Targetkan serapan Rp1 T, Rumah Zakat gandeng PT Pos
Rabu, 26 September 2012 - 21:00 WIB
Targetkan serapan Rp1 T, Rumah Zakat gandeng PT Pos
A
A
A
Sindonews.com - Rumah Zakat menggandeng PT Pos Indonesia memanfaatkan jaringan pengiriman wesel untuk memudahkan pengiriman uang dari para donatur.
Penandatangan kerjasama dilakukan Dirut PT Pos Indonesia I Ketut Mardjana dan CEO Rumah Zakat Nur Efendi di Gedung Wahana Bakti Pos, Jalan Banda, Kota Bandung, kemarin. Melalui kerjasama itu, donatur dari seluruh Indonesia dan luar negeri bisa melakukan pembayaran zakat melalui Pos Indonesia tanpa dipungut biaya.
"Potensi zakat di Indonesia masih cukup besar yaitu sekitar Rp217 triliun. Tapi, serapannya masih cukup kecil. Kerjasama dengan Pos Indonesia agar donatur lebih mudah melakukan pembayaran," jelas Nur Efendi.
Di tahun 2011, Rumah Zakat hanya mampu menampung dana muzakki sekitar Rp1,7 triliun. Kerjasama dengan Pos Indonesia, diharapkan meningkatkan serapan zakat dari donatur sekitar Rp1 triliun, menyasar semua segmen masyarakat di daerah perkotaan dan seluruh pelosok Indonesia dari perorangan dan koprorasi.
Jaringan Pos Indonesia sampai ke luar negeri, juga diharapkan mempermudah muzaki melakukan penyerahan zakat dari beberapa negara. Terutama donatur yang saat ini bekerja di luar negeri. Seperti Malaysia, Hongkong, Arab Saudi, dan lainnya. Menurut dia, potensi TKI menjadi donatur juga cukup besar.
Direktur Utama PT Pos Indonesia I Ketut Mardjana mengatakan, donatur bisa melakukan pengiriman zakat melalui 4.500 jaringan Kantor Pos di Indonesia. Serta sejumlaj agen pengiriman di dalam dan luar negeri. Donatur yang melakukan pembabayaran zakat tidak dikenakan biaya administrasi.
"Dengan memanfaatkan ribuan jaringan, kami berharap memudahkan masyarakat melakukan pembayaran zakat. Donatur juga akan menerima sms notifikasi apabila kiriman dari Pos Indonesia telah diterima Rumah Zakat," jelas I Ketut Mardjana.
Menurut dia, pengiriman zakat melalui Pos, akan dilakukan secara online. Menggunakan jaringan ICT. Dia optimistis, pengiriman zakat melalui Pos Indonesia akan meningkatkan transaksi wesel di perusahannya.
Saat ini, pihaknya mencatat transaksi pengiriman wesel dalam negeri sekitar 1.000 transaksi per bulan dengan nilai sekitar Rp1 triliun. Sementara wesel dari luar negeri sekitar 300.000 transaski dengan nilai triliunan rupiah.
"Untuk wesel zakat, biaya pengiriman ditanggung Fumah Zakat. Tapi inipun tidak terlalu besar, karena sifatnya sosial. Ini sebagai wujud kami ikut terlibat mensejahterakan masyarakat Indonesia melalui program bantuan yang dilakukan Rumah Zakat," beber dia.
Penandatangan kerjasama dilakukan Dirut PT Pos Indonesia I Ketut Mardjana dan CEO Rumah Zakat Nur Efendi di Gedung Wahana Bakti Pos, Jalan Banda, Kota Bandung, kemarin. Melalui kerjasama itu, donatur dari seluruh Indonesia dan luar negeri bisa melakukan pembayaran zakat melalui Pos Indonesia tanpa dipungut biaya.
"Potensi zakat di Indonesia masih cukup besar yaitu sekitar Rp217 triliun. Tapi, serapannya masih cukup kecil. Kerjasama dengan Pos Indonesia agar donatur lebih mudah melakukan pembayaran," jelas Nur Efendi.
Di tahun 2011, Rumah Zakat hanya mampu menampung dana muzakki sekitar Rp1,7 triliun. Kerjasama dengan Pos Indonesia, diharapkan meningkatkan serapan zakat dari donatur sekitar Rp1 triliun, menyasar semua segmen masyarakat di daerah perkotaan dan seluruh pelosok Indonesia dari perorangan dan koprorasi.
Jaringan Pos Indonesia sampai ke luar negeri, juga diharapkan mempermudah muzaki melakukan penyerahan zakat dari beberapa negara. Terutama donatur yang saat ini bekerja di luar negeri. Seperti Malaysia, Hongkong, Arab Saudi, dan lainnya. Menurut dia, potensi TKI menjadi donatur juga cukup besar.
Direktur Utama PT Pos Indonesia I Ketut Mardjana mengatakan, donatur bisa melakukan pengiriman zakat melalui 4.500 jaringan Kantor Pos di Indonesia. Serta sejumlaj agen pengiriman di dalam dan luar negeri. Donatur yang melakukan pembabayaran zakat tidak dikenakan biaya administrasi.
"Dengan memanfaatkan ribuan jaringan, kami berharap memudahkan masyarakat melakukan pembayaran zakat. Donatur juga akan menerima sms notifikasi apabila kiriman dari Pos Indonesia telah diterima Rumah Zakat," jelas I Ketut Mardjana.
Menurut dia, pengiriman zakat melalui Pos, akan dilakukan secara online. Menggunakan jaringan ICT. Dia optimistis, pengiriman zakat melalui Pos Indonesia akan meningkatkan transaksi wesel di perusahannya.
Saat ini, pihaknya mencatat transaksi pengiriman wesel dalam negeri sekitar 1.000 transaksi per bulan dengan nilai sekitar Rp1 triliun. Sementara wesel dari luar negeri sekitar 300.000 transaski dengan nilai triliunan rupiah.
"Untuk wesel zakat, biaya pengiriman ditanggung Fumah Zakat. Tapi inipun tidak terlalu besar, karena sifatnya sosial. Ini sebagai wujud kami ikut terlibat mensejahterakan masyarakat Indonesia melalui program bantuan yang dilakukan Rumah Zakat," beber dia.
(gpr)
Lihat Juga :