JK: Krisis memaksa teori ekonomi dunia berubah
Selasa, 02 Oktober 2012 - 18:15 WIB
JK: Krisis memaksa teori ekonomi dunia berubah
A
A
A
Sindonews.com - Mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla (JK) mengatakan Teori Ekonomi dunia akan berubah setelah ada krisis, hal ini berbeda dengan teori ilmu terapan seperti IT dan Ilmu Kedokteran yang setiap saat berubah jika ada penemuan baru. Krisis ekonomi global saat ini merupakan saat yang tepat untuk memodifikasi teori ekonomi yang ada.
Para pakar teknologi menggunakan laboratorium untuk menguji teorinya, krisis ekonomi harus dijadikan laboratorium bagi para ekonom dunia. Hal ini disampaikan Jusuf Kalla saat menjadi pembicara kunci malam ramah tamah peserta pertemuan Club of Rome yang diadakan di Ballromm Le Diplomate Hilton Hotel Bucharest, Rumania Senin 1 Oktober 2012 malam waktu setempat.
Menurut Jusuf Kalla, ilmu selalu dinamis khususnya teknologi. Kalau ilmu sosial seperti ekonomi selalu terjadi perputaran atau semacam circle. Kalau ilmu teknologi pergerakannya adalah ke arah yang lebih cepat, lebih baik, efesien, dan murah. Kalau ekonomi hanya berputar antara tesis dan anti tesis.
"Berbeda dengan teknologi yang berkembang saat ekonomi booming, ilmu ekonomi justru berkembang saat krisis terjadi. Para ekonom mencoba menemukan konsep baru untuk merespons krisis. Sama dengan munculnya teori oleh Keynes, Friedman dan Krugman. Krisis ekonomi global saat ini merupakan saat yang tepat untuk memodifikasi teori ekonomi yang ada," papar JK di Bucharest, Rumania Senin 1 Oktober 2012 malam waktu setempat.
Lebih lanjut JK menjelaskan, yang paling cepat berubah adalah ilmu IT, dia berkembang setiap 18 bulan sebanyak 100 persen, artinya setiap 18 bulan kekuatan computer akan berkembang 2 kali lipat, Telepon Seluler juga berkembang dua kali lipat kemampuannya, sementara harganya turun setengahnya setiap 18 bulan.
“Handphone (HP) pertama yang saya kenal tahun 1992 bentuknya besar dan kapasistasnya sedikit, sementara sekarang HP sudah kecil tapi kapasitasnya besar, dan multifungsi, di satu sisi harganya lebih murah,” kata JK disambut tawa hadirin.
Dalam pidatonya, JK menguraikan berbagai tantangan untuk mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan di dunia pada umumnya dan Indonesia pada khususnya.
"Pemerintah di berbagai negara perlu lebih tegas mengatur perekonomian. Ekonomi pasar sebenarnya bagus, tetapi tanpa manajemen oleh pemerintah berbagai dampak negatif akan terjadi. Ketimpangan sosial dan kerusakan lingkungan merupakan salah satu contohnya," ulas JK.
Dalam acara jamuan santap malam yang diselenggarakan tokoh-tokoh Club Of Rome ini, Jusuf Kalla "dinobatkan" menjadi bintang dari Asia oleh Presiden Club of Rome, Ebenhard Von Koerber.
Hadir dalam acara ini pendiri dan beberapa tokoh the Club of Rome, di antaranya mantan Perdana Menteri Rumania yang kini menjabat Gubernur Bank Central Rumania Mugur Isarescu serta seluruh peserta conference, termasuk penulis dua buku berpengaruh, Dennis Meadows penulis "The Limit to Growth", Anders Wijkman penulis buku “Bankrupting Nature” dan Jorgen Randers, penulis "2052: A Global Forecast for the Nest 40 years”.
Sementara Delegasi dari Indonesia yang hadir diantaranya prof Emil Salim, Anggota Komisi VIII Fraksi Partai Golkar DPRI-RI, Iskandar Manji, Egy Massadiah dan Laura Munaba.
Yadi Jentak
Asisten pribadi Jusuf Kalla
Para pakar teknologi menggunakan laboratorium untuk menguji teorinya, krisis ekonomi harus dijadikan laboratorium bagi para ekonom dunia. Hal ini disampaikan Jusuf Kalla saat menjadi pembicara kunci malam ramah tamah peserta pertemuan Club of Rome yang diadakan di Ballromm Le Diplomate Hilton Hotel Bucharest, Rumania Senin 1 Oktober 2012 malam waktu setempat.
Menurut Jusuf Kalla, ilmu selalu dinamis khususnya teknologi. Kalau ilmu sosial seperti ekonomi selalu terjadi perputaran atau semacam circle. Kalau ilmu teknologi pergerakannya adalah ke arah yang lebih cepat, lebih baik, efesien, dan murah. Kalau ekonomi hanya berputar antara tesis dan anti tesis.
"Berbeda dengan teknologi yang berkembang saat ekonomi booming, ilmu ekonomi justru berkembang saat krisis terjadi. Para ekonom mencoba menemukan konsep baru untuk merespons krisis. Sama dengan munculnya teori oleh Keynes, Friedman dan Krugman. Krisis ekonomi global saat ini merupakan saat yang tepat untuk memodifikasi teori ekonomi yang ada," papar JK di Bucharest, Rumania Senin 1 Oktober 2012 malam waktu setempat.
Lebih lanjut JK menjelaskan, yang paling cepat berubah adalah ilmu IT, dia berkembang setiap 18 bulan sebanyak 100 persen, artinya setiap 18 bulan kekuatan computer akan berkembang 2 kali lipat, Telepon Seluler juga berkembang dua kali lipat kemampuannya, sementara harganya turun setengahnya setiap 18 bulan.
“Handphone (HP) pertama yang saya kenal tahun 1992 bentuknya besar dan kapasistasnya sedikit, sementara sekarang HP sudah kecil tapi kapasitasnya besar, dan multifungsi, di satu sisi harganya lebih murah,” kata JK disambut tawa hadirin.
Dalam pidatonya, JK menguraikan berbagai tantangan untuk mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan di dunia pada umumnya dan Indonesia pada khususnya.
"Pemerintah di berbagai negara perlu lebih tegas mengatur perekonomian. Ekonomi pasar sebenarnya bagus, tetapi tanpa manajemen oleh pemerintah berbagai dampak negatif akan terjadi. Ketimpangan sosial dan kerusakan lingkungan merupakan salah satu contohnya," ulas JK.
Dalam acara jamuan santap malam yang diselenggarakan tokoh-tokoh Club Of Rome ini, Jusuf Kalla "dinobatkan" menjadi bintang dari Asia oleh Presiden Club of Rome, Ebenhard Von Koerber.
Hadir dalam acara ini pendiri dan beberapa tokoh the Club of Rome, di antaranya mantan Perdana Menteri Rumania yang kini menjabat Gubernur Bank Central Rumania Mugur Isarescu serta seluruh peserta conference, termasuk penulis dua buku berpengaruh, Dennis Meadows penulis "The Limit to Growth", Anders Wijkman penulis buku “Bankrupting Nature” dan Jorgen Randers, penulis "2052: A Global Forecast for the Nest 40 years”.
Sementara Delegasi dari Indonesia yang hadir diantaranya prof Emil Salim, Anggota Komisi VIII Fraksi Partai Golkar DPRI-RI, Iskandar Manji, Egy Massadiah dan Laura Munaba.
Yadi Jentak
Asisten pribadi Jusuf Kalla
(gpr)
Lihat Juga :