Kemarau panjang, produksi karet anjlok

Jum'at, 28 September 2012 - 15:31 WIB
Kemarau panjang, produksi...
Kemarau panjang, produksi karet anjlok
A A A
Sindonews.com – Kemarau panjang yang melanda Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan menyebabkan petani karet mengeluh. Pasalnya, produksi getah karet yang dihasilkan sangat berkurang sehingga mengakibatkan harga jual dan pendapatan menurun.

Petani karet desa Sembawa, Ahwil mengatakan, produksi karet di kebunnya lebih dari satu bulan ini menurun dratis. Kondisi normal, satu kali panen dalam satu hari di kebunnya bisa mendapatkan getah karet sebanyak 15 ton. Namun sejak kemarau, hanya berkisar 7-8 ton saja, dengan kualitas karet yang tidak maksimal.

“Kemarau ini buat batang karet mengering. Mulai dari daun, sampai getah kering. Produksi turun, bisa sampai setengah dari biasanya,” kata dia di Pakalan Balai, Jumat (28/9/2012).

Penurunan produksi tersebut mempengaruhi pendapatan petani. Dia mengatakan, saat ini harga karet dalam bentuk bantalan getah basah masih rendah, berkisar Rp7.000-Rp8.000/kilogram (kg). Harga tersebut masih rendah jika dibandingkan awal tahun yang bisa mencapai Rp18.000/kg.

“Jika harga rendah sudah dari bulan Mei. Tapi, makin susah lagi saat kemarau panjang seperti ini. Sudah produksi kering, harga jual juga tidak tinggi,” ujarnya.

Bahkan, jika biasanya menjual karet setiap tiga kali sehari. Saat ini, selama lima sampai enam hari baru bisa menjual karet. “Karena pembeli juga tidak mau angkut jika karetnya dikit. Jadi, dia mau ambil jika sudah terkumpul dalam standar angkut perusahaan pengolahan karet,” tukas dia.

Hal senada dikatakan, Rohim. Pengumpul (toke) getah karet di Pangkalan Balai ini mengatakan, jika dalam seminggu pencapaian penjualan sudah berkurang. Biasanya dari para petani dalam keadaan normal, terkumpul 250-500 ton. Saat ini, setelah seminggu, dari petani hanya terkumpul 180 ton. “Kemarau ini, membuat karet kering. Jadi, hasil pendapatan atas jual karet pasti turun,” tukas dia.

Penurunan produksi karet juga diakui oleh buruh sadap PT Agro Pelido Sakti (APS), Ismail. Menurut dia, target sadap dalam setiap batang karet tidak terpenuhi dalam sehari. Itu terjadi karena getah karet yang dihasilkan sangat kering. “Di kebun besar, hasil getah karet juga bekurang. Tapi, mereka biasanya mengolah dengan tambahan bahan kimia,” katanya.

Ketua Asosiasi Petani Karet Banyuasin, Ismail berharap fluktuasi harga karet harus menunjukkan peningkatan. Pasalnya, saat musim kemarau, produksi karet petani biasanya anjlok. “Jika produksi turun, harapan satu-satunya pada peningkatan harga. Dalam hukum pasar murni, hanya dua variabel itu yang menentukan pendapatan,” terang dia.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
HD : Aspal Karet Peluang...
HD : Aspal Karet Peluang Agar Karet Tidak Bergantung Pada Segmen Harga Internasional
Apkarindo Gelar Rembug...
Apkarindo Gelar Rembug Petani Karet Sumsel, Ini Hasilnya
Perbedaan Nama Daerah...
Perbedaan Nama Daerah di Jakarta: Karet, Karet Kuningan, dan Karet Semanggi
Krisis Bahan Olahan...
Krisis Bahan Olahan Karet di Sumut Makin Parah, 9 Pabrik Tutup
Apkarindo Komitmen Bersama...
Apkarindo Komitmen Bersama Mentan Majukan Lagi Karet Nasional
Berharap Kebijakan DHE...
Berharap Kebijakan DHE SDA yang Bijaksana
Berita Terkini
Soal Pindar, KPPU Didorong...
Soal Pindar, KPPU Didorong Utamakan Tindakan Pencegahan
19 menit yang lalu
Kepala BGN Baru Sebut...
Kepala BGN Baru Sebut MBG Tender Politik Prabowo: Tak Bisa Dibubarkan
35 menit yang lalu
Potensi Tokenisasi Aset...
Potensi Tokenisasi Aset Capai USD2 Triliun di 2030, Keamanan Investor Jadi Kunci
1 jam yang lalu
Airlangga Sangkal PFII...
Airlangga Sangkal PFII Jadi Surga Pencucian Uang: Bukan untuk Dana-dana Gelap
1 jam yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Bangun Budaya Sadar Bencana di Lingkungan Sekolah
2 jam yang lalu
Danantara Buka Pendaftaran...
Danantara Buka Pendaftaran Lenders Panel untuk Pembiayaan PSEL
2 jam yang lalu
Infografis
Penjualan Mobil Murah...
Penjualan Mobil Murah LCGC Anjlok, Daya Beli Kelas Menengah Terancam?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved