Rivalitas Apple-Samsung tak berdampak di Indonesia
Rabu, 26 September 2012 - 12:26 WIB
Rivalitas Apple-Samsung tak berdampak di Indonesia
A
A
A
Sindonews.com - Gencarnya rivalitas dua raksasa produsen ponsel cerdas,Apple dan Samsung,tak berpengaruh dengan penjualan di Indonesia.
Managing Director PT Samsung Indonesia Yoo Young-kim mengatakan, rivalitas itu hanya terasa di Amerika. “Di Indonesia tidak berpengaruh. Kami tetap dengan target-target yang optimistis bisa mencapai penjualan yang ada,” ujar Yoo di sela acara peresmian Rumah Belajar Samsung di Kelurahan Duri, Jakarta, kemarin.
Yoo mengatakan, pasar Samsung di Indonesia bisa sekitar 3 juta ponsel cerdas dalam sebulan. Menurutnya, produk Samsung akan tetap bersaing dengan kompetitornya meski ada perseteruan, khususnya dengan Apple.
DiTanah Air, Samsung Indonesia hingga pertengahan tahun ini menempati peringkat pertama penjualan ponsel cerdas. Produk ini bahkan dinobatkan sebagai vendor smarthphone nomor satu di dunia pada kuartal kedua tahun ini.
Bulan Juni 2012, Firma riset Strategy Analytics mengumumkan bahwa Samsung berhasil menguasai 34,6% pasar ponsel cerdas dunia. Samsung berhasil menjual 50,5 juta unit smartphone Galaxy ke pasar.
Sementara pesaing utamanya, Apple, hanya mampu memasarkan 26 juta unit iPhone. Terkait peresmian Rumah Belajar Samsung kemarin, Yoo mengatakan bahwa hal itu merupakan dukungan Samsung Electronic Indonesia untuk mengembangkan keterampilan para pemuda berbasis teknologi.
Peresmian Rumah belajar Samsung tersebut, juga dalam rangka melaksanakan tanggung jawab sosial perusahaan di bidang pendidikan. “Kami meneruskan warisan inovasi kami untuk mengubah kehidupan yang lebih baik dan membuka peluang baru bagi siapa pun,” kata dia.
Samsung Electronic menggandeng Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB). YCAB memfokuskan diri pada pemberdayaan generasi muda Indonesia. Pendiri YCAB Foundation Veronica Colondam mengatakan, kemitraan itu dilatarbelakangi tingginya angka pengangguran, dan minimnya keterampilan siap pakai para lulusan SMA maupun SMK di Indonesia.
Direktur Handson Operation and Entrepreneurship YCAB Firza Imam Putra mengatakan, Rumah Belajar Samsung menyediakan kursus singkat untuk anak muda berbagai umur di Indonesia. Siswa-siswa di tempat ini diberi kursus singkat, dengan durasi tiga jam,selama dua kali dalam seminggu.
Para siswa, lanjut Firza, diberikan pembekalan teori dan praktik, juga magang selama dua bulan di Samsung Service Center. “Pada akhirnya, kita harapkan mereka memiliki pengalaman dalam teknik reparasi alat elektronik. Kami berharap bisa menjangkau 1.000 siswa per tahun, dan mendukung program pengentasan kemiskinan dari pemerintah,” jelasnya.
Managing Director PT Samsung Indonesia Yoo Young-kim mengatakan, rivalitas itu hanya terasa di Amerika. “Di Indonesia tidak berpengaruh. Kami tetap dengan target-target yang optimistis bisa mencapai penjualan yang ada,” ujar Yoo di sela acara peresmian Rumah Belajar Samsung di Kelurahan Duri, Jakarta, kemarin.
Yoo mengatakan, pasar Samsung di Indonesia bisa sekitar 3 juta ponsel cerdas dalam sebulan. Menurutnya, produk Samsung akan tetap bersaing dengan kompetitornya meski ada perseteruan, khususnya dengan Apple.
DiTanah Air, Samsung Indonesia hingga pertengahan tahun ini menempati peringkat pertama penjualan ponsel cerdas. Produk ini bahkan dinobatkan sebagai vendor smarthphone nomor satu di dunia pada kuartal kedua tahun ini.
Bulan Juni 2012, Firma riset Strategy Analytics mengumumkan bahwa Samsung berhasil menguasai 34,6% pasar ponsel cerdas dunia. Samsung berhasil menjual 50,5 juta unit smartphone Galaxy ke pasar.
Sementara pesaing utamanya, Apple, hanya mampu memasarkan 26 juta unit iPhone. Terkait peresmian Rumah Belajar Samsung kemarin, Yoo mengatakan bahwa hal itu merupakan dukungan Samsung Electronic Indonesia untuk mengembangkan keterampilan para pemuda berbasis teknologi.
Peresmian Rumah belajar Samsung tersebut, juga dalam rangka melaksanakan tanggung jawab sosial perusahaan di bidang pendidikan. “Kami meneruskan warisan inovasi kami untuk mengubah kehidupan yang lebih baik dan membuka peluang baru bagi siapa pun,” kata dia.
Samsung Electronic menggandeng Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB). YCAB memfokuskan diri pada pemberdayaan generasi muda Indonesia. Pendiri YCAB Foundation Veronica Colondam mengatakan, kemitraan itu dilatarbelakangi tingginya angka pengangguran, dan minimnya keterampilan siap pakai para lulusan SMA maupun SMK di Indonesia.
Direktur Handson Operation and Entrepreneurship YCAB Firza Imam Putra mengatakan, Rumah Belajar Samsung menyediakan kursus singkat untuk anak muda berbagai umur di Indonesia. Siswa-siswa di tempat ini diberi kursus singkat, dengan durasi tiga jam,selama dua kali dalam seminggu.
Para siswa, lanjut Firza, diberikan pembekalan teori dan praktik, juga magang selama dua bulan di Samsung Service Center. “Pada akhirnya, kita harapkan mereka memiliki pengalaman dalam teknik reparasi alat elektronik. Kami berharap bisa menjangkau 1.000 siswa per tahun, dan mendukung program pengentasan kemiskinan dari pemerintah,” jelasnya.
(gpr)
Lihat Juga :