BNI & Mandiri suntik Pelindo Rp1 triliun
Selasa, 18 September 2012 - 13:32 WIB
BNI & Mandiri suntik Pelindo Rp1 triliun
A
A
A
Sindonews.com - Pelabuhan Indonesia (Pelindo) II menerima suntikan dana berupa Kredit Modal Kerja (KMK) dari PT. Bank Negara Indonesia (persero) Tbk dan PT. Bank Mandiri (Persero) Tbk. Total suntikan dana tersebut sebesar Rp1 triliun.
"Ada dua , Bank Mandiri sebesar Rp500 miliar dan Bank BNI sebesar Rp500 miliar," kata Direktur Utama Pelindo II Richard Joost Lino seusai penandatangan perjanjian KMK di Hotel Four Season, Jakarta, Selasa (18/9/2012)
Dia menjelaskan, tenor KMK berlaku satu tahun dan dapat diperpanjang sesuai dengan kesepakatan.
Sejauh ini Pelindo II selalu menggunakan kas internal dalam operasi bisnis. Salah satunya, untuk memulai pembangunan proyek Pelabuhan Kalibaru dan New Tanjung Priok.
"Pinjaman ini untuk working capital karena kita baru dua minggu lalu
baru mendapatkan konsesi Kalibaru dari kemenhub," jelasnya.
Dia menjelaskan untuk membangun Terminal Kalibaru membutuhkan investasi hingga USD4 miliar yang dibagi dalam dua tahap. Tahap pertama membutuhkan investasi sebesar USD2,5 miliar, dimana USD1,3 miliar dialokasikan untuk membangun infrastruktur seperti dermaga dan reklamasi.
Sedangkan investasi bagian superstruktur dan peralatan akan berasal dari anak perusahaan Pelindo II, PT Pengembang Pelabuhan Indonesia sebagai operator terminal Kalibaru.
Sumber dana investasi USD1,3 miliar akan diambil dari equity Pelindo II sebanyak 20 persen,advanced payment calon operator dan 40 persen sisanya external funds.
"Ada dua , Bank Mandiri sebesar Rp500 miliar dan Bank BNI sebesar Rp500 miliar," kata Direktur Utama Pelindo II Richard Joost Lino seusai penandatangan perjanjian KMK di Hotel Four Season, Jakarta, Selasa (18/9/2012)
Dia menjelaskan, tenor KMK berlaku satu tahun dan dapat diperpanjang sesuai dengan kesepakatan.
Sejauh ini Pelindo II selalu menggunakan kas internal dalam operasi bisnis. Salah satunya, untuk memulai pembangunan proyek Pelabuhan Kalibaru dan New Tanjung Priok.
"Pinjaman ini untuk working capital karena kita baru dua minggu lalu
baru mendapatkan konsesi Kalibaru dari kemenhub," jelasnya.
Dia menjelaskan untuk membangun Terminal Kalibaru membutuhkan investasi hingga USD4 miliar yang dibagi dalam dua tahap. Tahap pertama membutuhkan investasi sebesar USD2,5 miliar, dimana USD1,3 miliar dialokasikan untuk membangun infrastruktur seperti dermaga dan reklamasi.
Sedangkan investasi bagian superstruktur dan peralatan akan berasal dari anak perusahaan Pelindo II, PT Pengembang Pelabuhan Indonesia sebagai operator terminal Kalibaru.
Sumber dana investasi USD1,3 miliar akan diambil dari equity Pelindo II sebanyak 20 persen,advanced payment calon operator dan 40 persen sisanya external funds.
(hyk)
Lihat Juga :