Konstruksi tunggu pembebasan lahan 100%
Kamis, 27 September 2012 - 10:29 WIB
Konstruksi tunggu pembebasan lahan 100%
A
A
A
Sindonews.com - Operator jalan tol ruas Cikampek-Palimanan, PT Lintas Marga Sedaya (LMS), mengatakan bahwa saat ini pengerjaan konstruksi ruas jalan tol terpanjang di Indonesia tersebut masih harus menunggu pembebasan lahan selesai 100 persen.
Direktur Utama LMS Muhammad Fadzil mengatakan, meskipun pembebasan lahan ruas tol sepanjang 116 kilometer (km) tersebut saat ini telah mencapai 98 persen, berdasarkan kontrak Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT), lahan yang dibebaskan harus mencapai 100 persen.
Pihaknya menargetkan dapat merampungkan seluruh proses pembebasan lahan pada November 2012. ”Kegiatan konstruksi dipastikan tidak akan lama, jika sisa 2 persen lahan yang belum terbebaskan, rampung dikerjakan. Kami targetkan selesai pada November sehingga konstruksinya bisa segera dimulai,” kata Fadzil dalam keterangan persnya di Jakarta, kemarin.
Dia optimistis pembebasan lahan akan segera rampung, pasalnya dari sisi pendanaan perusahaan telah menyiapkan kebutuhan permodalan dan sindikasi perbankan yang telah ditandatangani kemarin.
PT LMS telah memperoleh pendanaan dari sindikasi perbankan 22 bank yang dikoordinasi oleh BCA dan Bank DKI sebesar Rp8,8 triliun. ”Dana pinjaman perbankan baru akan cair sekitar akhir Oktober 2012, atau setelah tanah diserahterimakan,” tambahnya.
Dihubungi terpisah, Kasubdit Pengadaan Tanah Ditjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Herry Marzuki mengatakan, perkembangan pembebasan tanah ruas tol Cikampek-Palimanan saat ini telah mencapai 97,57 persen. Sedangkan, sisa 2,5 persen tanah yang belum terbebaskan sudah dalam proses konsinyasi di pengadilan untuk penyelesaian proses administrasinya.
Sebagai informasi, tanah yang belum dibebaskan yaitu milik PT Jasa Tirta dan Istaka Karya, dan ditargetkan rampung satu bulan ke depan.
”Dari total lahan yang harus dibebaskan 1.049 hektare, yang sudah terealisasi 1.024 hektare. Sedangkan untuk penyerapan anggaran, yang terserap Rp478 miliar dari kebutuhan Rp526 miliar,” ujarnya.
Seperti diketahui, Operator jalan tol ruas Cikampek-Palimanan, PT Lintas Marga Sedaya (LMS), mengatakan bahwa saat ini pengerjaan konstruksi ruas jalan tol terpanjang di Indonesia tersebut masih harus menunggu pembebasan lahan selesai 100 persen. Tol dibangun sepanjang 116,75 km dengan kebutuhan investasi sebesar Rp12,56 triliun.
Pemegang konsesi ruas tol tersebut yakni PT LMS yang sahamnya dimiliki Plus Expressways Berhad Malysia sebesar 55 persen dan PT Baskhara Utama Sedaya sebesar 45 persen.
Fadzil menjelaskan, sejak peletakan batu pertama di akhir 2011 lalu, pihaknya telah melaksanakan tahap awal pekerjaan konstruksi jalan tol dengan menyelesaikan sejumlah aktivitas seperti mobilisasi, penelitian topografi, pembersihan lokasi (site clearing), serta deteksi utilisasi atau proses pendeteksi penggunaan lahan.
Keberlangsungan proyek tol Cikampek-Palimanan ini dinilai sangat strategis karena selain merupakan ruas yang terpanjang di tol Trans-Jawa, juga menghubungkan langsung dua jalan tol yang sudah beroperasi di Jawa Barat, yaitu Jakarta-Cikampek dan Palimanan-Kanci. Sebelumnya, Kementerian PU menargetkan ruas tol ini dapat beroperasi pada 2014.
Direktur Utama LMS Muhammad Fadzil mengatakan, meskipun pembebasan lahan ruas tol sepanjang 116 kilometer (km) tersebut saat ini telah mencapai 98 persen, berdasarkan kontrak Perjanjian Pengusahaan Jalan Tol (PPJT), lahan yang dibebaskan harus mencapai 100 persen.
Pihaknya menargetkan dapat merampungkan seluruh proses pembebasan lahan pada November 2012. ”Kegiatan konstruksi dipastikan tidak akan lama, jika sisa 2 persen lahan yang belum terbebaskan, rampung dikerjakan. Kami targetkan selesai pada November sehingga konstruksinya bisa segera dimulai,” kata Fadzil dalam keterangan persnya di Jakarta, kemarin.
Dia optimistis pembebasan lahan akan segera rampung, pasalnya dari sisi pendanaan perusahaan telah menyiapkan kebutuhan permodalan dan sindikasi perbankan yang telah ditandatangani kemarin.
PT LMS telah memperoleh pendanaan dari sindikasi perbankan 22 bank yang dikoordinasi oleh BCA dan Bank DKI sebesar Rp8,8 triliun. ”Dana pinjaman perbankan baru akan cair sekitar akhir Oktober 2012, atau setelah tanah diserahterimakan,” tambahnya.
Dihubungi terpisah, Kasubdit Pengadaan Tanah Ditjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Herry Marzuki mengatakan, perkembangan pembebasan tanah ruas tol Cikampek-Palimanan saat ini telah mencapai 97,57 persen. Sedangkan, sisa 2,5 persen tanah yang belum terbebaskan sudah dalam proses konsinyasi di pengadilan untuk penyelesaian proses administrasinya.
Sebagai informasi, tanah yang belum dibebaskan yaitu milik PT Jasa Tirta dan Istaka Karya, dan ditargetkan rampung satu bulan ke depan.
”Dari total lahan yang harus dibebaskan 1.049 hektare, yang sudah terealisasi 1.024 hektare. Sedangkan untuk penyerapan anggaran, yang terserap Rp478 miliar dari kebutuhan Rp526 miliar,” ujarnya.
Seperti diketahui, Operator jalan tol ruas Cikampek-Palimanan, PT Lintas Marga Sedaya (LMS), mengatakan bahwa saat ini pengerjaan konstruksi ruas jalan tol terpanjang di Indonesia tersebut masih harus menunggu pembebasan lahan selesai 100 persen. Tol dibangun sepanjang 116,75 km dengan kebutuhan investasi sebesar Rp12,56 triliun.
Pemegang konsesi ruas tol tersebut yakni PT LMS yang sahamnya dimiliki Plus Expressways Berhad Malysia sebesar 55 persen dan PT Baskhara Utama Sedaya sebesar 45 persen.
Fadzil menjelaskan, sejak peletakan batu pertama di akhir 2011 lalu, pihaknya telah melaksanakan tahap awal pekerjaan konstruksi jalan tol dengan menyelesaikan sejumlah aktivitas seperti mobilisasi, penelitian topografi, pembersihan lokasi (site clearing), serta deteksi utilisasi atau proses pendeteksi penggunaan lahan.
Keberlangsungan proyek tol Cikampek-Palimanan ini dinilai sangat strategis karena selain merupakan ruas yang terpanjang di tol Trans-Jawa, juga menghubungkan langsung dua jalan tol yang sudah beroperasi di Jawa Barat, yaitu Jakarta-Cikampek dan Palimanan-Kanci. Sebelumnya, Kementerian PU menargetkan ruas tol ini dapat beroperasi pada 2014.
(gpr)
Lihat Juga :