Kadin : Janggan anggap sepele laporan WEF

Selasa, 11 September 2012 - 15:41 WIB
Kadin : Janggan anggap...
Kadin : Janggan anggap sepele laporan WEF
A A A
Sindonews.com - Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Suryo Bambang Sulistyo menyatakan laporan Global Competitiveness 2012–2013 World Economic Forum (WEF) jangan dianggap sepele. Pasalnya, laporan tersebut akan mempengaruhi pandangan dunia terhadap kondisi negara untuk berinvestasi.

"Kita tidak bisa anggap ini sepele. Sekarang ini justru perhatian dunia ke Indonesia luar biasa, banyak yang muji keberhasilan Indonesia dan peningkatan pertumbuhan ekonomi kita. Tapi kalau tidak kita jaga dan perbaiki, saya rasa kita yang rugi sendiri," kata Suryo di Hotel Borobudur Jakarta, Selasa (11/9/2012).

Namun dirinya tetap mengakui persoalan birokrasi dan sisi infrastruktur serta hal-hal yang menggangu lainnya tidak lepas dari sebuah negara besar, seperti Indonesia. Maka dari itu, sebisa mungkin poin-poin itu mesti dijaga.

"Kita kan negara besar, tidak mungkin ada hal-hal semacam itu, di negara maju pun banyak gangguan semacam itu, masalah keamanan dan yang penting kita syukuri saat ini Indonesia benar-benar menikmati perhatian dunia," jelasnya.

Seperti yang diketahui, laporan terbaru Global Competitiveness 2012–2013 World Economic Forum (WEF) menyatakan, daya saing Indonesia untuk 2012–2013 menempati peringkat ke-50 dari 144 negara, turun dibanding tahun lalu di posisi ke-46.

Peringkat tersebut jauh jika dibandingkan dengan Malaysia yang menduduki ranking ke-25, Brunei Darussalam (28), China (29), dan Thailand (38). Laporan WEF didasarkan pada data yang tersedia untuk umum dan survei pada 15.000 pemimpin bisnis di 144 negara.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Membaca Ketahanan Ekonomi...
Membaca Ketahanan Ekonomi RI dalam Dinamika Global Kuartal III 2025
Indonesia Butuh Rp47.587,3...
Indonesia Butuh Rp47.587,3 Triliun untuk Pertumbuhan Ekonomi 8%
Bahaya! Deflasi Hantam...
Bahaya! Deflasi Hantam Ekonomi RI 5 Bulan Beruntun
Prabowo Sering Diejek...
Prabowo Sering Diejek karena Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 8%
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan Kuartal I Tahun 2024
Dorong Industri Event...
Dorong Industri Event untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Berita Terkini
Raih Predikat Tertinggi...
Raih Predikat Tertinggi IRCA Dua Kali Berturut-turut, GDPS Tegaskan Budaya Kepatuhan
43 menit yang lalu
Acaraki Jamu Festival...
Acaraki Jamu Festival 2026 Dorong Jamu Jadi Penggerak Ekonomi Nasional
1 jam yang lalu
Purbaya Gelontorkan...
Purbaya Gelontorkan Rp11 Triliun Stabilkan Pasar SBN di Pasar Sekunder
1 jam yang lalu
Dukung Industri Kreatif,...
Dukung Industri Kreatif, Joshua Khubani Siapkan Investasi USD100 Juta
5 jam yang lalu
Jelajahi 197 Negara,...
Jelajahi 197 Negara, Peneliti Temukan Kesederhanaan Jadi Kunci Kebahagiaan
5 jam yang lalu
Pasar Keuangan Ambruk...
Pasar Keuangan Ambruk Lebih Dalam, Rupiah Diramal Tembus Rp19.000 Akhir Bulan Ini
5 jam yang lalu
Infografis
Waspada 8 Gejala Awal...
Waspada 8 Gejala Awal Hipertensi, Jangan Dianggap Sepele
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved