Kebijakan ekonomi pemerintah dinilai politis

Kamis, 13 September 2012 - 17:41 WIB
Kebijakan ekonomi pemerintah...
Kebijakan ekonomi pemerintah dinilai politis
A A A
Sindonews.com - Pemerintah dinilai mulai sering membuat kebijakan ekonomi yang sarat dengan kepentingan politik menjelang pemilihan umum (Pemilu) 2014. Salah satu kebijakan ekonomi yang sarat muatan kepentingan Pemilu 2014 adalah rencana kenaikan harga bahan bakar minyak, dan tarif dasar listrik dengan berbagai alasan klasik.

Ketua DPP Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Effendi Simbolon mengatakan, nilai politis dari berbagai kebijakan ekonomi pemerintah memang sangat tinggi sekali. Mulai dari upaya mengurangi subsidi BBM, menaikkan tarif dasar listrik, hingga adanya upaya menggenjot penjualan kendaraan tanpa upaya membenahi sarana transportasi massal.

"Semua upaya kebijakan tersebut pada gilirannya akan menyulitkan rakyat. Kemudian ketika masyarakat terjepit, dan krisis menimpa rakyat. Maka seolah-olah muncul dewa penyelamat yang menyebar Bantuan Langsung Tunai (BLT), Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM), dan berbagai jenisnya. Ini semua suap politik," katanya di Jakarta, Kamis (13/9/2012).

Wakil Ketua Komisi VII DPR ini menambahkan, Indonesia sejauh ini sudah terlalu dalam tergerus dalam arus liberalisasi ekonomi, sehingga segala hal diserahkan kepada mekanisme pasar. Bahkan, sama sekali tak ada proteksi dari pemerintah terhadap jaminan terpenuhinya kebutuhan masyarakat yang tertindas dalam persaingan liberalisasi pasar.

Pemerintah SBY, lanjut dia, terlalu menyerah pada liberalisasi tanpa batas, sehingga semua status komoditas kekayaan nasional diatur melalui mekanisme pasar. Termasuk komoditas dan sumber daya strategis, seperti tambang batu bara, dan emas.

"Perbedaan PDIP dan SBY adalah cara pandang terhadap sumber daya alam, dan bagaimana penguasaan negara atas sumber daya alam tersebut. Bagi kami, masalah distribusi, volume penjualan, dan harga BBM, TDL tetap harus dikuasai, dan dalam kontrol negara. Jangan hanya lepas ke pasar," tandasnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Membaca Ketahanan Ekonomi...
Membaca Ketahanan Ekonomi RI dalam Dinamika Global Kuartal III 2025
Indonesia Butuh Rp47.587,3...
Indonesia Butuh Rp47.587,3 Triliun untuk Pertumbuhan Ekonomi 8%
Bahaya! Deflasi Hantam...
Bahaya! Deflasi Hantam Ekonomi RI 5 Bulan Beruntun
Prabowo Sering Diejek...
Prabowo Sering Diejek karena Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 8%
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan Kuartal I Tahun 2024
Dorong Industri Event...
Dorong Industri Event untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Berita Terkini
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
47 menit yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
47 menit yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
1 jam yang lalu
Bank Mandiri Taspen...
Bank Mandiri Taspen Dorong Pensiunan Tetap Produktif dan Sejahtera
1 jam yang lalu
Personal Branding Berbasis...
Personal Branding Berbasis Kepercayaan Jadi Kunci Peluang Bisnis
1 jam yang lalu
Bukan Sekadar Digital,...
Bukan Sekadar Digital, Teras Kapal BRI Buktikan CX100 Danantara Hadir Nyata di Pulau Terpencil
1 jam yang lalu
Infografis
7 Dosa Kebijakan Nicolas...
7 Dosa Kebijakan Nicolas Maduro: Akar Kehancuran Ekonomi dan Sosial Venezuela
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved