Pengamat sarankan jual saham BUMI
Selasa, 02 Oktober 2012 - 19:53 WIB
Pengamat sarankan jual saham BUMI
A
A
A
Sindonews.com - Tidak membaiknya kondisi PT Bumi Resources Tbk (BUMI) selama satu tahun belakangan nampaknya mulai dipandang beberapa kalangan sebagai alasan untuk segera melepas saham perusahaan grup Bakrie tersebut.
Demikian seperti disarankan pengamat pasar modal Edwin Sebayang saat dihubungi Sindonews, Selasa (2/10/2012). "Saran buat investror, sell (jual) atau avoid (hindari) saja. Sudah tidak ada yang menarik di BUMI," terang edwin singkat.
Edwin berpendapat, kondisi BUMI yang tak kunjung membaik adalah sebagai alasan utama mengapa investor disarankan untuk segera melepas sahamnya. Berdasarkan pengamatannya selama setahun ini, usaha BUMI untuk mengurangi utang-utangnya masih belum terealisasi.
"Selama satu tahun itu yang mereka katakan akan mengurangi utang-utang, tapi nyatanya selama satu tahun itu, utang mereka malah bertambah," tegasnya.
Dengan demikian, menurut dia, tidak ada alasan lagi bagi investor untuk mempertahankan saham tersebut. Berdasarkan prospektus singkat perseroan, total utang BUMI hingga akhir paruh pertama tahun ini mencapai USD4,11 miliar. Total pinjaman tersebut terdiri atas pinjaman BUMI sebesar USD3,789 miliar dan pinjaman milik entitas anak usaha senilai USD323,41 juta.
Manajemen BUMI sore tadi menggelar paparan publik (public expose) terkait Bumi Plc yang melakukan investigasi terhadap dana pengembangan BUMI sebesar USD247 juta, yang tidak tercatat dalam laporan keuangan Bumi Plc tahun buku 2011.
Kisruh ini berawal dari langkah PricewaterCoopers LLP yang menurunkan biaya pengembangan BUMI dan eksplorasi BRAU menjadi nol dalam laporan keuangan 2011 Bumi Plc. Pasalnya, auditor tersebut tidak bisa membuktikan underlying asset dari dana itu.
Sementara pada penutupan perdagangan hari ini di lantai Bursa Efek Indonesia (BEi), saham grup Bakrie ini ditutup melemah 20 poin (2,7%) menjadi Rp710 per saham.
Demikian seperti disarankan pengamat pasar modal Edwin Sebayang saat dihubungi Sindonews, Selasa (2/10/2012). "Saran buat investror, sell (jual) atau avoid (hindari) saja. Sudah tidak ada yang menarik di BUMI," terang edwin singkat.
Edwin berpendapat, kondisi BUMI yang tak kunjung membaik adalah sebagai alasan utama mengapa investor disarankan untuk segera melepas sahamnya. Berdasarkan pengamatannya selama setahun ini, usaha BUMI untuk mengurangi utang-utangnya masih belum terealisasi.
"Selama satu tahun itu yang mereka katakan akan mengurangi utang-utang, tapi nyatanya selama satu tahun itu, utang mereka malah bertambah," tegasnya.
Dengan demikian, menurut dia, tidak ada alasan lagi bagi investor untuk mempertahankan saham tersebut. Berdasarkan prospektus singkat perseroan, total utang BUMI hingga akhir paruh pertama tahun ini mencapai USD4,11 miliar. Total pinjaman tersebut terdiri atas pinjaman BUMI sebesar USD3,789 miliar dan pinjaman milik entitas anak usaha senilai USD323,41 juta.
Manajemen BUMI sore tadi menggelar paparan publik (public expose) terkait Bumi Plc yang melakukan investigasi terhadap dana pengembangan BUMI sebesar USD247 juta, yang tidak tercatat dalam laporan keuangan Bumi Plc tahun buku 2011.
Kisruh ini berawal dari langkah PricewaterCoopers LLP yang menurunkan biaya pengembangan BUMI dan eksplorasi BRAU menjadi nol dalam laporan keuangan 2011 Bumi Plc. Pasalnya, auditor tersebut tidak bisa membuktikan underlying asset dari dana itu.
Sementara pada penutupan perdagangan hari ini di lantai Bursa Efek Indonesia (BEi), saham grup Bakrie ini ditutup melemah 20 poin (2,7%) menjadi Rp710 per saham.
(gpr)
Lihat Juga :