BEI tak puas public expose BUMI & BRAU
Rabu, 03 Oktober 2012 - 18:04 WIB
BEI tak puas public expose BUMI & BRAU
A
A
A
Sindonews.com - Menyusul paparan publik (public expose) yang dilakukan dua emiten bidang pertambangan PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dan PT Berau Coal Tbk (BRAU), pihak Bursa Efek Indonesia (BEI) akan mengkaji paparan tersebut untuk mengetahui apakah keterbukaan informasi yang dibutuhkan telah terjawab sepenuhnya.
Namun demikian, BEI sendiri masih menunggu laporan tertulis dari kedua anggotanya tersebut sebelum dapat merespon hasil paparan yang telah dilakukan sebelumnya.
"Kita minta laporan tertulis. Kami mau lihat laporannya, kita cocokkan dengan apa yang diterima dari materi. Kita lihat, sesuai gak dengan apa yang kita minta," ujar Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Hoesen saat dijumpai di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (3/10/2012).
Hoesen mengungkapkan, setidaknya ada lima poin utama yang diminta pihak BEI untuk dikonfirmasi kebenarannya oleh BUMI maupun BRAU dalam paparan publik yang dilakukan keduanya.
"Pertama soal performance Perseroan. Kedua mengenai kewajibannya. Kemudian, ketiga soal penjualan sahamnya. Lalu perusahaan Mitratama yang mengalami penurunan rating. Kemudian yang kelima soal Audit Investigasi yang katanya akan dilakukan perusahaan induk mereka yang di London itu (BUMI Plc)," lanjut Hoesen.
Namun demikian, BEI sendiri masih menunggu laporan tertulis dari kedua anggotanya tersebut sebelum dapat merespon hasil paparan yang telah dilakukan sebelumnya.
"Kita minta laporan tertulis. Kami mau lihat laporannya, kita cocokkan dengan apa yang diterima dari materi. Kita lihat, sesuai gak dengan apa yang kita minta," ujar Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Hoesen saat dijumpai di Gedung BEI, Jakarta, Rabu (3/10/2012).
Hoesen mengungkapkan, setidaknya ada lima poin utama yang diminta pihak BEI untuk dikonfirmasi kebenarannya oleh BUMI maupun BRAU dalam paparan publik yang dilakukan keduanya.
"Pertama soal performance Perseroan. Kedua mengenai kewajibannya. Kemudian, ketiga soal penjualan sahamnya. Lalu perusahaan Mitratama yang mengalami penurunan rating. Kemudian yang kelima soal Audit Investigasi yang katanya akan dilakukan perusahaan induk mereka yang di London itu (BUMI Plc)," lanjut Hoesen.
(gpr)
Lihat Juga :