RIM: Gangguan bukan karena tidak ada RIM di Indonesia
Kamis, 04 Oktober 2012 - 20:02 WIB
RIM: Gangguan bukan karena tidak ada RIM di Indonesia
A
A
A
Sindonews.com - Research in Motion (RIM) mengakui ada gangguan teknis pada jaringan pusat yang menyebabkan layanan BlackBerry di Indonesia terganggu pada Rabu 3 Oktober 2012.
“Ada masalah teknis pada jaringan pusat yang menyebabkan jaringan ke Indonesia ikut terganggu,” kata Vice President and Managing Director South Asia RIM Hasting Singh di sela-sela pembukaan BlackBerry Innovation Center di Kampus ITB, jalan Ganesha, Kota Bandung, Kamis (4/10/2012).
Namun demikian, Hasting Singh enggan menjelaskan lebih ditail, masalah teknis apa sehingga jaringan BlackBerry sempat terganggu selama beberapa jam. RIM, lanjut dia, saat ini sedang menangani masalah tersebut dengan serius. “Kamu upayakan masalah seperti ini tidak akan terulang lagi,” timpal dia.
Atas kejadian itu, RIM meminta maaf kepada masyarakat Indonesia. Termasuk kepada para pebisnis yang aktivitasnya sempat terganggu akibat tidak berfungsinya jaringan BlackBerry.
Ketika disinggung soal kerusakan jaringan sebagai akibat tidak adanya pusat server RIM di Indonesia, dia menegaskan, masalah tersebut bukan disebabkan ada atau tidaknya RIM di Indonesia. Tapi karena persoalan jaringan. Sehingga, semua masyarakat yang menggunakan BlackBerry terganggu.
Diakui dia, saat ini pengguna BlackBerry mencapai 80 juta orang di seluruh dunia. Indonesia termasuk salah satu negara pengguna BlackBerry terbesar. Dari total pengguna smartphone di Indonesia, sekitar 54 persennya menggunakan BlackBerry. “Market BlackBerry di Indonesia cukup besar. Kami sangat serius memberi pelayanan terbaik,” kata dia.
“Ada masalah teknis pada jaringan pusat yang menyebabkan jaringan ke Indonesia ikut terganggu,” kata Vice President and Managing Director South Asia RIM Hasting Singh di sela-sela pembukaan BlackBerry Innovation Center di Kampus ITB, jalan Ganesha, Kota Bandung, Kamis (4/10/2012).
Namun demikian, Hasting Singh enggan menjelaskan lebih ditail, masalah teknis apa sehingga jaringan BlackBerry sempat terganggu selama beberapa jam. RIM, lanjut dia, saat ini sedang menangani masalah tersebut dengan serius. “Kamu upayakan masalah seperti ini tidak akan terulang lagi,” timpal dia.
Atas kejadian itu, RIM meminta maaf kepada masyarakat Indonesia. Termasuk kepada para pebisnis yang aktivitasnya sempat terganggu akibat tidak berfungsinya jaringan BlackBerry.
Ketika disinggung soal kerusakan jaringan sebagai akibat tidak adanya pusat server RIM di Indonesia, dia menegaskan, masalah tersebut bukan disebabkan ada atau tidaknya RIM di Indonesia. Tapi karena persoalan jaringan. Sehingga, semua masyarakat yang menggunakan BlackBerry terganggu.
Diakui dia, saat ini pengguna BlackBerry mencapai 80 juta orang di seluruh dunia. Indonesia termasuk salah satu negara pengguna BlackBerry terbesar. Dari total pengguna smartphone di Indonesia, sekitar 54 persennya menggunakan BlackBerry. “Market BlackBerry di Indonesia cukup besar. Kami sangat serius memberi pelayanan terbaik,” kata dia.
(gpr)
Lihat Juga :