2.000 pekerja rusuh, Foxconn tutup pabrik

Selasa, 25 September 2012 - 11:07 WIB
2.000 pekerja rusuh,...
2.000 pekerja rusuh, Foxconn tutup pabrik
A A A
Sindonews.com - Produsen suku cadang elektronik Foxconn Technology Group kemarin menutup pabriknya di bagian utara China, setelah keributan yang melibatkan 2.000 pekerja dan mengakibatkan 40 orang terluka.

Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (23/9) pukul 11.00 waktu setempat di sebuah asrama yang dikelola pihak swasta. Asrama yang terletak di Kota Taiyuan, Provinsi Shanxi itu dihuni oleh pekerja pabrik yang juga memasok suku cadang untuk produsen komputer Apple, termasuk iPhone 5.

“Fasilitas ini ditutup hari ini (Senin), hanya hari ini untuk kepentingan penyelidikan. Pabrik akan kembali dibuka besok,” kata Simon Hsing, juru bicara Hon Hai, perusahaan induk Foxconn, dikutip AFP kemarin.

Menurut Hsing,insiden tersebut disebabkan masalah pribadi antara beberapa karyawan. Selanjutnya, tambah dia, otoritas keamanan setempat sudah mengatasi insiden tersebut sehingga situasi kembali terkendali pada 3.00 pagi waktu setempat.

“Penyebab sengketa ini sedang diselidiki oleh otoritas lokal dan kami bekerja sama dengan mereka dalam proses ini. Namun, tampaknya tidak berhubungan dengan pekerjaan,” kata Hsing.

Salah seorang staf perusahaan mengatakan,setelah insiden tersebut ada banyak petugas keamanan yang datang ke lokasi kejadian. “Saat ini masih banyak polisi di sini,” ujar salah seorang pekerja yang tidak mau menyebutkan namanya ketika dikonfirmasi Reuters kemarin. Akibat kerusuhan tersebut, harga saham Hon Hai di bursa saham melemah 1,03 persen.

Sekadar diketahui, Foxconn dalam beberapa tahun terakhir mendapat sorotan dari para aktivis di China karena kasus serupa pernah terjadi pada 2010 lalu. Saat itu kerusuhan dipicu kondisi kerja yang dinilai berat, namun pihak perusahaan dianggap tidak memberikan kompensasi yang layak.

Sepanjang 2010 lalu, 13 karyawan Foxconn dilaporkan tewas karena bunuh diri, akibat tekanan pekerjaan. Foxconn sebenarnya telah meluncurkan berbagai upaya untuk memperbaiki kesejahteraan karyawannya, termasuk kenaikan upah dan jaminan keamanan di luar lokasi pabrik.

Saat ini, di pabrik Taiyuan, Foxconn mempekerjakan sekitar 79.000 pekerja. Pabrik tersebut memproduksi komponen mobil elektronik, komponen elektronik konsumen, dan sejumlah komponen presisi lainnya. Foxconn adalah pembuat suku cadang elektronik terbesar di dunia sekaligus merakit produk-produk smartphone seperti iPhone, Sony dan Nokia.

Total, Foxconn mempekerjakan sekitar satu juta pekerja di China. Dari jumlah tersebut, hampir setengahnya bekerja di fasilitas utama di Shenzhen, yang berbatasan dengan Hong Kong. Kiprah Foxconn di industri manufaktur elektronik cukup dikenal. Skala usahanya yang besar dan produk yang dihasilkannya membawa perusahaan yang induknya berasal dari Taiwan itu gencar melakukan ekspansi. Tidak hanya di daratan China, tetapi juga di luar negeri.

Kabar terbaru, Foxconn berencana membuka pabrik baru di Sao Paolo, Brasil, dengan nilai investasi sebesar USD492 juta. Di Brasil, perusahaan itu akan memproduksi smartphones, komputer tablet, dan perangkat elektronik lainnya.

“Pabrik di Brasil akan mulai beroperasi pada 2014 dan akan mencapai kapasitas penuh dua tahun kemudian dengan mempekerjakan 10.000 orang,” kata Foxconn. Selain di Brasil, Foxconn juga telah menyatakan niatnya membuka pabrik di Indonesia yang rencananya mulai berproduksi akhir tahun ini.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Ratusan Karyawan Keracunan,...
Ratusan Karyawan Keracunan, Apple Tutup Sementara Pabrik iPhone di India
Protes Pecah di Pabrik...
Protes Pecah di Pabrik iPhone China, Pekerja Bentrok dengan Polisi
Groundbreaking Pabrik...
Groundbreaking Pabrik Foxconn Rp120 Triliun Belum Terwujud, Bahlil Ungkap Penyebabnya
Foxconn Siapkan Rp10...
Foxconn Siapkan Rp10 Triliun Bangun Pabrik iPhone di India, Serap 100.000 Tenaga Kerja
Mengapa iPhone Diproduksi...
Mengapa iPhone Diproduksi di China? Bukan Karena Murah, Ini Penjelasannya!
H-1! Ayo Daftar Webinar...
H-1! Ayo Daftar Webinar Gratis Kenal Investasi Syariah bersama MNC Sekuritas dan BEI
Berita Terkini
Kinerja Tumbuh Positif,...
Kinerja Tumbuh Positif, ASABRI Bukukan Kenaikan Aset 12,23% di 2025
36 menit yang lalu
Blok Masela Ditargetkan...
Blok Masela Ditargetkan Produksi 2029, Alokasi Gas Domestik Capai 60%
51 menit yang lalu
Pasar Kripto Masih Sideways,...
Pasar Kripto Masih Sideways, Bittime Futures Bisa Jadi Alternatif Strategi
1 jam yang lalu
Antisipasi Risiko Sosial...
Antisipasi Risiko Sosial Tambang, Perusahaan Didorong Terapkan Standar Keberlanjutan Global
1 jam yang lalu
Dibuka Naik Tipis, IHSG...
Dibuka Naik Tipis, IHSG Langsung Balik Arah Turun 0,24% ke 6.093
2 jam yang lalu
Purbaya Tarik Dana SAL,...
Purbaya Tarik Dana SAL, BTN Siap Kembalikan Rp38 Triliun
3 jam yang lalu
Infografis
Sejumlah Pabrik di China...
Sejumlah Pabrik di China Mulai Stop Produksi Akibat Tarif AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved