Ciamis terancam rawan pangan

Sabtu, 22 September 2012 - 11:46 WIB
Ciamis terancam rawan...
Ciamis terancam rawan pangan
A A A
Sindonews.com - Ketahanan Pangan di Wilayah Kabupaten Ciamis dalam kondisi terancam. Sedikitnya, saat ini tercatat ada enam kecamatan yang kondisi cadangan berasnya sudah menipis, yaitu hanya mencukupi untuk satu bulan ke depan.

Keenam kecamatan itu, terdiri dari Kecamatan Pangandaran, Cigugur, Cimerak, Cimaragas, Rajadesa dan Panawangan. Jika tidak di suplai dari keamatan lain, maka warga di enam kecamatan bisa mengalami rawan pangan.

“Kondisi itu terjadi akibat dampak kemarau panjang, yang mulai mempengaruhi terhadap ketersediaan pangan di daerah. Umumnya, enam kecamatan itu tidak memiliki lahan pertanian padi yang mencukupi,” terang Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kabupaten Ciamis Adi Nurgraha, Jumat (21/9/2012).

Adi menjelaskan, selain enam Kecamatan yang terancam, saat ini sudah ada dua desa yang mengalami rawan pangan. Kedua desa itu, yakni Desa Karangpaninggal dan Desa Kutawaringin di Kecamatan Purwadadi.

“Untuk menghindari dampak sosial, Pemda Ciamis membantu paket sembako sebesar Rp37 juta untuk dua desa tersebut. Bantuan itu bersumber dari Bantuan Sosial (Bansos) Pemda Ciamis,” terang Adi.

Adi menambahkan, sekalipun beberapa daerah sudah tercatat rawan Pangan, namun secara keseluruhan untuk Kabupaten Ciamis, stok pangan masih mencukupi hingga enam bulan ke depan.

“Asalkan petani tidak menjual hasil penen ke luar kabupaten, stok untuk enam bulan kedepan sudah aman. Karena per Agustus lalu, surplus beras Ciamis masih tercatat 126.177,53 ton,” sebut Adi.

Adi menambahkan, kewaspadaan petani untuk tidak menjual beras besar-besaran akibat iming-iming harga yang tinggi, bisa menjadi solusi untuk mengantisipasi masa paceklik yang diperkirakan akan berlangusng hingga 2013, mendatang.

“Prediksi itu, kalau paling cepat pada Oktober mendatang sudha turun hujan. Kalau hujan turun lebih lama, maka masa krisi pangan bisa lebih parah,” ungkapnya.

Adi mengaku khawatir, dengan kondisi petani yang gampang tergiur harga tinggi. Karena pada September saja, sudah tercatat 13.700,20 ton beras yang dikeluarkan atau di jual petani.

“Jika dalam beberapa bulan kedepan, beras keluar besar-besaran. Maka, cadangan tidak akan mencukupi hingga enam bulan ke depan. Kami pun tidak bisa melarang petani menjual beras, kalau kebutuhannya mendesak, diantaranya pengeluaran biaya pendidikan anak di awal tahun ajaran baru,” sebut Adi.

Untuk menekan laju rawan pangan, sebut Adi, sejak kemarau bulan April-Agustus, Lembaga Distribusi Pangan Masyarakat (LDPM) terus mendistribusikan gabah dari kecamatan-kecamatan yang surplus ke kecamatan yang minus.

“Samapi saat ini jumlahnya sudha mencapai 650,49 ton gabah. Selain itu, aktivitas kelompok wanita tani melakukan penganekaragaman konsumsi pangan tetap berjalan, karena saat kemarau, waktunya panen umbi-umbian. Hasil panen umbi-umbian diolah menjadi tepung sehingga mengurangi kebutuhan beras,” pungkas Adi.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Sistem SP2KP untuk Pengendalian...
Sistem SP2KP untuk Pengendalian Harga Pangan
Swasembada Beras 3 Tahun...
Swasembada Beras 3 Tahun Berturut-turut, Indonesia Raih Penghargaan
Biaya Tersembunyi Sistem...
Biaya Tersembunyi Sistem Pangan RI Setara Hampir Separuh PDB
Pengamat Ekonomi : Kenaikan...
Pengamat Ekonomi : Kenaikan Harga Pangan Masih Wajar di Bulan Ramadan 2026
Bibit Ayam Broiler PPG...
Bibit Ayam Broiler PPG Siap Dukung Kedaulatan Pangan Nasional
Dukung Ketahanan Pangan...
Dukung Ketahanan Pangan Nasional, Syngenta Luncurkan Jagung Hibrida NK Perkasa Sakti
Berita Terkini
Diplomasi Sawit Perlu...
Diplomasi Sawit Perlu Diperkuat untuk Jaga Daya Saing Ekspor
1 jam yang lalu
Perang AS-Iran Kian...
Perang AS-Iran Kian Sengit, ASEAN Wanti-wanti Krisis Pangan dan Energi
1 jam yang lalu
Garudafood Resmikan...
Garudafood Resmikan Rumah Maggot di Depok, Kelola 100 Ton Sampah Organik Jadi Nilai Ekonomi
2 jam yang lalu
MNC Sekuritas Dukung...
MNC Sekuritas Dukung MNC University dalam Seminar 'Crafting Your Career and Wealth in The Web3 Era'
2 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Regional JBB Manfaatkan Tenaga Surya Tingkatkan Ekonomi Masyarakat
2 jam yang lalu
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan...
Bea Cukai Tak Jadi Dibubarkan Prabowo, Ini Alasannya
2 jam yang lalu
Infografis
5 Negara Terancam setelah...
5 Negara Terancam setelah Donald Trump Kembali Jadi Presiden AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved