BNI salurkan kredit Rp7,68 T
Rabu, 03 Oktober 2012 - 09:22 WIB
BNI salurkan kredit Rp7,68 T
A
A
A
Sindonews.com – PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) mencatat, hingga semester I/2012 telah menyalurkan kredit ke wilayah Kalimantan mencapai Rp7,68 triliun.
Ini dilakukan karena Kalimantan merupakan bagian penting dari Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI). Direktur Utama BNI, Gatot M Suwondo mengatakan, dari jumlah kredit BNI sebesar Rp7,68 triliun ke Kalimantan, senilai Rp3 triliun untuk Kalimantan Timur (Kaltim), Kalimantan Selatan Rp2,43 triliun, Kalimantan Tengah Rp811 miliar dan Kalimantan Barat Rp1,44 triliun.
“Dukungan BNI pada pengembangan perekonomian Kalimantan dapat dilihat dari pertumbuhan kredit yang dialirkan ke Kaltim sebagai salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi utama di kawasan. Dalam lima tahun terakhir ini, kredit yang dialirkan BNI pada pelaku usaha di Kaltim tumbuh rata-rata 14%, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan dana yang mencapai 13%,” ujar Gatot dalam siaran persnya kemarin.
Gatot menuturkan, pertumbuhan ekonomi Kaltim masih selalu berada di bawah pertumbuhan ekonomi nasional. Itu disebabkan perekonomian Kaltim yang masih bergantung pada komoditas tambang dan migas yang tidak berkelanjutan serta cenderung terus menurun.
“BNI memandang pulau Kalimantan merupakan kawasan yang sangat kaya sumber energi. Kawasan ini sebenarnya sangat berpotensi untuk dikembangkan sebagai wilayah tujuan pengalihan atau relokasi industri dari negara-negara yang didera masalah serius, terutama oleh bencana alam, seperti yang dialami Jepang,” katanya.
Menurut Gatot, Kalimantan berada di tengah-tengah Indonesia sehingga memiliki akses yang sangat baik ke wilayah lain di dalam negeri bahkan hingga ke pasar Asia. Pasar Asia yang dapat diraih dari Kalimantan Timur misalnya adalah Malaysia, Filipina dan Thailand, bahkan bisa mencapai Australia.
Kaltim, kata dia,layak menjadi kawasan relokasi industri besar baik dari domestik maupun asing, termasuk Jepang karena memiliki berbagai keunggulan. Keunggulan pertama, Kaltim memiliki sumber daya minyak,gas,dan batu bara yang sangat besar, sehingga berpotensi untuk menjadi lumbung energi listrik nasional.
Kekuatan itu merupakan syarat utama pengembangan industrial estate.Kedua,Kaltim berada diluar jalur gempa bumi dan tsunami,sehingga relatif aman dari bencana alam. “Kalau mau,Jepang sangat terbuka untuk merelokasi industrinya. Asalkan kita siap dengan infrastrukturnya,” tegas Gatot.
Salah satu langkah yang dilakukan BNI dalam mendukung aliran investasi ke Kalimantan dan wilayah Indonesia lainnya adalah dengan membuka Japan Desk, sehingga BNI menjadi satu-satunya bank di Indonesia yang memiliki pengaruh kuat di negara yang terkena bencana Tsunami tersebut. Deraan bencana yang luar biasa tersebut membuat pelaku usaha Jepang mulai melirik lokasi-lokasi lain di luar Jepang untuk pengembangan industrinya.
Selain bekerja sama dengan bank-bank yang berbasis di Jepang, BNI juga dapat menjadi penghubung antara investor Jepang yang ingin menanamkan modalnya di Indonesia. Sementara, Direktur Finance and Strategy Bank Mandiri, Pahala N Mansyuri mengatakan, perseroan selama ini mengucurkan sebagian dana dari Program Kemitraan Bina Lingkungan (PKBL) untuk membantu pengembangan usaha kreatif di kawasan Indonesia Timur.
Salah satunya dengan membantu para perajin di daerah Kalimantan Timur. “Melalui dana PKBL, kami mengembangkan daerah perbatasan, membantu industri kreatif di sana,serta menerbitkan buku terkait kebudayaan di daerah kawasan timur tersebut,” ujar Pahala.
Selain itu, jelas Pahala, perseroan juga mengembangkan ekonomi daerah seperti Maluku, NTB dan NTT, melalui pendirian kantor perwakilan khusus di daerah sana. Melalui kantor perwakilan ini, perseroan bisa menganalisa kebutuhan di tiap wilayah.
