BUMI tegaskan tidak rights issue
Kamis, 04 Oktober 2012 - 11:54 WIB
BUMI tegaskan tidak rights issue
A
A
A
Sindonews.com - PT Bumi Resources Tbk (BUMI) menegaskan tidak akan menerbitkan saham baru (rights issue) atau non-preemptive issue.
"Manajemen BUMI tidak pernah memiliki rencana untuk melakukan rights issue," kata Direktur BUMI Dileep Srivastava dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (4/10/2012).
Perusahaan tambang milik Grup Bakrie ini, dia menjelaskan, saat ini masih melakukan berbagai upaya untuk mengurangi utangnya dengan meningkatkan nilai shareholders value (nilai dari pemegang saham).
Terkait kabar mengenai rencana perseroan yang akan menerbitkan non-preemptive issue, Dileep menegaskan bahwa kabar tersebut tidak benar. "Kita masih mengkaji kemungkinan itu samapai kita menemukan mitra strategis," tandasnya.
Direktur Utama BUMI Ari Hudaya sebelumnya menyatakan, perseroan akan mempertimbangkan melakukan rights issue untuk membayar sejumlah utang perseroan yang segera jatuh tempo.
Dikutip dari keterangan perseroan yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesa (BEI) beberapa waktu lalu, total utang perseroan hingga akhir paruh pertama tahun ini mencapai USD4,11 miliar. Periode jatuh tempo utang tersebut paling lama pada 2017. Total pinjaman tersebut terdiri atas pinjaman BUMI sebesar USD3,789 miliar dan pinjaman milik entitas anak usaha senilai USD323,41 juta.
"Manajemen BUMI tidak pernah memiliki rencana untuk melakukan rights issue," kata Direktur BUMI Dileep Srivastava dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Kamis (4/10/2012).
Perusahaan tambang milik Grup Bakrie ini, dia menjelaskan, saat ini masih melakukan berbagai upaya untuk mengurangi utangnya dengan meningkatkan nilai shareholders value (nilai dari pemegang saham).
Terkait kabar mengenai rencana perseroan yang akan menerbitkan non-preemptive issue, Dileep menegaskan bahwa kabar tersebut tidak benar. "Kita masih mengkaji kemungkinan itu samapai kita menemukan mitra strategis," tandasnya.
Direktur Utama BUMI Ari Hudaya sebelumnya menyatakan, perseroan akan mempertimbangkan melakukan rights issue untuk membayar sejumlah utang perseroan yang segera jatuh tempo.
Dikutip dari keterangan perseroan yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesa (BEI) beberapa waktu lalu, total utang perseroan hingga akhir paruh pertama tahun ini mencapai USD4,11 miliar. Periode jatuh tempo utang tersebut paling lama pada 2017. Total pinjaman tersebut terdiri atas pinjaman BUMI sebesar USD3,789 miliar dan pinjaman milik entitas anak usaha senilai USD323,41 juta.
(rna)
Lihat Juga :