Separuh PDAM Berstatus Sakit, Wapres Akui Pembiayaan Infrastruktur Air Minum Layak Belum Mencukupi
Selasa, 06 Juni 2023 - 13:54 WIB
loading...
Infrastruktur air layak minum masih belum mencukupi. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Wakil Presiden ( Wapres ) Ma’ruf Amin mengakui pembiayaan infrastruktur air minum belum mencukupi. Apalagi, dari data Kementerian PUPR mengungkap hampir separuh dari total 388 perusahaan daerah air minum (PDAM) di Indonesia berstatus "sakit".
Baca juga: Wapres Sebut 7 dari 10 Sumber Air Rumah Tangga di Indonesia Tercemar Limbah
“Masih (ada) kendala yang dihadapi yaitu pembiayaan infrastruktur selain yang disediakan oleh pemerintah melalui APBN atau melalui APBD, itu belum mencukupi,” ungkap Wapres di acara Indonesia Water and Wastewater Expo and Forum (IWWEF) 2023, di Hotel Bidakara, Jakarta, Selasa (6/6/2023).
Lebih lanjut Wapres mengatakan, air bersih merupakan kebutuhan utama bagi seluruh makhluk hidup. Oleh karena itu, penyediaan air dan pembiayaan infrastruktur untuk air serta sanitasi merupakan langkah penting.
"Masalah air ini masalah penting, kebutuhan hidup manusia, bahkan semua makhluk yang hidup,” jelas Wapres.
Menurut Wapres, air bersih dan sanitasi yang aman harus terpenuhi sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2020 – 2024. Pemerintah menargetkan 100% rumah tangga memiliki akses air minum layak pada 2024, termasuk 15% akses air minum aman, dan 30% akses air minum perpipaan.
Sementara untuk sanitasi, Wapres mengatakan amanat RPJMN adalah terwujudnya 90% akses sanitasi layak, termasuk di dalamnya 15% rumah tangga memiliki akses sanitasi aman, dan penurunan angka defekasi di tempat terbuka hingga 0% pada akhir 2024.
Baca juga: Wapres Sebut 7 dari 10 Sumber Air Rumah Tangga di Indonesia Tercemar Limbah
“Masih (ada) kendala yang dihadapi yaitu pembiayaan infrastruktur selain yang disediakan oleh pemerintah melalui APBN atau melalui APBD, itu belum mencukupi,” ungkap Wapres di acara Indonesia Water and Wastewater Expo and Forum (IWWEF) 2023, di Hotel Bidakara, Jakarta, Selasa (6/6/2023).
Lebih lanjut Wapres mengatakan, air bersih merupakan kebutuhan utama bagi seluruh makhluk hidup. Oleh karena itu, penyediaan air dan pembiayaan infrastruktur untuk air serta sanitasi merupakan langkah penting.
"Masalah air ini masalah penting, kebutuhan hidup manusia, bahkan semua makhluk yang hidup,” jelas Wapres.
Menurut Wapres, air bersih dan sanitasi yang aman harus terpenuhi sesuai Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2020 – 2024. Pemerintah menargetkan 100% rumah tangga memiliki akses air minum layak pada 2024, termasuk 15% akses air minum aman, dan 30% akses air minum perpipaan.
Sementara untuk sanitasi, Wapres mengatakan amanat RPJMN adalah terwujudnya 90% akses sanitasi layak, termasuk di dalamnya 15% rumah tangga memiliki akses sanitasi aman, dan penurunan angka defekasi di tempat terbuka hingga 0% pada akhir 2024.
Lihat Juga :