Kebutuhan Dolar tinggi, Rupiah cenderung menurun
Jum'at, 21 September 2012 - 07:00 WIB
Kebutuhan Dolar tinggi, Rupiah cenderung menurun
A
A
A
Sindonews.com - Pada perdagangan hari ini, Rupiah diprediksi cenderung menurun sebagai akibat dari masih tingginya kebutuhan Dolar AS di dalam negeri.
"Untuk hari Jumat (21/9/2012), nilai tukar Rupiah cenderung melemah ke level 9.530–9.560," ujar pengamat valas, Rahadyo Anggoro Widagdo kepada Sindonews, Jumat (20/9/2012).
Kondisi ini, tambah Rahadyo, dipengaruhi oleh kebutuhan kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) impor yang masih tinggi. "Kebutuhan dolar AS di dalam negeri khususnya dari BUMN Pertamina yang harus menambah stok dengan melakukan impor cenderung masih tinggi," tambahnya.
Selain itu, risk appetite global (risiko pembukaan pasar global) cenderung belum stabil, namun agresivitas pelaku pasar mengoleksi instrumen Rupiah diprediksi tetap marak hingga potensi mendukung pergerakan Rupiah.
Di saat yang sama, AS merilis data penjualan rumah yang sudah diprediksi meningkat untuk Agustus 2012. Existing Home Sales sudah diprediksi bertambah menjadi 4,55 juta unit dari sebelumnya 4,47 juta unit.
"Data Housing Start, jumlah rumah yang dibangun juga sudah diprediksi meningkat menjadi 765 ribu unit dari sebelumnya 746 ribu unit," tutupnya.
"Untuk hari Jumat (21/9/2012), nilai tukar Rupiah cenderung melemah ke level 9.530–9.560," ujar pengamat valas, Rahadyo Anggoro Widagdo kepada Sindonews, Jumat (20/9/2012).
Kondisi ini, tambah Rahadyo, dipengaruhi oleh kebutuhan kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) impor yang masih tinggi. "Kebutuhan dolar AS di dalam negeri khususnya dari BUMN Pertamina yang harus menambah stok dengan melakukan impor cenderung masih tinggi," tambahnya.
Selain itu, risk appetite global (risiko pembukaan pasar global) cenderung belum stabil, namun agresivitas pelaku pasar mengoleksi instrumen Rupiah diprediksi tetap marak hingga potensi mendukung pergerakan Rupiah.
Di saat yang sama, AS merilis data penjualan rumah yang sudah diprediksi meningkat untuk Agustus 2012. Existing Home Sales sudah diprediksi bertambah menjadi 4,55 juta unit dari sebelumnya 4,47 juta unit.
"Data Housing Start, jumlah rumah yang dibangun juga sudah diprediksi meningkat menjadi 765 ribu unit dari sebelumnya 746 ribu unit," tutupnya.
(gpr)