Kuartal III diprediksi defisit transaksi berjalan tinggi

Minggu, 16 September 2012 - 14:56 WIB
Kuartal III diprediksi...
Kuartal III diprediksi defisit transaksi berjalan tinggi
A A A
Sindonews.com - Bank Indonesia (BI) memperkirakan defisit transaksi berjalan masih tetap tinggi pada kuartal III tahun 2012 karena masih berlanjutnya tren penurunan harga komoditas.

"Harga komoditas masih dalam tren menurun meskipun mulai terbatas. Hal ini sebabkan defisit transaksi berjalan masih tetap tinggi," ujar Kepala Biro Humas Bank Indonesia Difi Johansyah di Bandung, Jawa Barat, Minggu (16/9/2012).

Transaksi ekspor non-migas, saat ini menurutnya masih didominasi oleh komoditas utama seperti batubara, minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) dan karet. Ekspor berbasis komoditas ini sangat bergantung pada harga internasional dan permintaan negara-negara tujuan ekspor.

"Harga komoditas saat ini turun karena penurunan permintaan dari negara-negara tujuan ekspor seperti China," jelasnya.

Pada catatannya, harga sejumlah komoditas nonmigas mengalami penurunan rata-rata hingga Juni 2012 sebesar 14,2 persen (year to date/ytd). Sehingga, surplus transaksi ekspor dan impor nonmigas melorot dari USD4,694 miliar pada kuartal I menjadi USD2,154 pada kuartal II. Sedangkan transaksi ekspor-impor sektor migas terus mengalami defisit sebesar USD590 juta.

"Dalam transaksi berjalan, transaksi ekspor-impor jasa juga mengalami defisit sebesar USD2,883 miliar dan transaksi pendapatan defisit sebesar USD6,459 miliar dan hanya transaksi transfer berjalan mengalami surplus USD836 juta,"pungkasnya.

Transaksi berjalan secara keseluruhan mengalami defisit pada kuartal II-2012 sebesar USD6,941 miliar atau 3,14 persen dari PDB (Pendapatan Domestik Bruto). Defisit transaksi berjalan ini kian melebar dari posisi defisit pada kuartal I-2012 sebesar USD3,188 miliar atau 1,46 persen dari PDB.

"Dampaknya masih berlanjut pada transaksi berjalan di kuartal III ini, masih tinggi" tandasnya. (mai)
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Buat Bayar Utang, Cadangan...
Buat Bayar Utang, Cadangan Devisa RI Turun Jadi USD133,1 Miliar
Cadangan Devisa Indonesia...
Cadangan Devisa Indonesia Tembus USD150,2 Miliar, Tertinggi Sepanjang Sejarah
Cara BI Memandang Tren...
Cara BI Memandang Tren Surplus Neraca Perdagangan
KPK: Ruangan Gubernur...
KPK: Ruangan Gubernur BI Turut Digeledah, Ada 2 Tersangka Dugaan Korupsi Dana CSR
Layanan BI-Fast Error,...
Layanan BI-Fast Error, Nasabah CIMB Niaga, BSI, BCA, hingga BNI Mengeluh di Media Sosial
Indef Bingung, Strategi...
Indef Bingung, Strategi Perdagangan Indonesia Berorientasi Ekspor atau Impor?
Berita Terkini
Respons Purbaya soal...
Respons Purbaya soal Tren Sell Indonesia: Kita Tak Sedang Menuju Seperti 1998 Lagi
6 jam yang lalu
MNC Sekuritas & KSPM...
MNC Sekuritas & KSPM GI Universitas Pelita Bangsa Gelar Seminar Pasar Modal
7 jam yang lalu
Ukir Sejarah, BPS-PT...
Ukir Sejarah, BPS-PT Pos Indonesia Luncurkan Sampul Peringatan Edisi Khusus Sensus Ekonomi 2026
8 jam yang lalu
K-SIGN KKP di Rote Ndao...
K-SIGN KKP di Rote Ndao NTT, RI Bersiap Swasembada Garam Industri
10 jam yang lalu
Diserbu 3.800 Pengunjung,...
Diserbu 3.800 Pengunjung, PINDEX 2026 Disambut Antusias
10 jam yang lalu
Purbaya Desak Seluruh...
Purbaya Desak Seluruh Transaksi di Pelabuhan Pakai Rupiah: Kalau Ada Dolar, Saya Hajar!
10 jam yang lalu
Infografis
10 Perguruan Tinggi...
10 Perguruan Tinggi Paling Banyak Sumbang PNS, Kampus Negeri Mendominasi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved