PT KAI minta pengamanan polisi jelang kenaikan tarif

Minggu, 30 September 2012 - 15:36 WIB
PT KAI minta pengamanan...
PT KAI minta pengamanan polisi jelang kenaikan tarif
A A A
Sindonews.com – PT Kereta Api Indonesia (KAI) Persero meminta pengamanan polisi menjelang kenaikan tarif tiket Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line per 1 Oktober 2012 sebesar Rp2.000.

Kapolres Depok Kombes Pol Mulyadi Kaharni mengatakan, pihaknya mengantisipasi terjadinya aksi anarkis jika terdapat kemarahan penumpang terkait kenaikan tarif tiket. Hal itu sesuai dengan permohonan pengamanan dari PT KAI.

“Apabila betul jadi ada kenaikan tarif tiket, akan kita tingkatkan pengamanan, sesuai dengan permohonan dari PT KAI, kami antisipasi,” tegasnya kepada wartawan di Depok, Minggu (30/09/12).

PT Commuter Jabodetabek (KCJ) mengklaim Kenaikan tarif per 1 Oktober 2012 demi peningkatan pelayanan terhadap masyarakat. Namun, hal ini mendapat banyak penolakan masyarakat. Atas permintaan PT KAI, Polres Depok bersiaga.

Sementara itu, sedikitnya terdapat lima stasiun yang melintas di Depok, yakni Stasiun Universitas Indonesia (UI), stasiun Pondok Cina, stasiun Depok Baru, stasiun Depok dan stasiun Citayam.

Kendati demikian, pihaknya hingga kini belum menerima informasi adanya peningkatan ekskalasi kemarahan atau gerakan dari penumpang yang menolak kenaikan tarif. Mulai pekan lalu, lanjut Mulyadi, sedikitnya sudah diterjunkan sepuluh personel gabungan di tiap–tiap stasiun.

“Kami antisipasi adanya pihak–pihak yang menolak, mudah–mudahan tak ada, saya minta penumpang sabar, mari kita dukung jika PT KAI memang akan meningkatkan pelayanan. Sejauh ini tak ada laporan akan adanya demo massa penumpang,” imbuhnya.

Besok, kata Mulyadi, pihaknya akan menambah jumlah personel paling sedikit 20-30 personel di tiap stasiun. Tak menutup kemungkinan, personel tersebut akan ikut di dalam kereta hanya sepanjang perjalanan lima stasiun di Depok.

“Kami sudah mulai pekan lalu, mulai jam 6 pagi. Nanti tanggal 1 (Oktober) kami tambah lagi, 20–30 personel pakaian preman, bersenjata api juga, gabungan intel reskrim, kami sudah lakukan 10 hari ini. Mungkin juga, kita akan amankan sampai dalam kereta, waspada copet dan bajing loncat,” tegasnya.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Harga Tiket Kereta Api...
Harga Tiket Kereta Api Jarak Jauh Naik 40%
KAI Tambah Kereta Jarak...
KAI Tambah Kereta Jarak Jauh, Ini Rincian Rute dan Jadwalnya
KA Lokal Daop I Jakarta...
KA Lokal Daop I Jakarta Masih Belum Operasi hingga 31 Juli 2020
5 KA Jarak Jauh Beroperasi...
5 KA Jarak Jauh Beroperasi dari Daop 1 Jakarta Mulai 3 Juli 2020, Ini Daftarnya
KAI Siapkan Protokol...
KAI Siapkan Protokol Khusus Hadapi Skenario New Normal
Waktu Perjalanan KA...
Waktu Perjalanan KA Akan Singkat dan Jadwal Keberangkatan Berubah, Awas Telat!
Berita Terkini
Hari Anak Nasional,...
Hari Anak Nasional, Jasa Raharja Ajak Generasi Muda Jadi Pelopor Keselamatan
7 jam yang lalu
Gonjang-ganjing Sektor...
Gonjang-ganjing Sektor Energi, Singapura Rombak Kabinet Besar-besaran
8 jam yang lalu
Di Balik Penghargaan...
Di Balik Penghargaan CCEPC Indonesia, Gao Hai Komitmen Bangun Kemitraan Jangka Panjang
9 jam yang lalu
Pertamina Trans Kontinental...
Pertamina Trans Kontinental Ajak Siswa Lestarikan Ekosistem Laut
9 jam yang lalu
PLN EPI Tawarkan Kontrak...
PLN EPI Tawarkan Kontrak hingga 5 Tahun untuk Pemasok Biomassa
9 jam yang lalu
Ancaman Blokade Laut...
Ancaman Blokade Laut Merah, Asia Nego Arab Saudi Alihkan Rute Tanker Minyak ke Afrika
10 jam yang lalu
Infografis
Mulai 26 Februari 2022,...
Mulai 26 Februari 2022, Tol Dalam Kota Mengalami Kenaikan Tarif
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved