Harga barang akan naik signifikan
Rabu, 19 September 2012 - 14:52 WIB
Harga barang akan naik signifikan
A
A
A
Sindonews.com - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menyatakan dengan adanya kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL) sebesar 15 persen pada 2013 akan berdampak pada kenaikan harga produksi yang signifikan.
Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Industri, Riset dan Teknologi Bambang Sujagad mengatakan keputusan kenaikan TDL tersebut akan berpengaruh pada biaya produksi, karena biaya listrik masuk dalam biaya produksi sebesar 20 persen.
"Jadi itu akan berpengaruh karena struktur listrik itu 20 persen dari struktur produksi. Kalau naik 15 persen itu sangat berpengaruh secara signifikan," kata Bambang, di JW Marriot Hotel Mega Kuningan, Jakarta, Rabu (19/9/2012).
Menurut Bambang, dengan adanya kenaikan TDL tersebut dikhawatirkan akan tejadinya penurunan daya saing produksi barang dalam negeri karena masuknya barang-barang impor.
"Kita kalah bersaing dan khawatir industri kita jadi berkurang karena 60 persen pasar itu sudah dikuasai barang impor," ungkap Bambang.
Bambang menjelaskan nantinya industri yang akan terkena dampak kenaikan TDL tersebut adalah industri besi baja, industri metal dan industri scrap karena aktifitas produksinya cukup tinggi dalam menggunakan listrik.
"Industri yang banyak menggunakan listrik, industri besi, metal, scrap itu kan listrik terus," tutup Bambang. (mai)
Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Industri, Riset dan Teknologi Bambang Sujagad mengatakan keputusan kenaikan TDL tersebut akan berpengaruh pada biaya produksi, karena biaya listrik masuk dalam biaya produksi sebesar 20 persen.
"Jadi itu akan berpengaruh karena struktur listrik itu 20 persen dari struktur produksi. Kalau naik 15 persen itu sangat berpengaruh secara signifikan," kata Bambang, di JW Marriot Hotel Mega Kuningan, Jakarta, Rabu (19/9/2012).
Menurut Bambang, dengan adanya kenaikan TDL tersebut dikhawatirkan akan tejadinya penurunan daya saing produksi barang dalam negeri karena masuknya barang-barang impor.
"Kita kalah bersaing dan khawatir industri kita jadi berkurang karena 60 persen pasar itu sudah dikuasai barang impor," ungkap Bambang.
Bambang menjelaskan nantinya industri yang akan terkena dampak kenaikan TDL tersebut adalah industri besi baja, industri metal dan industri scrap karena aktifitas produksinya cukup tinggi dalam menggunakan listrik.
"Industri yang banyak menggunakan listrik, industri besi, metal, scrap itu kan listrik terus," tutup Bambang. (mai)
(gpr)
Lihat Juga :