IPO Waskita ditarget awal Desember 2012
Jum'at, 28 September 2012 - 14:19 WIB
IPO Waskita ditarget awal Desember 2012
A
A
A
Sindonews.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) segera kedatangan satu lagi emitan yang akan melakukan penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO) pada awal Desember tahun ini. Perusahaan yang akan mencatatkan sahamnya di lantai Bursa tersebut adalah PT Waskita Karya.
Perusahaan yang bergerak di bidang jasa konstruksi dan bangunan itu, saat ini sedang menunggu ditandatanganinya Peraturan Pemerintah (PP) terkait perubahan status dari anak usaha PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) menjadi Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Direktur Utama PT Waskita Karya, Muhammad Choliq mengatakan, PP tersebut digunakan untuk mengembalikan status PT Waskita Karya menjadi 100 persen BUMN. Adapun PPA saat ini menguasai sebanyak 99 persen saham Waskita Karya.
“Setelah ditandatangani Presiden, Waskita akan membuat perjanjian dengan Bursa untuk IPO. Setelah itu, akan diproses oleh Bapepam-LK,” ujar Choliq di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (28/9/2012).
Hasil dari penjualan saham pada penawaran perdana tersebut, rencananya akan dipergunakan perseroan untuk membiayai sejumlah proyek perluasan usaha di tiga bidang, yaitu pabrik beton, properti dan pembangunan jalan tol (toll road).
“Untuk komposisinya, bidang properti mendapatkan paling besar, kurang lebih Rp400 miliar sampai Rp500 miliar,” tutupnya.
Perusahaan yang bergerak di bidang jasa konstruksi dan bangunan itu, saat ini sedang menunggu ditandatanganinya Peraturan Pemerintah (PP) terkait perubahan status dari anak usaha PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) menjadi Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Direktur Utama PT Waskita Karya, Muhammad Choliq mengatakan, PP tersebut digunakan untuk mengembalikan status PT Waskita Karya menjadi 100 persen BUMN. Adapun PPA saat ini menguasai sebanyak 99 persen saham Waskita Karya.
“Setelah ditandatangani Presiden, Waskita akan membuat perjanjian dengan Bursa untuk IPO. Setelah itu, akan diproses oleh Bapepam-LK,” ujar Choliq di Gedung BEI, Jakarta, Jumat (28/9/2012).
Hasil dari penjualan saham pada penawaran perdana tersebut, rencananya akan dipergunakan perseroan untuk membiayai sejumlah proyek perluasan usaha di tiga bidang, yaitu pabrik beton, properti dan pembangunan jalan tol (toll road).
“Untuk komposisinya, bidang properti mendapatkan paling besar, kurang lebih Rp400 miliar sampai Rp500 miliar,” tutupnya.
(rna)