Jelang IPO, Waskita akan roadshow ke ASEAN
Jum'at, 28 September 2012 - 15:19 WIB
Jelang IPO, Waskita akan roadshow ke ASEAN
A
A
A
Sindonews.com - PT Waskita Karya akan melakukan tur perkenalan (roadshow) ke sejumlah negara ASEAN. Hal ini dilakukan perusahaan guna menarik minat investor menyusul akan digelarnya penawaran umum saham perdana (initial public offering/IPO).
"Kita akan roadshow ke Singapura, Hongkong dan Kuala Lumpur," ujar Direktur Utama PT Waskita Karya, Muhammad Choliq di Gedung BEI, Jakarta, Jumat, (28/9/2012).
Dengan dilakukannya roadshow ke sejumlah negara AsEAN tersebut, Choliq berharap, perseroan bisa menggalang minat investor asing untuk memenuhi target penambahan modal dari hasil IPO.
Waskita menargetkan IPO bisa dihelat pada awal Desember mendatang. Adapun, target dana dari IPO tersebut sebesar Rp1 triliun. "Ditargetkan Rp1 triliun," kata dia.
Dana hasil dari penjualan sebagian saham pada penawaran perdana kepada publik tersebut, rencananya akan digunakan perseroan untuk membiayai sejumlah proyek perluasan usaha di tiga bidang, yaitu pabrik beton, properti dan pembangunan jalan tol (toll road).
“Untuk komposisinya bidang properti mendapatkan paling besar, kurang lebih Rp400 miliar sampai Rp500 miliar,” tutup Choliq.
"Kita akan roadshow ke Singapura, Hongkong dan Kuala Lumpur," ujar Direktur Utama PT Waskita Karya, Muhammad Choliq di Gedung BEI, Jakarta, Jumat, (28/9/2012).
Dengan dilakukannya roadshow ke sejumlah negara AsEAN tersebut, Choliq berharap, perseroan bisa menggalang minat investor asing untuk memenuhi target penambahan modal dari hasil IPO.
Waskita menargetkan IPO bisa dihelat pada awal Desember mendatang. Adapun, target dana dari IPO tersebut sebesar Rp1 triliun. "Ditargetkan Rp1 triliun," kata dia.
Dana hasil dari penjualan sebagian saham pada penawaran perdana kepada publik tersebut, rencananya akan digunakan perseroan untuk membiayai sejumlah proyek perluasan usaha di tiga bidang, yaitu pabrik beton, properti dan pembangunan jalan tol (toll road).
“Untuk komposisinya bidang properti mendapatkan paling besar, kurang lebih Rp400 miliar sampai Rp500 miliar,” tutup Choliq.
(rna)