AC mati, penumpang KRL pingsan
Senin, 01 Oktober 2012 - 15:56 WIB
AC mati, penumpang KRL pingsan
A
A
A
Sindonews.com - PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ) resmi menaikkan harga tiket kereta commuter line (CL) sebesar Rp2.000. Sayangnya, kenaikan tersebut tidak dibarengi dengan peningkatan pelayanan. Terbukti, masih ditemukan pendingin yang tidak berfungsi, hingga menyebabkan penumpang pingsan dalam rangkaian.
Wina, warga Bogor menuturkan, kereta yang berangkat dari Stasiun Cilebut pukul 09.00 WIB itu penuh sesak. “Nggak biasanya kereta jam segitu penuh. Ac nya juga mati sampai ada yang pingsan,” kata Wina, karyawan swasta yang bekerja di Gondangdia, Jakarta, Senin (1/10/2012).
Saat dirinya naik dari Stasiun Cilebut, pendingin udara sudah tidak nyala. Hanya kipas angin saja yang menyala. Banyak penumpang yang mengeluhkan kondisi tersebut. “Saya naik di gerbong wanita. Ada ibu muda pingsan karena ngga tahan berdiri dan ac nggak nyala. Pingsan di Stasiun Tanjung Barat terus diturunin di Stasiun Pasar Minggu,” ujarnya.
Menurut dia, PT KCJ hanya sepihak menaikkan tarif KRL. Pasalnya, aspirasi penumpang yang menolak kenaikan tidak didengar. “Toh tetap saja naik. Padahal pelayanannya saja tidak diperbaiki. Saya nggak merasakan langsung dampak dari peningkatan yang diumbar PT KCJ,” ungkapnya kesal.
Corporate Secretary PT KCJ, Makmur Syaheran mengatakan, selalu melakukan pengecekan rutin harian dan mingguan. Sehingga KRL yang diberangkatkan dipastikan KRL laik jalan. “Jika ada kerusakan di tengah perjalanan, KRL langsung dimasukkan dalam dipo. Dan diganti dengan KRL lain,” tutupnya.
Wina, warga Bogor menuturkan, kereta yang berangkat dari Stasiun Cilebut pukul 09.00 WIB itu penuh sesak. “Nggak biasanya kereta jam segitu penuh. Ac nya juga mati sampai ada yang pingsan,” kata Wina, karyawan swasta yang bekerja di Gondangdia, Jakarta, Senin (1/10/2012).
Saat dirinya naik dari Stasiun Cilebut, pendingin udara sudah tidak nyala. Hanya kipas angin saja yang menyala. Banyak penumpang yang mengeluhkan kondisi tersebut. “Saya naik di gerbong wanita. Ada ibu muda pingsan karena ngga tahan berdiri dan ac nggak nyala. Pingsan di Stasiun Tanjung Barat terus diturunin di Stasiun Pasar Minggu,” ujarnya.
Menurut dia, PT KCJ hanya sepihak menaikkan tarif KRL. Pasalnya, aspirasi penumpang yang menolak kenaikan tidak didengar. “Toh tetap saja naik. Padahal pelayanannya saja tidak diperbaiki. Saya nggak merasakan langsung dampak dari peningkatan yang diumbar PT KCJ,” ungkapnya kesal.
Corporate Secretary PT KCJ, Makmur Syaheran mengatakan, selalu melakukan pengecekan rutin harian dan mingguan. Sehingga KRL yang diberangkatkan dipastikan KRL laik jalan. “Jika ada kerusakan di tengah perjalanan, KRL langsung dimasukkan dalam dipo. Dan diganti dengan KRL lain,” tutupnya.
(gpr)
Lihat Juga :