Stok raskin DIY aman hingga 2013
Senin, 24 September 2012 - 15:07 WIB
Stok raskin DIY aman hingga 2013
A
A
A
Sindonews.com - Stok beras di DIY akan aman untuk memenuhi kebutuhan beras bagi keluarga miskin (raskin) hingga 2013 mendatang. Saat ini stok yang ada di Bulog mencapai 53 ribu ton.
Ketua Tim Teknis Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) DIY Djoko Raharto mengtakan stok yang dimiliki Bulog ini masih akan bertambah. Bulog menargetkan sampai dengan akhir tahun bisa menyerap beras petani hingga 60 ribu ton.
Adapun dari stok yang ada ini, akan dipakai untuk memenuhi kebutuhan pasar termasuk beras bagi warga miskin. Saat ini setiap bulannya alokasi raskin mencapai 5.000 ton per bulan. Dengan asumsi ini, maka kebutuhan beras di 2013 bisa terpenuhi sampai akhir tahun.
"Ini cukup untuk memenuhi raskin hingga 2013," ujarnya, di Yogyakarta, Senin (24/9/2012).
Untuk mendongkrak produktivitas padi di DIY, PT Pertamina (Persero) terus memaksimalkan program Corporate Social Responsibility (CSR) pemberdayaan masyarakat. Salah satunya di Dusun Watu, Argomulyo, Sedayu Bantul dengan program Sekolah lapangan Pengendalalian Hama Terpadu (SLPTT) .
Program ini mampu mengembangkan padi organik dengan luasan mencapai 16 ribu hektare (ha). Saat panen perdana jumlah produksi hingga mencapai 7,6 ton/ha jauh di atas padi dengan pupuk kimia.
"Selain hasilnya lebih banyak, padi organik ini harga jualnya lebih tinggi," jelas GM Pertamina Fuel Retail Marketing (FRM) Rifky E Hardjianto.
Pola tanam padi organik dan mengurangi pemakaian bahan kimia telah menjadi bagian dari upaya Pertamina untuk menjadi "Sobat Bumi".
Nantinya slogan ini akan dicanangkan pada ulang tahun Pertamina ke 55 di Desember nanti.
Ketua Tim Teknis Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) DIY Djoko Raharto mengtakan stok yang dimiliki Bulog ini masih akan bertambah. Bulog menargetkan sampai dengan akhir tahun bisa menyerap beras petani hingga 60 ribu ton.
Adapun dari stok yang ada ini, akan dipakai untuk memenuhi kebutuhan pasar termasuk beras bagi warga miskin. Saat ini setiap bulannya alokasi raskin mencapai 5.000 ton per bulan. Dengan asumsi ini, maka kebutuhan beras di 2013 bisa terpenuhi sampai akhir tahun.
"Ini cukup untuk memenuhi raskin hingga 2013," ujarnya, di Yogyakarta, Senin (24/9/2012).
Untuk mendongkrak produktivitas padi di DIY, PT Pertamina (Persero) terus memaksimalkan program Corporate Social Responsibility (CSR) pemberdayaan masyarakat. Salah satunya di Dusun Watu, Argomulyo, Sedayu Bantul dengan program Sekolah lapangan Pengendalalian Hama Terpadu (SLPTT) .
Program ini mampu mengembangkan padi organik dengan luasan mencapai 16 ribu hektare (ha). Saat panen perdana jumlah produksi hingga mencapai 7,6 ton/ha jauh di atas padi dengan pupuk kimia.
"Selain hasilnya lebih banyak, padi organik ini harga jualnya lebih tinggi," jelas GM Pertamina Fuel Retail Marketing (FRM) Rifky E Hardjianto.
Pola tanam padi organik dan mengurangi pemakaian bahan kimia telah menjadi bagian dari upaya Pertamina untuk menjadi "Sobat Bumi".
Nantinya slogan ini akan dicanangkan pada ulang tahun Pertamina ke 55 di Desember nanti.
(gpr)
Lihat Juga :