Harum Energy catat EBITDA USD142,6 juta
Kamis, 20 September 2012 - 16:42 WIB
Harum Energy catat EBITDA USD142,6 juta
A
A
A
Sindonews.com - PT Harum Energy Tbk (HRUM) mencatat earning before interest, taxes, depriciation and amortization (EBITDA) pada semester pertama tahun 2012 mencapai USD142,6 juta.
"EBITDA naik 25,8 persen dari USD113,3 juta di semester pertama tahun 2011 menjadi USD142,6 juta di semester pertama tahun 2012," ujar Direktur Utama PT Harum Energy Tbk, Ray Antonio Gunara, dalam Public Expose PT Harum Energy di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakrta, Kamis (20/9/2012).
Selain itu, perusahaan juga mencatatkan peningkatan pendapatan sebesar 71,7 persen pada semester pertama tahun 2012 dibanding pendapatan pada periode yang sama di tahun sebelumnya.
"Pendapatan naik 71,7 persen dari USD 340,8 juta di semester pertama tahun 2011 menjadi USD 583,2 juta di semester pertama tahun 2012," sambung Ray.
Kenaikan tersebut, sambung Ray, dikarenakan meningkatnya volume penjualan batubara perusahaan. "Selain itu, harga jual rata-rata batubara yang relatif stabil," tutupnya.
Sebelumnya, HRUM mencatatkan kenaikan baik dari segi penjualan maupun dari segi produksi ditengah harga rata-rata penjualan batu bara turun 7,6 persen dari USD93,8 per ton di kuartal tahun 2012 menjadi USD86,7 per ton di kuartal II tahun 2012.
Dari segi penjualan, lanjut Ray, Harum Energy mencatatkan kenaikan sebesar 62 persen pada semester pertama tahun ini dibanding semester pertama tahun 2011 lalu.
"EBITDA naik 25,8 persen dari USD113,3 juta di semester pertama tahun 2011 menjadi USD142,6 juta di semester pertama tahun 2012," ujar Direktur Utama PT Harum Energy Tbk, Ray Antonio Gunara, dalam Public Expose PT Harum Energy di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakrta, Kamis (20/9/2012).
Selain itu, perusahaan juga mencatatkan peningkatan pendapatan sebesar 71,7 persen pada semester pertama tahun 2012 dibanding pendapatan pada periode yang sama di tahun sebelumnya.
"Pendapatan naik 71,7 persen dari USD 340,8 juta di semester pertama tahun 2011 menjadi USD 583,2 juta di semester pertama tahun 2012," sambung Ray.
Kenaikan tersebut, sambung Ray, dikarenakan meningkatnya volume penjualan batubara perusahaan. "Selain itu, harga jual rata-rata batubara yang relatif stabil," tutupnya.
Sebelumnya, HRUM mencatatkan kenaikan baik dari segi penjualan maupun dari segi produksi ditengah harga rata-rata penjualan batu bara turun 7,6 persen dari USD93,8 per ton di kuartal tahun 2012 menjadi USD86,7 per ton di kuartal II tahun 2012.
Dari segi penjualan, lanjut Ray, Harum Energy mencatatkan kenaikan sebesar 62 persen pada semester pertama tahun ini dibanding semester pertama tahun 2011 lalu.
(gpr)
Lihat Juga :