Pemerintah akui renegosiasi Freeport terlalu alot

Jum'at, 21 September 2012 - 16:21 WIB
Pemerintah akui renegosiasi...
Pemerintah akui renegosiasi Freeport terlalu alot
A A A
Sindonews.com - Pemerintah Indonesia mengakui perundingan dengan PT Freeport Indonesia berlangsung alot. Beberapa poin perundingan yang dirasa cukup rumit adalah divestasi, luas wilayah dan pengolahan pemurnian.

"Kalau Freeport agak sulit itu, jadi ada isunya luas wilayah, luas wilayahnya kan 200 ribuan hektar, terus pengolahan pemurnian, itu kan membutuhkan investasi, jadi itu alot untuk Freeport. Kalau royalti kita ingin prevailing. Namanya negosiasi ya gitu," kata Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Minerba) Thamrin Sihite di kantor KESDM, Jakarta, Jumat (21/9/2012).

Dirinya belum dapat memastikan perundingan ini akan selesai di 2012 ataupun tahun depan. Kemungkinan memang selalu ada, namun dikembalikan ke pihak Freeport untuk menyetujui usulan pemerintah.

"Tanya Freeport, kalau mau luas wilayah, langsung tandatangan, coba tanya. Kalau dia setuju, kan luas wilayah harus 25.000, harus ada pengolahan pemurnian, divestasi 51 persen. Coba tanya, kira-kira mereka mau nggak?" paparnya.

Pada perundingan, lanjutnya, pemerintah mengadakan Focus Group Discussion (FGD) yang menghadirkan berbagai ahli di Indonesia, khususnya dari Perguruan Tinggi.

"Kita ingin dengar dari independen, sedang dikaji. Saya tidak senang jika ada yang bilang rugi, karena itu relatif. Sekarang untuk terjadi pengolahan pemurnian di Indonesia, apa yang mereka minta," pungkasnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Smelter Freeport di...
Smelter Freeport di Gresik Terbakar, Tim Gabungan Damkar Dikerahkan ke Lokasi
Smelter Manyar Jadi...
Smelter Manyar Jadi Titik Awal Integrasi Industri dan Lingkungan Hidup
Produksi Katoda Dimulai,...
Produksi Katoda Dimulai, Smelter PTFI Jadi Contoh Hilirisasi Pro-Rakyat
Tarif Impor AS Tak Guncang...
Tarif Impor AS Tak Guncang Smelter Nasional, Diversifikasi Ekspor Jadi Kunci Hilirisasi
PT Freeport Indonesia...
PT Freeport Indonesia Raih Pengakuan Global Esri untuk Inovasi dan Dampak Keberlanjutan
PTFI Perkuat Fondasi...
PTFI Perkuat Fondasi Ekonomi Papua Tengah, Dorong Pertumbuhan Berkelanjutan lewat Investasi Jangka Panjang
Berita Terkini
Bangun Pertanian di...
Bangun Pertanian di Papua, Pemerintah Gelontorkan Rp5 Triliun
22 menit yang lalu
Penjelasan PLN soal...
Penjelasan PLN soal Blackout di Beberapa Wilayah Pulau Jawa
2 jam yang lalu
Emas Antam Kembali Berkilau,...
Emas Antam Kembali Berkilau, Hari Ini Naik Rp20 Ribu Sentuh Rp2.709.000 per Gram
3 jam yang lalu
IHSG Dibuka Perkasa...
IHSG Dibuka Perkasa Sentuh Level 5.960, Ada 380 Saham Berlari di Zona Hijau
3 jam yang lalu
Aliran Modal Asing Mulai...
Aliran Modal Asing Mulai Masuk, Rupiah Membaik Tinggalkan Rp18.000 per Dolar AS
4 jam yang lalu
Beban Berat Kelas Menengah...
Beban Berat Kelas Menengah di Tengah Kenaikan Pertamax jadi Rp16.250/Liter
5 jam yang lalu
Infografis
Rusia Akui Kerahkan...
Rusia Akui Kerahkan Tentara Korut dalam Perang Lawan Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved