Nilai aset HRUM tercatat USD528,4 juta
Kamis, 20 September 2012 - 17:27 WIB
Nilai aset HRUM tercatat USD528,4 juta
A
A
A
Sindonews.com - Hingga 30 juni 2012, PT Harum Energy Tbk (HRUM) mencatatkan jumlah aset dengan nilai total mencapai USD528,4 juta, atau meningkat sebesar 4,1 persen dari total nilai aset yang dimiliki pada 31 desember 2012 yang sebesar USD507,7 Juta.
Direktur Utama PT Harum Energy, Ray Antonio Gunara menerangkan, kenaikan jumlah aset tersebut turut didorong meningkatnya piutang perusahaan sebagai konsekuensi kenaikan pendapatan perseroan.
"Faktor utama yang mempengaruhi kenaikan jumlah aset perseroan dari tanggal 30 Desember 2011 sampai 30 Juni 2012 adalah karena kenaikan piutang usaha yang disebabkan oleh kenaikan pendapatan perseroan," terang Ray dalam Public Expose PT Harum Energy di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (20/9/2012).
Namun demikian, perseroan tetap mencatatkan utang usaha sebesar USD148 juta. Hal ini, kata Ray, disebabkan adanya kenaikan volume produksi dan penjualan sehingga meningkatkan biaya produksi.
"Kenaikan biaya yang harus dibayar terutama disebabkan oleh pembayaran royalti dan komisi penjualan yang lebih tinggi sebagai dampak kenaikan penjualan," tutupnya.
Direktur Utama PT Harum Energy, Ray Antonio Gunara menerangkan, kenaikan jumlah aset tersebut turut didorong meningkatnya piutang perusahaan sebagai konsekuensi kenaikan pendapatan perseroan.
"Faktor utama yang mempengaruhi kenaikan jumlah aset perseroan dari tanggal 30 Desember 2011 sampai 30 Juni 2012 adalah karena kenaikan piutang usaha yang disebabkan oleh kenaikan pendapatan perseroan," terang Ray dalam Public Expose PT Harum Energy di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (20/9/2012).
Namun demikian, perseroan tetap mencatatkan utang usaha sebesar USD148 juta. Hal ini, kata Ray, disebabkan adanya kenaikan volume produksi dan penjualan sehingga meningkatkan biaya produksi.
"Kenaikan biaya yang harus dibayar terutama disebabkan oleh pembayaran royalti dan komisi penjualan yang lebih tinggi sebagai dampak kenaikan penjualan," tutupnya.
(gpr)
Lihat Juga :