Hary Tanoesoedibjo: Kebangkitan ekonomi dunia bergerak ke Indonesia
Senin, 17 September 2012 - 10:12 WIB
Hary Tanoesoedibjo: Kebangkitan ekonomi dunia bergerak ke Indonesia
A
A
A
Sindonews.com - Ketua Dewan Pakar DPP Partai Nasdem, Hary Tanoesoedibjo mengatakan, Indonesia diuntungkan dengan perubahan secara ekonomi di dunia internasional. Terpuruknya ekonomi Eropa dan Amerika Serikat (AS) justru menjadi momentum bagi pertumbuhan ekonomi di Indonesia.
"Kita harus sadar saat ini ekonomi di dunia internasional mengalami guncangan. Ekonomi Eropa hanya tumbuh 0,1 persen, AS hanya 2 persen. Dan pertumbuhan ekonomi bergerak ke arah timur, ke Asia," kata Hary, di Bandung, Minggu (16/9/2012).
Hary berbicara di depan ribuan massa simpatisan Partai Nasdem yang memadati Gedung Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) ITB, Jalan Tamansari, Bandung, terkait Pelantikan DPD, DPC dan DPRT Partai Nasdem se-Bandung Raya dan Sumedang.
Lanjut CEO MNC Group ini, besarnya penduduk di kawasan Asia Pasifik menjadi potensi bagi pertumbuhan ekonomi. Menurutnya, 61 persen penduduk dunia ada di kawasan ini. Sedangkan 40 persen warga dunia ada di China, India, dan Indonesia.
"Jadi Indonesia akan kena dampak positifnya atas pergerakan ekonomi dari barat ke timur," katanya.
Bahkan, sebutnya, Indonesia akan mampu mengungguli China dan India. Pasalnya, Indonesia memiliki sumber daya alam yang melimpah.
Namun, kondisi saat ini Indonesia harus banyak melakukan perubahan untuk bisa memanfaatkan momentum tersebut. Saat ini ada 80 juta rakyat Indonesia berada di bawah garis kemiskinan.
"'Kemajuan apa yang kita rasakan? Belum berarti. Bahkan belum ada titik terang. Kemakmuran belum jelas," katanya.
Untuk itu, Indonesia harus berubah. Hary yakin, Partai Nasdem mampu membawa perubahan bagi Indonesia. Dia juga yakin jika Partai Nasdem akan melakukan perubahan jika menang dalam pemilu 2014
"Tujuan kita Partai Nasdem membawa perubahan yang fundamental bagi Indonesia supaya bisa lebih baik lagi," katanya. (mai)
"Kita harus sadar saat ini ekonomi di dunia internasional mengalami guncangan. Ekonomi Eropa hanya tumbuh 0,1 persen, AS hanya 2 persen. Dan pertumbuhan ekonomi bergerak ke arah timur, ke Asia," kata Hary, di Bandung, Minggu (16/9/2012).
Hary berbicara di depan ribuan massa simpatisan Partai Nasdem yang memadati Gedung Sasana Budaya Ganesha (Sabuga) ITB, Jalan Tamansari, Bandung, terkait Pelantikan DPD, DPC dan DPRT Partai Nasdem se-Bandung Raya dan Sumedang.
Lanjut CEO MNC Group ini, besarnya penduduk di kawasan Asia Pasifik menjadi potensi bagi pertumbuhan ekonomi. Menurutnya, 61 persen penduduk dunia ada di kawasan ini. Sedangkan 40 persen warga dunia ada di China, India, dan Indonesia.
"Jadi Indonesia akan kena dampak positifnya atas pergerakan ekonomi dari barat ke timur," katanya.
Bahkan, sebutnya, Indonesia akan mampu mengungguli China dan India. Pasalnya, Indonesia memiliki sumber daya alam yang melimpah.
Namun, kondisi saat ini Indonesia harus banyak melakukan perubahan untuk bisa memanfaatkan momentum tersebut. Saat ini ada 80 juta rakyat Indonesia berada di bawah garis kemiskinan.
"'Kemajuan apa yang kita rasakan? Belum berarti. Bahkan belum ada titik terang. Kemakmuran belum jelas," katanya.
Untuk itu, Indonesia harus berubah. Hary yakin, Partai Nasdem mampu membawa perubahan bagi Indonesia. Dia juga yakin jika Partai Nasdem akan melakukan perubahan jika menang dalam pemilu 2014
"Tujuan kita Partai Nasdem membawa perubahan yang fundamental bagi Indonesia supaya bisa lebih baik lagi," katanya. (mai)
(gpr)
Lihat Juga :