Dahlan: Pertamina jangan diam saja minyaknya dicuri
Kamis, 04 Oktober 2012 - 10:00 WIB
Dahlan: Pertamina jangan diam saja minyaknya dicuri
A
A
A
Sindonews.com - Kasus pencurian penampungan minyak mentah Pertamina yang berada di Tempino-Plaju, Sumatera Selatan (Sumsel) turut menjadi sorotan Menteri BUMN Dahlan Iskan.
Menurutnya, Pertamina harus terus mengadukan ini ke pihak keamanan. Karena hal itu sudah menyangkut jaringan yang begitu luas. Selain itu negara memiliki pihak untuk menangani masalah berupa keamanan.
"Saya sudah tahu soal aksi pencurian minyak ini. Pipa milik Pertagas di Sumsel menyalurkan 2.000 barel minyak, dan aksi pencurian sudah makin parah dalam hal ini pertamina tidak boleh hanya diam saja," tegasnya, di JCC Jakarta, Rabu (3/10/2012) malam.
Seperti diberitakan sebelumnya, PT Pertamina (Persero) menyatakan telah terjadi ledakan di jalur distribusi Tempino-Plaju kawasan Bayunglencir.
VP Corporate Comunication Pertamina Ali Mundakir menceritakan, yang meledak dan terbakar di lokasi tersebut adalah galian tanah yang dijadikan penampungan hasil curian minyak mentah dari pipa jalur distribusi.
"Penampungan minyak mentah hasil curian yang terbakar berbeda sama pipa. Pipa itu dilubangi pencuri kemudian ditampung tanah. Yang menggali ini yang terbakar dan kami selidiki," kata Ali.
Kepala BP Migas Sumbagsel Setia Budi mengatakan, ledakan ini mengakibatkan terhentinya pengaliran minyak selama enam jam dan menyebabkan kerugian sekira Rp4 miliar.
Menurutnya, Pertamina harus terus mengadukan ini ke pihak keamanan. Karena hal itu sudah menyangkut jaringan yang begitu luas. Selain itu negara memiliki pihak untuk menangani masalah berupa keamanan.
"Saya sudah tahu soal aksi pencurian minyak ini. Pipa milik Pertagas di Sumsel menyalurkan 2.000 barel minyak, dan aksi pencurian sudah makin parah dalam hal ini pertamina tidak boleh hanya diam saja," tegasnya, di JCC Jakarta, Rabu (3/10/2012) malam.
Seperti diberitakan sebelumnya, PT Pertamina (Persero) menyatakan telah terjadi ledakan di jalur distribusi Tempino-Plaju kawasan Bayunglencir.
VP Corporate Comunication Pertamina Ali Mundakir menceritakan, yang meledak dan terbakar di lokasi tersebut adalah galian tanah yang dijadikan penampungan hasil curian minyak mentah dari pipa jalur distribusi.
"Penampungan minyak mentah hasil curian yang terbakar berbeda sama pipa. Pipa itu dilubangi pencuri kemudian ditampung tanah. Yang menggali ini yang terbakar dan kami selidiki," kata Ali.
Kepala BP Migas Sumbagsel Setia Budi mengatakan, ledakan ini mengakibatkan terhentinya pengaliran minyak selama enam jam dan menyebabkan kerugian sekira Rp4 miliar.
(gpr)
Lihat Juga :