Indonesia harus punya aset di luar negeri
Selasa, 02 Oktober 2012 - 15:43 WIB
Indonesia harus punya aset di luar negeri
A
A
A
Sindonews.com - Seiring berkembannya perekonomian global yang menuntut two way trading (perdagangan dua arah) harus disikapi serius Pemerintah Indonesia untuk dapat melakukan aktivitas investasi di luar negeri.
"Ekonomi global idealnya harus ada two way (dua arah). Sudah saatnya Indonesia untuk melakukan strategy investment di luar negeri," ujar Ketua Kadin, Suryo Bambang Sulisto dalam sambutannya pada pembukaan acara Rapimnas Kadin 2012 di Hotel Shangri La, Jakarta, Selasa (2/10/2012).
Guna mendukung pencapaian kondisi ideal tersebut, dikatakan Bambang, pihaknya menyarankan pemerintah agar dapat membentuk sebuah lembaga kusus yang konsen mengurusi akitivitas investasi aset-aset strategis di luar negeri.
"Kadin menyarankan agar pemerintah membentuk Indonesia Investment Fund, untuk memanfaatkaan dan mengakuisisi aset-aset strategis di luar negeri," katanya.
Seperti misalnya, lanjut Bambang, Bulog mengakuisisi ladang-ladang kedelai di Brazil, atau Pertamina mengakuisisi smelter-smelter di luar negeri. "Jangan hanya pihak asing yang menguasai aset-aset strategis kita," tutupnya.
"Ekonomi global idealnya harus ada two way (dua arah). Sudah saatnya Indonesia untuk melakukan strategy investment di luar negeri," ujar Ketua Kadin, Suryo Bambang Sulisto dalam sambutannya pada pembukaan acara Rapimnas Kadin 2012 di Hotel Shangri La, Jakarta, Selasa (2/10/2012).
Guna mendukung pencapaian kondisi ideal tersebut, dikatakan Bambang, pihaknya menyarankan pemerintah agar dapat membentuk sebuah lembaga kusus yang konsen mengurusi akitivitas investasi aset-aset strategis di luar negeri.
"Kadin menyarankan agar pemerintah membentuk Indonesia Investment Fund, untuk memanfaatkaan dan mengakuisisi aset-aset strategis di luar negeri," katanya.
Seperti misalnya, lanjut Bambang, Bulog mengakuisisi ladang-ladang kedelai di Brazil, atau Pertamina mengakuisisi smelter-smelter di luar negeri. "Jangan hanya pihak asing yang menguasai aset-aset strategis kita," tutupnya.
(gpr)
Lihat Juga :