“Ekonomi di Indonesia belum merata, makanya kami tidak hanya mengarahkan penyaluran kredit di kawasan Indonesia barat, tapi juga Indonesia bagian timur,” tuturnya.
Ini dilakukan karena Kalimantan merupakan bagian penting dari Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI). Direktur Utama BNI, Gatot M Suwondo mengatakan, dari jumlah kredit BNI sebesar Rp7,68 triliun ke Kalimantan, senilai Rp3 triliun untuk Kalimantan Timur (Kaltim), Kalimantan Selatan Rp2,43 triliun, Kalimantan Tengah Rp811 miliar dan Kalimantan Barat Rp1,44 triliun.
“Dukungan BNI pada pengembangan perekonomian Kalimantan dapat dilihat dari pertumbuhan kredit yang dialirkan ke Kaltim sebagai salah satu provinsi dengan pertumbuhan ekonomi utama di kawasan. Dalam lima tahun terakhir ini, kredit yang dialirkan BNI pada pelaku usaha di Kaltim tumbuh rata-rata 14%, lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan dana yang mencapai 13%,” ujar Gatot dalam siaran persnya kemarin.
Gatot menuturkan, pertumbuhan ekonomi Kaltim masih selalu berada di bawah pertumbuhan ekonomi nasional. Itu disebabkan perekonomian Kaltim yang masih bergantung pada komoditas tambang dan migas yang tidak berkelanjutan serta cenderung terus menurun.
“BNI memandang pulau Kalimantan merupakan kawasan yang sangat kaya sumber energi. Kawasan ini sebenarnya sangat berpotensi untuk dikembangkan sebagai wilayah tujuan pengalihan atau relokasi industri dari negara-negara yang didera masalah serius, terutama oleh bencana alam, seperti yang dialami Jepang,” katanya.
Menurut Gatot, Kalimantan berada di tengah-tengah Indonesia sehingga memiliki akses yang sangat baik ke wilayah lain di dalam negeri bahkan hingga ke pasar Asia. Pasar Asia yang dapat diraih dari Kalimantan Timur misalnya adalah Malaysia, Filipina dan Thailand, bahkan bisa mencapai Australia.
Kaltim, kata dia,layak menjadi kawasan relokasi industri besar baik dari domestik maupun asing, termasuk Jepang karena memiliki berbagai keunggulan. Keunggulan pertama, Kaltim memiliki sumber daya minyak,gas,dan batu bara yang sangat besar, sehingga berpotensi untuk menjadi lumbung energi listrik nasional.
Kekuatan itu merupakan syarat utama pengembangan industrial estate.Kedua,Kaltim berada diluar jalur gempa bumi dan tsunami,sehingga relatif aman dari bencana alam. “Kalau mau,Jepang sangat terbuka untuk merelokasi industrinya. Asalkan kita siap dengan infrastrukturnya,” tegas Gatot.
Salah satu langkah yang dilakukan BNI dalam mendukung aliran investasi ke Kalimantan dan wilayah Indonesia lainnya adalah dengan membuka Japan Desk, sehingga BNI menjadi satu-satunya bank di Indonesia yang memiliki pengaruh kuat di negara yang terkena bencana Tsunami tersebut. Deraan bencana yang luar biasa tersebut membuat pelaku usaha Jepang mulai melirik lokasi-lokasi lain di luar Jepang untuk pengembangan industrinya.
Selain bekerja sama dengan bank-bank yang berbasis di Jepang, BNI juga dapat menjadi penghubung antara investor Jepang yang ingin menanamkan modalnya di Indonesia. Sementara, Direktur Finance and Strategy Bank Mandiri, Pahala N Mansyuri mengatakan, perseroan selama ini mengucurkan sebagian dana dari Program Kemitraan Bina Lingkungan (PKBL) untuk membantu pengembangan usaha kreatif di kawasan Indonesia Timur.
Salah satunya dengan membantu para perajin di daerah Kalimantan Timur. “Melalui dana PKBL, kami mengembangkan daerah perbatasan, membantu industri kreatif di sana,serta menerbitkan buku terkait kebudayaan di daerah kawasan timur tersebut,” ujar Pahala.
Selain itu, jelas Pahala, perseroan juga mengembangkan ekonomi daerah seperti Maluku, NTB dan NTT, melalui pendirian kantor perwakilan khusus di daerah sana. Melalui kantor perwakilan ini, perseroan bisa menganalisa kebutuhan di tiap wilayah.
“Ekonomi di Indonesia belum merata, makanya kami tidak hanya mengarahkan penyaluran kredit di kawasan Indonesia barat, tapi juga Indonesia bagian timur,” tuturnya.
(rna)
Lihat Juga :