Akhir tahun, IHSG dipercaya capai level 5.000
Senin, 24 September 2012 - 13:14 WIB
Akhir tahun, IHSG dipercaya capai level 5.000
A
A
A
Sindonews.com - Chief Country Officer Citibank NA Indonesia, Tigor M Siahaan memprediksi nilai Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada akhir 2012 bisa mencapai 5.000. Indikator, menurutnya dapat dilihat dari peluang bisnis dan investasi di Indonesia saat ini.
"Karena seperti saya utarakan tadi di Indonesia Investmen Day, di New York aAkan mendatangkan pelaku bisnis dan itu juga bagaimana peluang investasi di sini," kata Tigor di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Senin (24/9/2012).
Selain itu, lanjut Tigor, optimisme pencapaian target juga akan terbantu dengan permintaan domestik yang ternilai kuat.
"Domestic demand kita kuat dari pertumbuhan dan daya beli masih kuat dari segi permintaan," jelasnya.
Menurutnya, inipun akan berpengaruh pada ransangan investasi. Banyak pengusaha yang akan membangun pabrik dan menyediakan lapangan kerja bagi masyarakat. Dengan kata lain, daya beli yang tinggi juga disertai dengan pendapatan yang tinggi.
Hal yang senada juga diungkapkan Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nurhaida pada kesempatan yang sama. Walaupun tidak memprediksi, namun menurutnya dengan pergerakan saham yang bagus di beberapa waktu terakhir, Indonesia dapat menuju ke arah tersebut. Apalagi ini berbeda jauh dengan kondisi negara lain yang semakin terpuruk akibat krisis global. "Sekarang tugas kita adalah menangkap peluang yang ada di market saat ini," tandas Nurhaida.
"Karena seperti saya utarakan tadi di Indonesia Investmen Day, di New York aAkan mendatangkan pelaku bisnis dan itu juga bagaimana peluang investasi di sini," kata Tigor di Hotel Grand Hyatt, Jakarta, Senin (24/9/2012).
Selain itu, lanjut Tigor, optimisme pencapaian target juga akan terbantu dengan permintaan domestik yang ternilai kuat.
"Domestic demand kita kuat dari pertumbuhan dan daya beli masih kuat dari segi permintaan," jelasnya.
Menurutnya, inipun akan berpengaruh pada ransangan investasi. Banyak pengusaha yang akan membangun pabrik dan menyediakan lapangan kerja bagi masyarakat. Dengan kata lain, daya beli yang tinggi juga disertai dengan pendapatan yang tinggi.
Hal yang senada juga diungkapkan Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Nurhaida pada kesempatan yang sama. Walaupun tidak memprediksi, namun menurutnya dengan pergerakan saham yang bagus di beberapa waktu terakhir, Indonesia dapat menuju ke arah tersebut. Apalagi ini berbeda jauh dengan kondisi negara lain yang semakin terpuruk akibat krisis global. "Sekarang tugas kita adalah menangkap peluang yang ada di market saat ini," tandas Nurhaida.
(gpr)
Lihat Juga :