Dahlan : penyelundupan minyak tanggung jawab keamanan

Kamis, 04 Oktober 2012 - 13:04 WIB
Dahlan : penyelundupan...
Dahlan : penyelundupan minyak tanggung jawab keamanan
A A A
Sindonews.com - Menteri Negara BUMN, Dahlan Iskan sepertinya tidak punya cara untuk mengatasi kerugian negara dari pencurian minyak mentah yang terjadi di negara ini. Padahal, diketahui salah satu perusahaan minyak dan gas merah sempat dituding sebagai pihak yang bertanggung jawab atas penyelundupan minyak di Kepulauan Riau, beberapa waktu lalu.

Menurut mantan Direktur Utama PT PLN Persero ini, yang mesti bertanggung jawab dalam penyelundupan minyak di wilayah tersebut adalah pihak keamanan, seperti Kepolisian atau instansi hukum terkait lainnya.

"Itu bagian kemanan lah ya. Saya bukan bagian keamanan. Yang bisa menegakan keamanan itu kan bagian hukum dan kemanan," kata Dahlan kepada wartawan di Kantor Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Jakarta, Kamis (4/10/2012).

Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BP Migas) sebelumnya menegaskan, minyak mentah yang diangkut oleh Kapal MT Martha Global yang baru-baru ini ditangkap oleh Bea Cukai di Kepulauan Riau bukanlah tanggung jawab BP Migas.

Kepala Divisi Humas, Sekuriti dan Formalitas BP Migas Hadi Prasetyo mengatakan, terdapat dua institusi yang bertanggung jawab mengelola minyak mentah (crude oil) di Indonesia, yaitu BP Migas dan Pertamina.

“Minyak mentah yang diangkut oleh Kapal MT Martha Global kepemilikan dan tanggung jawabnya sudah beralih ke Pertamina selaku offtaker,” ujar Hadi kepada Sindonews, Rabu (03/10/2012).

Dia menambahkan, tanggung jawab BP Migas atas penjualan minyak mentah hanya sampai pada titik serah, yaitu di Terminal Dumai dan sudah diserahterimakan pada 17 September 2012. Selanjutnya, minyak mentah ini diangkut oleh Kapal MT Martha Global yang disewa Pertamina.

Kapal yang membawa sekitar 200 ribu barel minyak mentah ini, seharusnya bertolak ke Balongan. Akan tetapi, pada 19 September 2012, kapal ini justru ditahan oleh Bea Cukai di Perairan Tanjung Berakit, Karimun lantaran diduga akan membawa minyak tersebut keluar wilayah Indonesia tanpa dilindungi dokumen ekspor yang sah.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Minyak Goreng Langka,...
Minyak Goreng Langka, Pelaku Industri Bilang yang Perlu Diawasi Distributor
Pengusaha Tepis Isu...
Pengusaha Tepis Isu Penyelundupan Minyak Goreng dari DMO
Stok Minyak Goreng Melimpah...
Stok Minyak Goreng Melimpah tapi Langka di Pasaran, Mendag: Barangnya Ada di Mana?
Selundupkan BBM Bersubsidi...
Selundupkan BBM Bersubsidi dari Talaud, Pria Ini Diamankan Resmob Polres Bitung
Konvoi 40 Truk Militer...
Konvoi 40 Truk Militer AS Diduga Angkut Gandum Curian dari Suriah
Hendak Diselundupkan...
Hendak Diselundupkan ke Lampung, 81 Ton BBM Ilegal Disita Polisi
Berita Terkini
Binus School dan Damai...
Binus School dan Damai Indah Golf Sinergi Perkuat Pengembangan Soft Skill Siswa
1 jam yang lalu
Permintaan Minyak Dunia...
Permintaan Minyak Dunia Diramal Turun 1,1 Juta Barel per Hari di 2026
1 jam yang lalu
Centrepark Perkuat Penerapan...
Centrepark Perkuat Penerapan Parkir Cashless di Properti Komersial Indonesia
1 jam yang lalu
Industri Aset Digital...
Industri Aset Digital Dorong Penguatan Ekosistem Hospitality Bandara
2 jam yang lalu
Solusi Atasi Sampah...
Solusi Atasi Sampah Laut, Komut Pertamina Mochamad Iriawan Hadirkan Kapal Pintar ke Pesisir Bali
2 jam yang lalu
Antam Tebar Dividen...
Antam Tebar Dividen Jumbo Rp5,04 Triliun, 70% dari Laba Bersih di 2025
2 jam yang lalu
Infografis
Pakta Keamanan Rusia...
Pakta Keamanan Rusia dan Iran Akan Guncang Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved