FPDIP tolak kenaikan 15% TDL

Selasa, 11 September 2012 - 20:27 WIB
FPDIP tolak kenaikan...
FPDIP tolak kenaikan 15% TDL
A A A
Sindonews.com - Rencana pemerintah menaikkan tarif dasar listrik (TDL) dinilai tidak tepat karena substansi sebenarnya adalah buruknya kinerja PLN.

Ketua Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (FPDIP) Puan Maharani mengungkapkan, rencana kenaikan itu disebabkan kerugian Perusahaan Listrik Negara (PLN) sebesar Rp37,59 triliun sebagaimana hasil akumulasi laporan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) per 16 September 2011. Karenanya, tidak tepat jika kerugian tersebut dibebankan kepada rakyat.

“PDIP tidak setuju keinginan pemerintah menaikkan tarif dasar listrik pada 2013 sebesar 15 persen. Itu kesalahannya di PLN kenapa rakyat yang menanggung beban. Harusnya pemerintah memastikan peningkatan kerja PLN,” kata Puan Maharani saat memaparkan sikap fraksinya di Ruang FPDIP DPR, Jakarta, Selasa (11/9/2012).

Puan menyatakan, sikap FPDIP menolak permintaan pemerintah tersebut memang otomatis akan bertentangan dengan sikap mayoritas fraksi yang pro pemerintah di Komisi VII DPR. Namun, sikap itu tetap akan diperjuangkannya karena fraksinya tidak mau tuli terhadap jeritan aspirasi masyarakat.

Anggota Komisi VII DPR dari FDPIP Daryatmo Mardiyanto menambahkan, rencana kenaikan TDL akibat PLN rugi sekitar Rp37,59 triliun itu jika melihat hasil laporan BPK karena PLN tidak dapat memenuhi bahan bakar gas untuk 8 unit pembangkit. Hal itulah yang mengakibatkan PLN tidak dapat menghemat Rp17,9 triliun pada tahun 2009 dan Rp19,69 triliun pada tahun 2010 yang jika ditotal jumlah kerugiannya Rp37,59 triliun.

“Jadi, dasar dari kenaikan itu kan karena merugi, nah meruginya PLN itu karena tidak dapat berhemat. Artinya itu kesalahannya ada di PLN, lalu kenapa pemerintah membebankan ini ke rakyat? Itulah dasar kenapa FPDIP menolak permiontaan pemerintah,” ungkapnya.

Solusinya, menurut dia, Pemerintah harus memastikan kinerja PLN agar ke depan tidak lagi merugi. Dia menegaskan bahwa pemerintah sudah saatnya menerapkan ketegasan seperti halnya koorporasi karena jika tidak justru akan mengorbankan rakyat.

“Dalam hal ini keberanian pemerintah pada PLN diperlukan. Negara harus berpihak pada rakyat lah, data anggaran yang digunakan PLN harus transparan dan diperoleh dari BPK,” jelasnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Diskon Tarif Listrik...
Diskon Tarif Listrik Sebabkan Deflasi Januari 2025
Jawaban Bahlil Soal...
Jawaban Bahlil Soal Kemungkinan Diskon Tarif Listrik di 2026
Penyesuaian Tarif Listrik...
Penyesuaian Tarif Listrik bagi Golongan Mampu Berlaku Juli Mendatang
Resmi, Ini Rincian Tarif...
Resmi, Ini Rincian Tarif Listrik Terbaru per Oktober-Desember 2024
10 Negara dengan Tarif...
10 Negara dengan Tarif Listrik Termahal di Dunia
Kabar Baik, Tarif Listrik...
Kabar Baik, Tarif Listrik Tidak Naik Sampai Akhir Tahun 2025
Berita Terkini
BRI Life Ungkap Peran...
BRI Life Ungkap Peran Mitra Stategis Selama 4 Dekade
20 menit yang lalu
Pjs Dirut BEI Sebut...
Pjs Dirut BEI Sebut Fundamental Pasar Saham RI Masih Bagus, Ini Buktinya
36 menit yang lalu
Pupuk Kaltim Dorong...
Pupuk Kaltim Dorong Kemandirian Ekonomi Lewat Beragam Program TJSL
1 jam yang lalu
Penjelasan BEI soal...
Penjelasan BEI soal MSCI Turunkan Kasta Pasar Modal RI ke Frontier Market
1 jam yang lalu
Bangun Infrastruktur...
Bangun Infrastruktur Unggul, Brantas Abipraya Perkuat Kolaborasi Internal
2 jam yang lalu
Purbaya Tepis Isu Mundur...
Purbaya Tepis Isu Mundur dari Kursi Menkeu di Tengah Kejatuhan Rupiah Rp18.039
2 jam yang lalu
Infografis
Perbandingan Jet Tempur...
Perbandingan Jet Tempur J-15 China dan F-15 Jepang, Mana Lebih Hebat?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved