Tarif PDAM Depok sama dengan Kabupaten Bogor
Senin, 17 September 2012 - 19:19 WIB
Tarif PDAM Depok sama dengan Kabupaten Bogor
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah Kota Depok menargetkan, setelah dikelola sendiri, tahun 2013 Depok mampu meningkatkan 80 persen pelanggan baru Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). Tarif yang akan ditetapkan dijamin tak akan memberatkan warga Depok.
"Tarif minimal sama dengan Kabupaten Bogor. Sesuai manah UU tentang pelayanan air bersih harus 80 persen dari jumlah penduduk terlayani. PDAM kan baru bisa berjalan kalau ada penyertaan modal," kata Ketua DPRD Depok Rintisyanto, Senin (17/09/12)
Sedikitnya Depok memiliki 4 instalasi pelayanan yakni Citayam, Depok 2, Cimanggis, Sawangan. Nantinya, kata Rintis, akan disiapkan loket - loket pembayaran untuk memudahkan masyarakat atau melalui kerjasama dengan perbankan.
"Nanti disediakan loket, tahun pertama dewan direksi disiapkan, perangkat dasar Rp 600 juta, operasional sesungguhnya baru 2013, sekarang baru tahap awal," ungkapnya.
Saat ini pelanggan PDAM Tirta Kahuripan di Depok sekitar 41.000. Kemudian jumlah pelanggan UPT Air Bersih Kota Depok sebanyak 4.000 pelanggan. Sementara itu, jumlah rumah tangga di Depok yang menjadi sasaran adalah sekitar 400.000 rumah tangga.
Lebih lanjut Rintis menjelaskan, untuk ketersediaan air, Kota Depok tidak ada duanya. Selain dari debit air Sungai Ciliwung, Sungai Cisadane, dan anak sungai, penyediaan air PDAM dapat diperoleh melalui sungai air bawah tanah. Di Sawangan sempat dilakukan survei dan hasilnya debit suangai air bawah tanah itu dapat mencapai 1.000 meter kubik per detik.
"Untuk sementara itu beli air dari Bogor tidak masalah. Kami juga merencanakan akan membangun waduk di Limo," paparnya.
Rintis menambahkan bahwa cikal bakal PDAM Tirta Pakuan itu berawal di Depok. Tahun 1979, Perumnas membangun perumahan di Depok dan memasangan jaringan PDAM. Tahun 2007 Kota Depok telah membentuk UPT Pelayanan Air Bersih yang hingga kini pelanggannya mencapai 4.000 pelanggan. (mai)
"Tarif minimal sama dengan Kabupaten Bogor. Sesuai manah UU tentang pelayanan air bersih harus 80 persen dari jumlah penduduk terlayani. PDAM kan baru bisa berjalan kalau ada penyertaan modal," kata Ketua DPRD Depok Rintisyanto, Senin (17/09/12)
Sedikitnya Depok memiliki 4 instalasi pelayanan yakni Citayam, Depok 2, Cimanggis, Sawangan. Nantinya, kata Rintis, akan disiapkan loket - loket pembayaran untuk memudahkan masyarakat atau melalui kerjasama dengan perbankan.
"Nanti disediakan loket, tahun pertama dewan direksi disiapkan, perangkat dasar Rp 600 juta, operasional sesungguhnya baru 2013, sekarang baru tahap awal," ungkapnya.
Saat ini pelanggan PDAM Tirta Kahuripan di Depok sekitar 41.000. Kemudian jumlah pelanggan UPT Air Bersih Kota Depok sebanyak 4.000 pelanggan. Sementara itu, jumlah rumah tangga di Depok yang menjadi sasaran adalah sekitar 400.000 rumah tangga.
Lebih lanjut Rintis menjelaskan, untuk ketersediaan air, Kota Depok tidak ada duanya. Selain dari debit air Sungai Ciliwung, Sungai Cisadane, dan anak sungai, penyediaan air PDAM dapat diperoleh melalui sungai air bawah tanah. Di Sawangan sempat dilakukan survei dan hasilnya debit suangai air bawah tanah itu dapat mencapai 1.000 meter kubik per detik.
"Untuk sementara itu beli air dari Bogor tidak masalah. Kami juga merencanakan akan membangun waduk di Limo," paparnya.
Rintis menambahkan bahwa cikal bakal PDAM Tirta Pakuan itu berawal di Depok. Tahun 1979, Perumnas membangun perumahan di Depok dan memasangan jaringan PDAM. Tahun 2007 Kota Depok telah membentuk UPT Pelayanan Air Bersih yang hingga kini pelanggannya mencapai 4.000 pelanggan. (mai)
(gpr)
Lihat Juga :