakan, perseroan akan memperbesar pasar ekspor obat ke sejumlah negara. Ekspor ke Kazakhstan, Kamboja, dan Vietnam akan dimulai pada tahun depan. “Untuk Kazakhstanmasihprosesregistrasi, tapi kami harapkan bisa masuk pada semester II tahun depan,” kata dia di Jakarta kemarin.
Dia mengungkapkan, jenis obat yang diekspor ke Kazakhstan sebanyak 20 jenis produk, semuanya merupakan obat generik. Dengan dimulainya ekspor ke negara tersebut, maka nilai penjualan obat untuk pasar luar negeri akan meningkat.
Adapun, produksi obat baru perseroan pada tahun ini mencapai 25,69 juta,dengan rincian obat generik sebanyak 6,9 juta, obat branded sebesar 7,33 juta, dan sisanya mencapai 11,44 juta merupakan obat bebas (OTC).
Direktur Utama INAF Djakfaruddin Junus mengatakan, masuknya INAF ke Kazakhstan akan membuka peluang bagi Indofarma untuk memasarkan produk obatnya ke pasar Eropa. Kazakhstan selama ini melakukan impor obat generik dari China.
Disinggung penerbitan surat utang jangka menengah (medium term notes/MTN) senilai Rp100–200 miliar, Djakfaruddin menuturkan, perseroan telah memperoleh peringkat dari lembaga Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo).
“Kami sudah peroleh peringkat dari Pefindo, dengan peringkat di atas BBB,” ujarnya. Dia berharap MTN itu bisa diterbitkan pada kuartal III tahun ini.
(gpr)
Lihat Juga :