Sumber energi menipis, RI bergantung gas
Rabu, 12 September 2012 - 14:57 WIB
Sumber energi menipis, RI bergantung gas
A
A
A
Sindonews.com - Wakil Presiden Boediono menyatakan energi gas akan menjadi pilihan masa depan bagi Indonesaia mengingat ketersediaan sumber-sumber daya energi akan semakin menipis.
Hal itu disampaikan Boediono saat membuka pertemuan World LP Gas Forum ke-25 yang digelar di Nusa Dua, Bali, Rabu (12/9/2012).
Dia mengakui, Indonesia dalam beberapa tahun ke depan sumber daya energinya akan sangat tergantung pada gas atau LPG. Ketergantungan pada LPG itu seiring semakin berkurangnya sumber daya energi yang berasal dari fosil dan sejenisnya.
"Indonesia akan sangat tergantung pada gas karena sumber energi lainnya akan semakin menipis," tegasnya di hadapan seribu delegasi dari 67 negara.
Karenanya, lanjut Boediono, energi dari LPG tersebut akan menjadi pilihan masa depan karena beberapa keunggulan mulai sisi ekonomi, keamanan dan kenyamanan serta ramah lingkungan. Gas akan melengkapi energi baru dan terbarukan yang dibutuhkan di masa mendatang.
Hanya saja, industri gas di Tanah Air belum berkembang maksimal sekalipun Indonesia dinilai berhasil lewat program konversi minyak tanah ke gas.
"Belum berkembangnya energi gas karena ada tantangan utama yakni menyangkut infrastruktur dan penetapan harga," jelasnya.
Pemerintah bersama swasta terus bekerjasama dalam upaya mengatasi dua tantangan besar itu dalam mengoptimalkan sumberdaya energi dari gas agar bisa lebih optimal.
Dicontohkan, keseriusan pemerintah dalam penyediaan gas untuk memenuhi kebutuhan lewat pembangunan jalur pipa gas yang melewati kota-kota besar menghubungkan Sumatera dan Jawa.
Jalur pipa gas tersebut, diharapkan bisa digunakan secara maksimal pada 2014 guna membantu persediaan gas di berbagai daerah di Indonesia.
Terkait harga, pemerintah menginginkan dilakukan penetapan harga yang berbasis pasar sehingga penggunaan gas dalam negeri atau domestik bisa lebih optimal.
Hal itu disampaikan Boediono saat membuka pertemuan World LP Gas Forum ke-25 yang digelar di Nusa Dua, Bali, Rabu (12/9/2012).
Dia mengakui, Indonesia dalam beberapa tahun ke depan sumber daya energinya akan sangat tergantung pada gas atau LPG. Ketergantungan pada LPG itu seiring semakin berkurangnya sumber daya energi yang berasal dari fosil dan sejenisnya.
"Indonesia akan sangat tergantung pada gas karena sumber energi lainnya akan semakin menipis," tegasnya di hadapan seribu delegasi dari 67 negara.
Karenanya, lanjut Boediono, energi dari LPG tersebut akan menjadi pilihan masa depan karena beberapa keunggulan mulai sisi ekonomi, keamanan dan kenyamanan serta ramah lingkungan. Gas akan melengkapi energi baru dan terbarukan yang dibutuhkan di masa mendatang.
Hanya saja, industri gas di Tanah Air belum berkembang maksimal sekalipun Indonesia dinilai berhasil lewat program konversi minyak tanah ke gas.
"Belum berkembangnya energi gas karena ada tantangan utama yakni menyangkut infrastruktur dan penetapan harga," jelasnya.
Pemerintah bersama swasta terus bekerjasama dalam upaya mengatasi dua tantangan besar itu dalam mengoptimalkan sumberdaya energi dari gas agar bisa lebih optimal.
Dicontohkan, keseriusan pemerintah dalam penyediaan gas untuk memenuhi kebutuhan lewat pembangunan jalur pipa gas yang melewati kota-kota besar menghubungkan Sumatera dan Jawa.
Jalur pipa gas tersebut, diharapkan bisa digunakan secara maksimal pada 2014 guna membantu persediaan gas di berbagai daerah di Indonesia.
Terkait harga, pemerintah menginginkan dilakukan penetapan harga yang berbasis pasar sehingga penggunaan gas dalam negeri atau domestik bisa lebih optimal.
(gpr)
Lihat Juga :