JAL targetkan raup Rp80,7 triliun dari IPO

Selasa, 11 September 2012 - 10:45 WIB
JAL targetkan raup Rp80,7...
JAL targetkan raup Rp80,7 triliun dari IPO
A A A
Sindonews.com - Maskapai Japan Airlines (JAL) menargetkan meraup dana 660 miliar yen (USD8,5 miliar) atau setara Rp80,7 triliun dari penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) pada 19 September mendatang.

IPO tersebut diperkirakan tercatat sebagai yang terbesar kedua tahun ini setelah Facebok sebesar USD16 miliar yang melantai di Bursa New York, Amerika Serikat (AS) 18 Mei lalu.

JAL mengklaim IPO tersebut mendapatkan respons positif dari investor. JAL bangkit kembali pascaberlindung di bawah undangundang kepailitan pada 2010 lalu.

Adapun target dana IPO itu diperoleh setelah perusahaan milik pemerintah tersebut menawarkan harga 3.790 yen (USD48,55) per saham. Sebelumnya, JAL menawarkan harga IPO tersebut pada kisaran 3.500–3.790 yen.

Jumlah dana yang bakal diperoleh dari IPO tersebut hampir dua kali lipat dibanding dana talangan dari Pemerintah Jepang sebesar 350 miliar yen yang disalurkan melalui Enterprise Turnaround Initiative Corporation of Japan (ETIC).

“Jika dibandingkan dengan saham pesaingnya ANA (All Nippon Airways), saham JAL jelas lebih murah,” kata pimpinan redaksi Tokyo IPO Takashi Nishibori dikutip Reuters kemarin.

Pasca-IPO tersebut, JAL akan menjadi maskapai penerbangan ketiga terbesar di Asia berdasaran nilai pasar setela Singapore Airlines and Air China Ltd.

Sekadar diketahui,pada tahun fiskal 2011 yang berakhir Maret lalu, JAL berhasil membukukan keuntungan operasional sebesar 205 miliar yen, tertinggi di antara pesaingnya. Kendati demikian analis justru menilai IPO JAL bulan ini bakal penuh tantangan.

“Ini adalah saham penerbangan, industrinya sedang berhadapan dengan perekonomian yang menantang. Saat ini tidak ada alasan untuk berinvestasi di saham ini,” kata Kazuyuki Terao, kepala investasi pada RCM Japan Co.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Dalam Sekejap, 1.000...
Dalam Sekejap, 1.000 Lebih Perusahaan di Jepang Bangkrut
Dampak Inflasi Global...
Dampak Inflasi Global Merembes ke Ekonomi Jepang, Investor Cemas
Resesi, Jepang Tak Lagi...
Resesi, Jepang Tak Lagi Jadi Negara Ekonomi Terbesar Ketiga di Dunia
Ekonomi Tumbang, Jepang...
Ekonomi Tumbang, Jepang Pesimistis Pemulihan Bakal Berjalan Cepat
Terjun ke Jurang Resesi,...
Terjun ke Jurang Resesi, Aktivitas Pabrik di Jepang Semakin Memburuk
Inflasi Jepang Tembus...
Inflasi Jepang Tembus 4%, Pecah Rekor Pertama Sejak 1981
Berita Terkini
Percepat Terbentuknya...
Percepat Terbentuknya Ekosistem Pasar Karbon Nasional yang Kredibel, Transparan, dan Berdaya Saing
4 jam yang lalu
Bio Farma Luncurkan...
Bio Farma Luncurkan Bio-TCV, Perkuat Kedaulatan Vaksin Lewat Kolaborasi Akademisi dan Industri
4 jam yang lalu
Kucuran Investasi Rp1.010,6...
Kucuran Investasi Rp1.010,6 Triliun di Paruh Pertama 2026 Serap 1,4 Juta Tenaga Kerja
4 jam yang lalu
Gerak Cepat, BRI Insurance...
Gerak Cepat, BRI Insurance Serahkan Klaim Asuransi Alat Berat Rp322 Juta ke Nasabah Pangkal Pinang
5 jam yang lalu
Pegadaian Perluas Program...
Pegadaian Perluas Program Pande Emas Perkuat Ekosistem Bullion Services
5 jam yang lalu
Bahlil Sebut Kehadiran...
Bahlil Sebut Kehadiran Blok Masela Mampu Dongkrak PDB Nasional hingga Rp2.477 Triliun
5 jam yang lalu
Infografis
Rp603 Triliun Milik...
Rp603 Triliun Milik Amerika Serikat Habis Terbakar di Langit Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved