BI: Penyerapan valas masih rendah

Kamis, 27 September 2012 - 18:31 WIB
BI: Penyerapan valas...
BI: Penyerapan valas masih rendah
A A A
Sindonews.com - Bank Indonesia (BI) menyatakan, kinerja ekspor yang kurang baik disinyalir sebagai salah satu penyebab masih rendahnya penyerapan likuiditas valuta asing (valas) melalui term deposit (TD) valas.

Direktur Eksekutif Pengelolaan Moneter BI, Hendar menilai, kondisi tersebut bisa saja membaik asalkan aktivitas ekspor dan impor lebih seimbang. "TD valas saat ini mencapai USD2,99 miliar, memang sempat di atas USD3 miliar. Kalau ekspornya sudah pulih mungkin bisa mencapai USD3 miliar," terangnya kepada wartawan di Gedung Bank Indonesia, Kamis, (27/9/2012).

BI hingga saat ini masih terus berupaya menambah keragaman instrumen pada pasar valas. Hal itu dilakukan guna menyeimbangkan aktivitas ekspor dan impor sekaligus memperkuat ketersediaan valas nasional. "Di samping menambah keragaman instrumen pada pasar domestik, TD valas akan memperkuat ketersediaan valas BI jika diperlukan," sambungnya.

Instrumen TD valas ini diakui Hendar merupakan salah satu langkah Bank Indonesia untuk menyerap likuiditas valas di pasar dalam negeri. Pasalnya, selama ini banyak perbankan dalam negeri yang menempatkan valasnya di luar negeri. "Kekurangan outlet instrumen pada pasar uang valas menyebabkan bank-bank domestik menempatkan kelebihan likuiditas valas pada bank-bank di luar negeri," pungkasnya.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Membaca Ketahanan Ekonomi...
Membaca Ketahanan Ekonomi RI dalam Dinamika Global Kuartal III 2025
Indonesia Butuh Rp47.587,3...
Indonesia Butuh Rp47.587,3 Triliun untuk Pertumbuhan Ekonomi 8%
Bahaya! Deflasi Hantam...
Bahaya! Deflasi Hantam Ekonomi RI 5 Bulan Beruntun
Prabowo Sering Diejek...
Prabowo Sering Diejek karena Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 8%
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Selatan Kuartal I Tahun 2024
Dorong Industri Event...
Dorong Industri Event untuk Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Berita Terkini
Harga Emas Jatuh Rp14...
Harga Emas Jatuh Rp14 Ribu per Rabu 8 Juli 2026, Buyback Ambrol Rp21.000
20 menit yang lalu
Daftar di Sini dan Simak...
Daftar di Sini dan Simak Webinar Strategi Kelola Keuangan dari MNC Asset Management dan Invesnow!
41 menit yang lalu
IHSG Pagi Ini Dibuka...
IHSG Pagi Ini Dibuka Terkoreksi 0,04 Persen di Level 5.984
1 jam yang lalu
Perusahaan yang Sahamnya...
Perusahaan yang Sahamnya Dimiliki Kaesang Kesandung Kredit Macet, Utang Bank Tembus Rp2,8 Triliun
1 jam yang lalu
Keruntuhan Dolar AS...
Keruntuhan Dolar AS Bukan Lagi Dongeng, BRICS Ubah dari Khayalan Menjadi Ancaman Nyata
2 jam yang lalu
RI-India Bidik Nilai...
RI-India Bidik Nilai Kerja Sama Ekonomi Tembus Rp445,8 Triliun, dari Infrastruktur hingga SDA
3 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved