Bantuan program transmigrasi Toraja Utara capai Rp9,9 M
Minggu, 23 September 2012 - 18:24 WIB
Bantuan program transmigrasi Toraja Utara capai Rp9,9 M
A
A
A
Sindonews.com - Kabupaten Toraja Utara kembali mendapatkan bantuan anggaran pengembangan program transmigrasi sekira Rp9,9 miliar pada tahun 2012 sebagai daerah tujuan yang bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Nasional (APBN). Anggaran itu masih terfokus pada kegiatan pengembangan wilayah serta infrastruktur di kawasan transmigrasi yang berlokasi di kecamatan Awan Rante Karua.
“Program transmigrasi tahun ini merupakan lanjutan program transmigrasi yang sudah dilaksanakan sejak tahun 2010 lalu,” ucap Kepala dinas sosial, tenaga kerja dan transmigrasi (Dinsosnakertrans), Israel Makole kepada wartawan di Ratempao, Minggu (23/9/2012).
Dijelaskan Israel, kegiatan pengembangan kawasan transmigrasi tahun 2012 meliputi, pembangunan rumah transmigrasi dan jamban sebanyak 200 unit dengan nilai Rp6,4 miliar, Pembangunan jalan penghubung/poros sepanjang 2,5 kilometer (km) dengan anggaran Rp500 juta.
"Pembangunan jalan lingkungan/desa sepanjang 7km dengan nilai Rp630 juta, pembangunan jembatan kayu sepanjang 10 meter dengan anggaran Rp80 juta, pembangunan gorong-gorong 60 cm sepanjang 60 meter dengan nilai Rp60 juta dan pembangunan gorong-gorong 80cm sepanjang 40 meter dengan anggaran Rp60 juta." sambungnya.
Di lokasi transmigrasi, lanjut Israel lagi, juga akan dibangun gudang unit senilai Rp95 juta, balai desa senilai Rp150 juta, rumah ibadah dengan anggaran Rp150 juta, rumah petugas menelan anggaran Rp150 juta dan pembangunan SAB untuk 200 kepala keluarga senilai Rp572 juta.
Selain pembangunan fisik, program transmigrasi tahun ini juga meliputi pembinaan pengembangan masyarakat dan kawasan transmigrasi (P2MKT) terdiri dari pengadaan jadup non beras senilai Rp650 juta, pengadaan paket B untuk 100 kk dengan anggaran Rp194,2 juta dan pengadaan paket C untuk 150 kk dengan anggaran Rp236,8 juta.
Sementara anggaran program transmigrasi tahun 2011 lalu sekira Rp5,5 miliar dan tahun 2010 sekira Rp6,7 miliar. “Jumlah kucuran dana program transmigrasi di Toraja Utara sebagai daerah tujuan diakumulasi sejak tahun 2010 hingga 2012 sekira Rp22 miliar,” jelasnya.(dna)
“Program transmigrasi tahun ini merupakan lanjutan program transmigrasi yang sudah dilaksanakan sejak tahun 2010 lalu,” ucap Kepala dinas sosial, tenaga kerja dan transmigrasi (Dinsosnakertrans), Israel Makole kepada wartawan di Ratempao, Minggu (23/9/2012).
Dijelaskan Israel, kegiatan pengembangan kawasan transmigrasi tahun 2012 meliputi, pembangunan rumah transmigrasi dan jamban sebanyak 200 unit dengan nilai Rp6,4 miliar, Pembangunan jalan penghubung/poros sepanjang 2,5 kilometer (km) dengan anggaran Rp500 juta.
"Pembangunan jalan lingkungan/desa sepanjang 7km dengan nilai Rp630 juta, pembangunan jembatan kayu sepanjang 10 meter dengan anggaran Rp80 juta, pembangunan gorong-gorong 60 cm sepanjang 60 meter dengan nilai Rp60 juta dan pembangunan gorong-gorong 80cm sepanjang 40 meter dengan anggaran Rp60 juta." sambungnya.
Di lokasi transmigrasi, lanjut Israel lagi, juga akan dibangun gudang unit senilai Rp95 juta, balai desa senilai Rp150 juta, rumah ibadah dengan anggaran Rp150 juta, rumah petugas menelan anggaran Rp150 juta dan pembangunan SAB untuk 200 kepala keluarga senilai Rp572 juta.
Selain pembangunan fisik, program transmigrasi tahun ini juga meliputi pembinaan pengembangan masyarakat dan kawasan transmigrasi (P2MKT) terdiri dari pengadaan jadup non beras senilai Rp650 juta, pengadaan paket B untuk 100 kk dengan anggaran Rp194,2 juta dan pengadaan paket C untuk 150 kk dengan anggaran Rp236,8 juta.
Sementara anggaran program transmigrasi tahun 2011 lalu sekira Rp5,5 miliar dan tahun 2010 sekira Rp6,7 miliar. “Jumlah kucuran dana program transmigrasi di Toraja Utara sebagai daerah tujuan diakumulasi sejak tahun 2010 hingga 2012 sekira Rp22 miliar,” jelasnya.(dna)
(gpr)
Lihat Juga :