Distribusi pupuk di Depok berantakan

Jum'at, 28 September 2012 - 11:52 WIB
Distribusi pupuk di...
Distribusi pupuk di Depok berantakan
A A A
Sindonews.com - Dinas Pertanian, Peternakan dan Perikanan Depok tengah membenahi mata rantai distribusi pupuk yang selama ini karut marut. Sebab, penyerapan distribusi pupuk selama ini tidak optimal.

Kepala Dinas Pertanian, Peternakan, dan Perikanan Kota Depok Zalfinus Irwan mengakui selama ini banyak kesalahan distribusi di Depok. Sebab, hanya terdapat satu penyalur pupuk untuk 11 kecamatan.

"Sebenarnya kesalahan distribusi saja, karena mekanismenya sekarang ternyata penyalurnya hanya ada satu, di kecamatan Limo, sementara di kecamatan lain enggak ada, susah mau ambilnya bagi para petani," katanya kepada wartawan, Jumat (28/09/12).

Sementara di daerah lain yang merupakan kawasan perbatasan Depok, kata dia, juga memasarkan pupuk bersubsidi ke Depok. Tata peredaran pupuk ini yang menjadikan penyerapan pupuk tak optimal. "Ini kan sudah dialokasi per wilayah, enggak boleh dong masuk ke wilayah lain perbatasan Tangerang, Bogor, Bekasi," paparnya.

Selama ini penyaluran pupuk bersubsidi di Depok adalah sebanyak 100 ton per tahun. Sementara petani di Depok lebih berminat membeli pupuk di Parung, Bogor, dan pupuk bersubsidi dari pemerintah kota tak terpakai.

"Sekarang kita 100 ton/tahun. Petani kita juga banyak beli di Parung, yang selama ini tak terakomodir penyalur. Karena itu harus dibentuk lagi sub–sub penyalur. Pupuk pemkot enggak terpakai, alokasi enggak terserap, pelayanan terhadap petani kurang. Ini jadi masalah di lapangan," tegasnya.

Zalfinus menilai penyalur pupuk selama ini tidak agresif. Pupuk bersubsidi selama ini diambil dari produsen dengan harga subsidi Rp1.800 per kilo, yakni pupuk Urea 50 ton, ZA 20 ton, NPK 20 ton.

"Ini jadi kacau balau, melanggar tata niaga pupuk, alokasi kita enggak keserap. Benang kusut perpupukan di Depok harus dibenahi, selama ini sudah lama terjadi. Sisanya selama ini balik ke produsen," tandasnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Wow! New York Legalkan...
Wow! New York Legalkan Mayat Manusia Diolah Jadi Pupuk
Polisi Ringkus 4 Tersangka...
Polisi Ringkus 4 Tersangka Penyelewengan Pupuk Subsidi di Pandeglang
Pupuk Batubara Ini Dapat...
Pupuk Batubara Ini Dapat Menjadikan Indonesia Lumbung Pangan Dunia
Pusri Pastikan Distribusi...
Pusri Pastikan Distribusi Pupuk Subsidi Sesuai e-RDKK
PIM-1 Hidup Kembali...
PIM-1 Hidup Kembali Bakal Dongkrak Kapasitas Produksi Pupuk Nasional
Ada Perang Rusia-Ukraina,...
Ada Perang Rusia-Ukraina, Stok Bahan Baku Pupuk Indonesia Masih Aman
Berita Terkini
Hari Anak Nasional,...
Hari Anak Nasional, Jasa Raharja Ajak Generasi Muda Jadi Pelopor Keselamatan
7 jam yang lalu
Gonjang-ganjing Sektor...
Gonjang-ganjing Sektor Energi, Singapura Rombak Kabinet Besar-besaran
8 jam yang lalu
Di Balik Penghargaan...
Di Balik Penghargaan CCEPC Indonesia, Gao Hai Komitmen Bangun Kemitraan Jangka Panjang
9 jam yang lalu
Pertamina Trans Kontinental...
Pertamina Trans Kontinental Ajak Siswa Lestarikan Ekosistem Laut
9 jam yang lalu
PLN EPI Tawarkan Kontrak...
PLN EPI Tawarkan Kontrak hingga 5 Tahun untuk Pemasok Biomassa
9 jam yang lalu
Ancaman Blokade Laut...
Ancaman Blokade Laut Merah, Asia Nego Arab Saudi Alihkan Rute Tanker Minyak ke Afrika
10 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved