Pertamina upayakan pembersihan minyak di lokasi kebakaran
Kamis, 04 Oktober 2012 - 11:47 WIB
Pertamina upayakan pembersihan minyak di lokasi kebakaran
A
A
A
Sindonews.com - PT Pertamina selaku pemilik pipa bersama dengan PT Elnusa selaku pelaksana operasional penyaluran minyak terus melakukan pembersihan minyak yang berada di lokasi kebakaran, termasuk minyak-minyak hasil jarahan yang ditampung oleh pelaku di kolam-kolam di sekitar pipa.
Dalam rilis Pertamina yang diterima Sindonews, Kamis (4/10/2012), petugas Pertamina dan Elnusa juga mengawasi dan melakukan upaya penguatan pipa di sekitar daerah kebakaran untuk memastikan keamanan operasi selanjutnya.
Sebagai antisipasi, petugas tim tanggap darurat dan dibantu aparat kepolisian bersiaga 24 jam dengan dilengkapi peralatan emergency seperti, vacuum truck, mobil pemadam, backhoe, kendaraan crew, boom truck serta peralatan-peralatan lain yang dibutuhkan.
Selain upaya pemadaman, Pertamina juga memprioritaskan penanggulangan dampak peristiwa kebakaran ini terhadap lingkungan hidup dan korban. Untuk itu, tim tanggap darurat terus melakukan koordinasi dengan aparat terkait untuk rehabilitasi lingkungan antara lain dengan BLH Provinsi Sumatera Selatan dan Dinas Lingkungan Hidup di kabupaten Musi Banyuasin. Selain itu, koordinasi pasca penanggulangan kebakaran juga dilakukan bersama dengan Pemerintah Kabupaten dan Muspida Musi Banyu Asin.
Sampai saat ini status korban adalah 5 orang meninggal dunia. Sedangkan korban luka yang masih dirawat di Rumah Sakit di Bayung Lencir yang seharusnya berjumlah 3 orang kini tersisa 2 orang karena 1 orang melarikan diri.
Sementara itu, korban luka yang dirujuk ke Rumah Sakit di Jambi saat ini sebanyak 16 orang. Pertamina sangat menyayangkan aksi pencurian minyak yang kerap terjadi di Sumatera Selatan. Aksi pelaku yang tidak bertanggungjawab tidak hanya mengakibatkan kerugian Negara, tetapi juga terhadap lingkungan hidup dan korban luka hingga kehilangan nyawa.
Dalam rilis Pertamina yang diterima Sindonews, Kamis (4/10/2012), petugas Pertamina dan Elnusa juga mengawasi dan melakukan upaya penguatan pipa di sekitar daerah kebakaran untuk memastikan keamanan operasi selanjutnya.
Sebagai antisipasi, petugas tim tanggap darurat dan dibantu aparat kepolisian bersiaga 24 jam dengan dilengkapi peralatan emergency seperti, vacuum truck, mobil pemadam, backhoe, kendaraan crew, boom truck serta peralatan-peralatan lain yang dibutuhkan.
Selain upaya pemadaman, Pertamina juga memprioritaskan penanggulangan dampak peristiwa kebakaran ini terhadap lingkungan hidup dan korban. Untuk itu, tim tanggap darurat terus melakukan koordinasi dengan aparat terkait untuk rehabilitasi lingkungan antara lain dengan BLH Provinsi Sumatera Selatan dan Dinas Lingkungan Hidup di kabupaten Musi Banyuasin. Selain itu, koordinasi pasca penanggulangan kebakaran juga dilakukan bersama dengan Pemerintah Kabupaten dan Muspida Musi Banyu Asin.
Sampai saat ini status korban adalah 5 orang meninggal dunia. Sedangkan korban luka yang masih dirawat di Rumah Sakit di Bayung Lencir yang seharusnya berjumlah 3 orang kini tersisa 2 orang karena 1 orang melarikan diri.
Sementara itu, korban luka yang dirujuk ke Rumah Sakit di Jambi saat ini sebanyak 16 orang. Pertamina sangat menyayangkan aksi pencurian minyak yang kerap terjadi di Sumatera Selatan. Aksi pelaku yang tidak bertanggungjawab tidak hanya mengakibatkan kerugian Negara, tetapi juga terhadap lingkungan hidup dan korban luka hingga kehilangan nyawa.
(gpr)
Lihat Juga :