Paparan publik BUMI dipenuhi investor
Selasa, 02 Oktober 2012 - 16:46 WIB
Paparan publik BUMI dipenuhi investor
A
A
A
Sindonews.com - Paparan publik PT Bumi Resources Tbk (BUMI) di Ruang Prada, Hotel Four Season, Jakarta, Selasa (2/10/2012) sore dipenuhi puluhan investor institusi maupun ritel, awak media dan analis.
Berdasarkan pantauan Sindonews di lapangan, paparan publik yang dimulai pukul 14.30 WIB tersebut hanya berlangsung sekitar 30 menit.
Investor, analis dan awak media yang hadir memenuhi ruang berukuran sekitar 5x5 meter persegi tersebut tampak harap-harap cemas. Mereka hadir ingin memperoleh informasi langsung dari BUMI perihal rilis hasil audit investigasi yang disampaikan BUMI PLC di London beberapa waktu lalu.
Keriuahan terlihat dari begitu sesaknya ruangan yang menyebabkan awak media tidak bisa masuk dan tertahan di pintu masuk. Dalam paparannya, pihak BUMI mengaku, tidak pernah menerima konfirmasi audit investigasi yang dilakukan BUMI PLC tersebut. Terkait hal ini, PT Berau Coal Energy Tbk (BRAU) yang mersa dirugikan atas pemberitaan tersebut juga melakukan paparan publik di waktu yang hampir berdekatan.
Sebelumnya, Bumi Plc mempersoalkan dana pengembangan BUMI sebesar USD247 juta dan biaya eksplorasi PT Berau Coal energy Tbk (BRAU) sebesar USD390 juta. Pengeluaran tersebut tidak tercatat dalam laporan keuangan pada 2011 Bumi Plc.
Kisruh ini berawal dari langkah PricewaterCoopers LLP yang menurunkan biaya pengembangan BUMI dan eksplorasi BRAU menjadi nol dalam laporan keuangan 2011 Bumi Plc. Pasalnya, auditor tersebut tidak bisa membuktikan underlying asset dari dana itu. Selanjutnya, Bumi Plc membentuk tim audit independen yang menginvestigasi anak usahanya di Indonesia tersebut.
Berdasarkan pantauan Sindonews di lapangan, paparan publik yang dimulai pukul 14.30 WIB tersebut hanya berlangsung sekitar 30 menit.
Investor, analis dan awak media yang hadir memenuhi ruang berukuran sekitar 5x5 meter persegi tersebut tampak harap-harap cemas. Mereka hadir ingin memperoleh informasi langsung dari BUMI perihal rilis hasil audit investigasi yang disampaikan BUMI PLC di London beberapa waktu lalu.
Keriuahan terlihat dari begitu sesaknya ruangan yang menyebabkan awak media tidak bisa masuk dan tertahan di pintu masuk. Dalam paparannya, pihak BUMI mengaku, tidak pernah menerima konfirmasi audit investigasi yang dilakukan BUMI PLC tersebut. Terkait hal ini, PT Berau Coal Energy Tbk (BRAU) yang mersa dirugikan atas pemberitaan tersebut juga melakukan paparan publik di waktu yang hampir berdekatan.
Sebelumnya, Bumi Plc mempersoalkan dana pengembangan BUMI sebesar USD247 juta dan biaya eksplorasi PT Berau Coal energy Tbk (BRAU) sebesar USD390 juta. Pengeluaran tersebut tidak tercatat dalam laporan keuangan pada 2011 Bumi Plc.
Kisruh ini berawal dari langkah PricewaterCoopers LLP yang menurunkan biaya pengembangan BUMI dan eksplorasi BRAU menjadi nol dalam laporan keuangan 2011 Bumi Plc. Pasalnya, auditor tersebut tidak bisa membuktikan underlying asset dari dana itu. Selanjutnya, Bumi Plc membentuk tim audit independen yang menginvestigasi anak usahanya di Indonesia tersebut.
(rna)
Lihat Juga :