Izin sewa lahan Pasar Turi disetujui PT KAI
Rabu, 26 September 2012 - 14:10 WIB
Izin sewa lahan Pasar Turi disetujui PT KAI
A
A
A
Sindonews.com - Ratusan pedagang Pasar Turi tahap III yang jadi korban kebakaran kini bisa tersenyum lega. Upaya Pemkot Surabaya untuk memakai lahan milik PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk tempat penampungan sementara (TPS) mendapatkan lampu hijau.
Asisten II Kota Surabaya Muhlas Udin menuturkan, pihaknya bersama Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dan Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR) Agus Imam Sonhaji sudah bertemu dengan Direktur Utama (Dirut) PT KAI.
Dari pertemuan itu PT KAI memberikan persetujuan pada pemkot untuk menyewa lahan yang akan dipakai untuk TPS. "Jadi sistem yang ditawarkan PT KAI adalah sewa, kami juga menyetujui cara itu," ujar Muhlas di Surabaya, Rabu (26/9/2012).
Ia melanjutkan, dengan adanya persetujuan dari PT KAI untuk menyewa lahan, pemkot dalam waktu dekat ini akan membangun TPS yang bisa dipakai pedagang untuk berjualan. Pihaknya juga tak mau menunggu lama dalam menanggani pendagang yang kini membutuhkan lapak untuk berjualan.
Anggaran yang dipakai pemkot untuk membangun TPS ada Rp10 miliar yang diambilkan dari dana mendesak di PAK. Dengan modal yang cekak itu, pihaknya tetap yakin TPS akan layak untuk dipakai. "TPS akan kami bangun satu lantai, bahan yang dipakai juga terbuat dari kayu. Makanya tak membutuhkan biaya yang mahal," jelasnya.
Pria yang sehari-hari juga berprofesi sebagai dokter ini menjelaskan, TPS yang dibangun nanti dipercaya bisa bertahan sampai lima tahun. Makanya pedagang tak perlu khawatir kalau TPS tak bisa bertahan lama. Pondasi dan bahan yang digunakan tetap menjadi pertimbangan penting. "Akhir tahun ini lah TPS sudah bisa dipakai, tak perlu lama menunggu kalau sudah ada persetujuan dari PT KAI," tegasnya.
Mengenai berapa jumlah sewa yang akan dikeluarkan pemkot, Muhlas menjelaskan kalau perhitungan itu masih akan dibahas lagi dengan PT KAI. Dalam pertemuan dengan Dirut PT KAI yang berlangsung satu jam tak bisa membahas tentang perhitungan detail. Nanti ada direktur aset dari PT KAI yang akan membahas ini. Termasuk besaran sewa yang akan dibebankan ke pemkot," sambungnya.
Selain itu, pertemuan yang dilakukan dengan PT KAI juga memperoleh kesepakatan untuk pembangunan lagi Pasar Turi yang akan dilakukan PT KAI. Dari poin itu, muncul satu kesepakatan untuk mengakomodir pedagang Pasar Turi. Jadi nanti ada diskon atau harga khusus yang akan diberikan pada korban kebakaran," jelasnya.
Kabar ini tentunya melegakan pedagang. Kepastian pembangunan Pasar Turi juga menjadi poin utama. Artinya pasar yang sudah terbakar akan dibangun kembali untuk dijadikan pusat perdagangan. Jadi ada prioritas yang akan diberikan pada pedagang Pasar Turi tahap III nanti," jelasnya.
Sementara itu, Ketua Himpunan Pedagang Pasar Turi Tahap III Djuhadi Ihsan menuturkan, pihaknya menyambut baik adanya kesepakatan dengan PT KAI. Pedagang sampai saat ini tetap ingin TPS segera dibangun.
"Kami ingin segera berdagang, itu keinginan yang kami tunggu sampai sekarang. Harus ada keseriusan untuk membangun TPS biar kami bisa segera membuka lapak," katanya.
Asisten II Kota Surabaya Muhlas Udin menuturkan, pihaknya bersama Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini dan Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR) Agus Imam Sonhaji sudah bertemu dengan Direktur Utama (Dirut) PT KAI.
Dari pertemuan itu PT KAI memberikan persetujuan pada pemkot untuk menyewa lahan yang akan dipakai untuk TPS. "Jadi sistem yang ditawarkan PT KAI adalah sewa, kami juga menyetujui cara itu," ujar Muhlas di Surabaya, Rabu (26/9/2012).
Ia melanjutkan, dengan adanya persetujuan dari PT KAI untuk menyewa lahan, pemkot dalam waktu dekat ini akan membangun TPS yang bisa dipakai pedagang untuk berjualan. Pihaknya juga tak mau menunggu lama dalam menanggani pendagang yang kini membutuhkan lapak untuk berjualan.
Anggaran yang dipakai pemkot untuk membangun TPS ada Rp10 miliar yang diambilkan dari dana mendesak di PAK. Dengan modal yang cekak itu, pihaknya tetap yakin TPS akan layak untuk dipakai. "TPS akan kami bangun satu lantai, bahan yang dipakai juga terbuat dari kayu. Makanya tak membutuhkan biaya yang mahal," jelasnya.
Pria yang sehari-hari juga berprofesi sebagai dokter ini menjelaskan, TPS yang dibangun nanti dipercaya bisa bertahan sampai lima tahun. Makanya pedagang tak perlu khawatir kalau TPS tak bisa bertahan lama. Pondasi dan bahan yang digunakan tetap menjadi pertimbangan penting. "Akhir tahun ini lah TPS sudah bisa dipakai, tak perlu lama menunggu kalau sudah ada persetujuan dari PT KAI," tegasnya.
Mengenai berapa jumlah sewa yang akan dikeluarkan pemkot, Muhlas menjelaskan kalau perhitungan itu masih akan dibahas lagi dengan PT KAI. Dalam pertemuan dengan Dirut PT KAI yang berlangsung satu jam tak bisa membahas tentang perhitungan detail. Nanti ada direktur aset dari PT KAI yang akan membahas ini. Termasuk besaran sewa yang akan dibebankan ke pemkot," sambungnya.
Selain itu, pertemuan yang dilakukan dengan PT KAI juga memperoleh kesepakatan untuk pembangunan lagi Pasar Turi yang akan dilakukan PT KAI. Dari poin itu, muncul satu kesepakatan untuk mengakomodir pedagang Pasar Turi. Jadi nanti ada diskon atau harga khusus yang akan diberikan pada korban kebakaran," jelasnya.
Kabar ini tentunya melegakan pedagang. Kepastian pembangunan Pasar Turi juga menjadi poin utama. Artinya pasar yang sudah terbakar akan dibangun kembali untuk dijadikan pusat perdagangan. Jadi ada prioritas yang akan diberikan pada pedagang Pasar Turi tahap III nanti," jelasnya.
Sementara itu, Ketua Himpunan Pedagang Pasar Turi Tahap III Djuhadi Ihsan menuturkan, pihaknya menyambut baik adanya kesepakatan dengan PT KAI. Pedagang sampai saat ini tetap ingin TPS segera dibangun.
"Kami ingin segera berdagang, itu keinginan yang kami tunggu sampai sekarang. Harus ada keseriusan untuk membangun TPS biar kami bisa segera membuka lapak," katanya.
(gpr)
Lihat Juga :