Renegosiasi Freeport terhenti di pengolahan & pemurnian

Selasa, 02 Oktober 2012 - 12:16 WIB
Renegosiasi Freeport...
Renegosiasi Freeport terhenti di pengolahan & pemurnian
A A A
Sindonews.com - Pemerintah mengakui kerumitan renegosiasi dengan PT Freport Indonesia (PFI) masih berlanjut. Salah satu poin yang menjadi sangat alot adalah pembahasan terkait kewajiban Freport untuk pengolahan dan pemurnian.

"Karena kewajiban pengolahan dan pemurnian, sesuai dengan UU, luas wilayah harus diciutkan jadi 25 ribu hektar. Kalau memang enggak bisa 25 ribu harus ada alasan kenapa bisa lebih dari 25 ribu hektar, tapi itu juga perlu kajian," kata Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Minerba) Tamrin Sihite di kantor KESDM Jakarta, Selasa (2/10/2012).

Selain itu lanjutnya, renegosiasi juga terpusat pada kewajiban perusahaan asing untuk melakukan divestasi. Harusnya, sesuai Undang-Undang Minerba, perusahaan asing yang ada di Indonesia harus divestasikan sahamnya lebih dari 50 persen ke negara.

"Freeport ini kemungkinan memang yang paling alot, kemudian PT Newmont Nusa Tenggara (NNT), dan Vale," pungkasnya.

Dirinya belum dapat memastikan perundingan ini akan selesai di 2012 ataupun tahun depan. Kemungkinan memang selalu ada, namun dikembalikan ke pihak Freeport untuk menyetujui usulan pemerintah.

"Tanya Freeport, kalau mau luas wilayah, langsung tandatangan, coba tanya. Kalau dia setuju, kan luas wilayah harus 25 ribu, harus ada pengolahan pemurnian, divestasi 51 persen. Coba tanya, kira-kira mereka mau nggak?" paparnya.

Pada perundingan, lanjutnya, pemerintah mengadakan Focus Group Discussion (FGD) yang menghadirkan berbagai ahli di Indonesia, khususnya dari Perguruan Tinggi.

"Kita ingin dengar dari independen, sedang dikaji. Saya tidak senang jika ada yang bilang rugi, karena itu relatif. Sekarang untuk terjadi pengolahan pemurnian di Indonesia, apa yang mereka minta," pungkasnya.
(gpr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Smelter Freeport di...
Smelter Freeport di Gresik Terbakar, Tim Gabungan Damkar Dikerahkan ke Lokasi
Smelter Manyar Jadi...
Smelter Manyar Jadi Titik Awal Integrasi Industri dan Lingkungan Hidup
Produksi Katoda Dimulai,...
Produksi Katoda Dimulai, Smelter PTFI Jadi Contoh Hilirisasi Pro-Rakyat
Tarif Impor AS Tak Guncang...
Tarif Impor AS Tak Guncang Smelter Nasional, Diversifikasi Ekspor Jadi Kunci Hilirisasi
PT Freeport Indonesia...
PT Freeport Indonesia Raih Pengakuan Global Esri untuk Inovasi dan Dampak Keberlanjutan
PTFI Perkuat Fondasi...
PTFI Perkuat Fondasi Ekonomi Papua Tengah, Dorong Pertumbuhan Berkelanjutan lewat Investasi Jangka Panjang
Berita Terkini
Beban Berat Kelas Menengah...
Beban Berat Kelas Menengah di Tengah Kenaikan Pertamax jadi Rp16.250/Liter
35 menit yang lalu
Bahlil Ungkap Penyebab...
Bahlil Ungkap Penyebab Pemadaman Listrik di Sejumlah Daerah, Janji Pulih Cepat
10 jam yang lalu
Indodax Diapresiasi...
Indodax Diapresiasi Atas Edukasi dan Pengembangan Pasar Aset Kripto
10 jam yang lalu
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Rp16.250, Bahlil: Sudah Diperhitungkan Secara Bijak
11 jam yang lalu
Lewat Program Pondasi,...
Lewat Program Pondasi, Brahma Binabakti Renovasi Rumah Tak Layak di Muaro Jambi
11 jam yang lalu
Harga Pertamax Naik...
Harga Pertamax Naik Jadi Rp16.250, Bos Pertamina: Telah Mempertimbangkan Daya Beli Masyarakat
11 jam yang lalu
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved