Naikkan devisa, turis Australia dibidik
Minggu, 23 September 2012 - 17:24 WIB
Naikkan devisa, turis Australia dibidik
A
A
A
Sindonews.com - Pemerintah terus memaksimalkan berbagai aspek yang timbul seiring semakin baiknya laju pertumbuhan ekonomi Indonesia. Salah satu langkah yang dilakukan adalah dengan meningkatkan daya tarik di sektor pariwisata.
Salah satu yang tengah disorot pemerintah terkait pariwisata ini adalah menarik turis asal Australia. Upaya ini diharapkan mampu mendatangkan devisa yang lebih baik, sekaligus menarik minat investasi dari para investor asal negeri kangguru tersebut.
Demikian disampaikan Kasubdit Wilayah Amerika dan Pasifik, Kementerian Pariwisata dan Ekonom Kreatif Vinsensius Jemadu, dalam acara Regional Investment Foru (RIF), di Melbourne Australia, beberapa waktu lalu, dalam keterangan pers yang diterima Sindonews, Minggu (23/9/2012).
Jemadu, memaparkan angka kunjungan turis asal Australia pada 2011 berjumlah 886.495, nomor tiga setelah Singapura dan Malaysia. “Tahun 2012 kami menargetkan jumlah 1.100.000, kunjungan turis Australia,” targetnya.
Otimisme Jemadu agaknya bukan tanpa alsan. Pasalnya, pada periode Januari hingga Juli 2012 saja, angka kunjungan sudah mencapai 508.941.
Diakui Jemadu pula, Pemerintah juga akan terus berupaya memperbaiki berbagai fasilitas wisata dan penunjangnya termasuk pembangunan sejumlah pelabuhan, meningatkan status bandar udara, dan infrastruktur lainnya.
“Kemenparkeraf akan terus meningkatkan pelayanan dalam rangka promosi Wonderful Indonesia yang meliputi alam, budaya, masyarakat, kuliner dan nilai tambah uang,” ujarnya.
Dengan demikian diharapkan Jemadu, hal tersebut bisa mendatangkan devisa yang lebih baik kususnya dari sektor pariwiasata bagi Indonesia.
"Dengan berbagai perbaikan layanan ini kami harap para pelaku wisata di Victoria bisa membawa semakin banyak turis Australia ke Indonesia. Apalagi dengan nilai tukar mata uang yang sangat tinggi saat ini, turis Australia bisa berbelanja sepuasnya di Indonesia,” tutupnya.
Salah satu yang tengah disorot pemerintah terkait pariwisata ini adalah menarik turis asal Australia. Upaya ini diharapkan mampu mendatangkan devisa yang lebih baik, sekaligus menarik minat investasi dari para investor asal negeri kangguru tersebut.
Demikian disampaikan Kasubdit Wilayah Amerika dan Pasifik, Kementerian Pariwisata dan Ekonom Kreatif Vinsensius Jemadu, dalam acara Regional Investment Foru (RIF), di Melbourne Australia, beberapa waktu lalu, dalam keterangan pers yang diterima Sindonews, Minggu (23/9/2012).
Jemadu, memaparkan angka kunjungan turis asal Australia pada 2011 berjumlah 886.495, nomor tiga setelah Singapura dan Malaysia. “Tahun 2012 kami menargetkan jumlah 1.100.000, kunjungan turis Australia,” targetnya.
Otimisme Jemadu agaknya bukan tanpa alsan. Pasalnya, pada periode Januari hingga Juli 2012 saja, angka kunjungan sudah mencapai 508.941.
Diakui Jemadu pula, Pemerintah juga akan terus berupaya memperbaiki berbagai fasilitas wisata dan penunjangnya termasuk pembangunan sejumlah pelabuhan, meningatkan status bandar udara, dan infrastruktur lainnya.
“Kemenparkeraf akan terus meningkatkan pelayanan dalam rangka promosi Wonderful Indonesia yang meliputi alam, budaya, masyarakat, kuliner dan nilai tambah uang,” ujarnya.
Dengan demikian diharapkan Jemadu, hal tersebut bisa mendatangkan devisa yang lebih baik kususnya dari sektor pariwiasata bagi Indonesia.
"Dengan berbagai perbaikan layanan ini kami harap para pelaku wisata di Victoria bisa membawa semakin banyak turis Australia ke Indonesia. Apalagi dengan nilai tukar mata uang yang sangat tinggi saat ini, turis Australia bisa berbelanja sepuasnya di Indonesia,” tutupnya.
(gpr)
Lihat Juga :