Lebaran Haji, stok sapi DIY aman
Senin, 01 Oktober 2012 - 11:26 WIB
Lebaran Haji, stok sapi DIY aman
A
A
A
Sindonews.com – Stok sapi di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dipastikan aman untuk memenuhi kebutuhan sapi pada Lebaran Haji nanti. Namun masalah kesiapan bibit perlu mendapatkan perhatian.
Kepala Dinas Pertanian Pemprov DIY, Nanang Suwandi mengatakan, stok sapi siap potong untuk kebutuhan Lebaran Haji sekitar 8.000-9.000 ekor. Jumlah ini dipastikan aman untuk memenuhi kebutuhan Lebaran Haji masyarakat.
“Kalau stok aman tidak ada masalah,” jelas Nanang. Menurutnya, kerap ada sapi asal DIY dikirim ke luar daerah pada saat Lebaran Haji.
Hal ini menyebabkan kekurangan sapi siap potong. Namun, kondisi ini diimbangi dengan banyaknya pedagang dari luar daerah, yang masuk membawa sapi untuk ditawarkan di DIY.
Sementara itu, ketersediaan bibit menjadi permasalahan utama. Pasalnya, kebutuhan bibit per tahun sekitar 38 ribu ekor. Sedangkan sapi yang dipotong setiap tahun hanya 36 ribu ekor.
Untuk itu perlu penambahan dan perbanyak bibit. “Untuk bibit akan kita tingkatkan hingga 70 ribu ekor,” tegas Nanang.
Kepala Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan Kulonprogo, Endang Purwaningrum menambahkan, setiap hari pasaran selalu menerjunkan tim pemantau hewan ternak di pasar tradisional. Tim ini akan memantau kondisi kesehatan ternak dan asal-usul ternak.
“Nanti menjelang Idul Adha, tim juga turun di sejumlah pedagang yang banyak memiliki sapi,” tegasnya.
Kepala Dinas Pertanian Pemprov DIY, Nanang Suwandi mengatakan, stok sapi siap potong untuk kebutuhan Lebaran Haji sekitar 8.000-9.000 ekor. Jumlah ini dipastikan aman untuk memenuhi kebutuhan Lebaran Haji masyarakat.
“Kalau stok aman tidak ada masalah,” jelas Nanang. Menurutnya, kerap ada sapi asal DIY dikirim ke luar daerah pada saat Lebaran Haji.
Hal ini menyebabkan kekurangan sapi siap potong. Namun, kondisi ini diimbangi dengan banyaknya pedagang dari luar daerah, yang masuk membawa sapi untuk ditawarkan di DIY.
Sementara itu, ketersediaan bibit menjadi permasalahan utama. Pasalnya, kebutuhan bibit per tahun sekitar 38 ribu ekor. Sedangkan sapi yang dipotong setiap tahun hanya 36 ribu ekor.
Untuk itu perlu penambahan dan perbanyak bibit. “Untuk bibit akan kita tingkatkan hingga 70 ribu ekor,” tegas Nanang.
Kepala Dinas Kelautan Perikanan dan Peternakan Kulonprogo, Endang Purwaningrum menambahkan, setiap hari pasaran selalu menerjunkan tim pemantau hewan ternak di pasar tradisional. Tim ini akan memantau kondisi kesehatan ternak dan asal-usul ternak.
“Nanti menjelang Idul Adha, tim juga turun di sejumlah pedagang yang banyak memiliki sapi,” tegasnya.
(rna)
Lihat Juga :